Mengenal Berbagai Jenis Kelainan Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengenal Berbagai Jenis Kelainan Darah

Halodoc, Jakarta - Jika ditanya tentang penyakit kelainan darah, apa yang terlintas di pikiranmu? Anemia, ya tentu saja. Ini penyakit darah yang paling umum terjadi. Hemofilia? Ya, penyakit langka ketika darah sukar membeku. Leukemia? Pastinya, ini adalah penyakit kanker darah yang berperan terhadap tingginya angka kematian. 

Namun, kamu juga harus tahu, bahwa semua penyakit yang disebutkan tadi terjadi pada masing-masing sel darah yang dimiliki tubuh. Anemia, misalnya, menyerang sel darah merah, sementara leukemia menyerang sel darah putih. Ternyata, masih ada kelainan darah yang perlu kamu ketahui, berikut beberapa di antaranya:

  • Malaria

Kamu mungkin hanya tahu bahwa malaria terjadi karena gigitan nyamuk Anopheles. Penyakit ini sebenarnya menginfeksi sel darah merah dan menyebabkan kerusakan pada sel darah tadi. Biasanya, pengidap malaria mengalami gejala seperti meningkatnya suhu tubuh hingga menyebabkan menggigil dalam kurun waktu antara dua sampai 3 hari. Jika dibiarkan, infeksi ini memicu terjadinya kerusakan pada organ tubuh. 

Baca juga: Malaria dan DBD, Mana yang Lebih Berbahaya?

  • Limfoma

Limfoma adalah penyakit kelainan darah yang menyerang sel darah putih. Organ lain yang turut terkena dampaknya adalah timus, kelenjar getah bening, limpa, hingga bagian sumsum tulang belakang. Perkembangan sel darah putih yang terjadi di luar kendali merupakan penyebab terjadinya limfoma. Gangguan darah ini memiliki dua jenis utama yang sering ditemui, yaitu limfoma Non-Hodgkin dan limfoma Hodgkin. 

  • Trombofilia

Jika hemofilia terjadi karena sulitnya darah membeku, trombofilia terjadi karena penggumpalan darah yang sangat mudah terjadi. Akibatnya, pengidap harus bergantung pada obat pengencer darah agar peredaran darah tetap berjalan normal. Pada beberapa kondisi, trombofilia ini bisa memicu terjadi komplikasi serius dan mengancam jiwa. 

  • Polisitemia Vera

Kembali ke sel darah merah, ada lagi penyakit polisitemia vera, yang terjadi ketika bagian sumsum tulang belakang tubuh memroduksi sel darah merah dalam jumlah yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya pembekuan darah yang menghambat kelancaran aliran darah pada tubuh. Jika tidak segera ditangani, polisitemia vera memicu terjadinya stroke atau gangguan pada arteri jantung.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Bantu Atasi Polisitemia Vera

  • Trombositopenia

Kelainan darah ini terjadi akibat dari rendahnya trombosit yang terkandung di dalam darah. Trombosit berperan untuk membekukan darah, dan trombositopenia bisa terjadi karena gangguan kesehatan lain atau penggunaan obat tertentu. Pada kondisi yang jarang terjadi, trombosit bisa berada pada kisaran angka yang begitu rendah, sehingga memicu terjadinya perdarahan internal. 

  • Multiple Myeloma

Gangguan darah multiple myeloma termasuk ke dalam kategori kanker, ketika sel plasma berkembang biak secara berlebihan dan tidak terkendali, sehingga menjadi sel yang ganas. Padahal, plasma darah berperan penting dalam produksi antibodi sebagai imunitas tubuh. Kondisi ini menyebabkan antibodi yang dibuat menjadi tidak normal, sehingga imunitas tubuh melemah. 

  • Trombosis Vena Dalam

Penyakit ini sering disebut dengan DVT atau Deep Vein Thrombosis, muncul sebagai akibat dari gumpalan darah di bagian pembuluh vena. Biasanya, masalah kesehatan ini sering dijumpai pada vena kaki. Terhambatnya aliran darah bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan dan nyeri pada area yang terinfeksi. Apabila gumpalannya bergerak menuju ke paru, emboli paru tidak bisa dihindari. 

Baca juga: Sama-Sama Terjadi pada Vena, Ini Bedanya Tromboflebitis dan DVT

Itu tadi beberapa jenis kelainan darah yang perlu kamu ketahui selain hemofilia, anemia, atau leukemia. Kalau ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang gangguan kesehatan pada darah dan apa yang menjadi penyebabnya, kamu bisa langsung bertanya pada dokter tanpa perlu lama menunggu. Caranya tentu saja dengan download aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa memanfaatkan layanan Beli Obat dan Cek Lab di aplikasi Halodoc, lho!