Ini 4 Alergi Kulit Ini Bisa Terjadi pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ibu Harus Ini, 4 Alergi Kulit Ini Bisa Terjadi pada Bayi

Halodoc, Jakarta - Ibu mana sih yang enggak was-was ketika bayinya rewel karena bentol-bentol atau mengalami alergi? Meski umumnya tidak menyebabkan masalah serius, tetapi kondisi ini bisa membuat mereka tidak nyaman, bahkan jatuh sakit.

Hal yang perlu ibu ingat, alergi pada bayi tak hanya menyoal bersin atau mengi saja. Nah, berikut ini alergi kulit yang bisa muncul dalam berbagai bentuk pada bayi:

Baca juga: Inilah 5 Makanan yang Paling Sering Sebabkan Alergi pada Anak

1. Urtikaria Kronis

Rasanya ibu jangan menganggap enteng urtikaria kronis. Alergi pada bayi yang satu ini, merupakan reaksi alergi kulit pada bayi yang tergolong berat. Kondisi ini ditandai dengan ruam kemerahan yang lebar setelah kontak dengan alergen. 

Meski urtikaria kronis tak menyebabkan kulit kering, tetapi gejala lainnya yang bisa muncul antara lain sulit bernapas atau bengkak pada mulut dan wajah. 

Dalam banyak kasus, masalah alergi ini bisa hilang dengan sendirinya selama terhindar dari paparan alergen. Agar penanganannya tepat dan aman, sebaiknya ibu perlu membawa Si Kecil ke dokter untuk meminta pengobatan berupa antihistamin. Ibu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

2. Dermatitis Kontak

Lain urtikaria kronis, lain pula alergi kulit dermatitis kontak pada bayi. Dermatitis kontak merupakan jenis alergi pada bayi yang dapat muncul setelah terpapar dengan suatu alergen (zat pemicu alergi). Dermatitis kontak ini ditandai dengan kulit kemerahan.  Alergi kulit yang satu ini  merupakan inflamasi yang bisa menyebabkan ruam yang besar, gatal, dan rasa terbakar. 

Dalam kebanyakan kasus, bila ruam ini terjadi pada seluruh tubuh bayi, biasanya sabun atau deterjen yang kemungkinan besar jadi penyebabnya. Andaikan bagian dada dan lengan yang terkena, bisa jadi biang keladinya karena baju yang kotor. 

3. Alergi karena Air Liur

Jangan salah lho, alergi pada bayi juga bisa disebabkan oleh air liur yang sering membasahi mulut dan dagunya. Sayangnya, banyak orangtua mengira ruam tersebut disebabkan karena alergi makanan. Padahal, kulit kemerahan yang disertai benjolan kecil ini merupakan alergi akibat kulit yang berkontak dengan air liur. 

Hal yang perlu diingat, ruam ini dapat menjalar ke area dada. Selama ruam ini tak berkerak atau berwarna kuning (mengindikasikan infeksi), maka ibu tak perlu khawatir. Meski begitu, bawalah Si Kecil ke dokter agar gejalanya tak semakin berlarut-larut. 

Baca juga: Cara Tepat Menangani Alergi Makanan Pada Balita

4. Eksim

Eksim umumnya sering terjadi pada bayi yang memiliki riwayat alergi makanan, asma, atau rhinitis alergi. Alergi ini biasanya diawali dengan kemunculan ruam pada kepala atau wajah. Kemudian, barulah menyebar ke area dada dan lengan. 

Selain ruam, eksim juga bisa ditandai dengan mengiring, menebalnya, atau infeksi kulit secara berulang pada pada bagian kulit yang terkait. Nah, yang perlu diingat, ketika kulit yang terasa gatal ini digaruk, maka akan terasa semakin gatal. 

Penyebab eksim memang belum diketahuix secara pasti. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menghindari beberapa hal agar eksim tak semakin gatal. Misalnya, kondisi atau keadaan yang bisa membuat kulit kering, berkeringat, penggunaan sabun atau deterjen tertentu, atau bersentuhan dengan kain yang kasar. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Babycenter (Diakses pada 2019). Allergies in Babies
KidsHealth (Diakses pada 2019). For Parents. All About Allergies