13 February 2019

Inilah 5 Makanan yang Paling Sering Sebabkan Alergi pada Anak

Inilah 5 Makanan yang Paling Sering Sebabkan Alergi pada Anak

Halodoc, Jakarta - Melihat anak tumbuh sehat dan bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan rasanya dambaan setiap orangtua. Namun, dalam prosesnya mengenal berbagai jenis makanan, anak kerap dihadapkan pada masalah alergi. Kondisi ini bahkan bisa dialami saat anak masih sangat kecil, seperti alergi susu misalnya, yang umum terjadi pada bayi dan balita. Sebenarnya, apa yang membuat anak menjadi alergi terhadap suatu makanan dan apa saja jenis makanan yang paling sering menyebabkan alergi pada anak?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa sistem kekebalan tubuh ada dalam setiap orang sebagai pelindung dari berbagai zat berbahaya yang masuk ke tubuh. Ketika terjadi alergi, sistem ini akan bereaksi terhadap suatu substansi yang dianggap berbahaya, walaupun sebenarnya tidaklah berbahaya. Substansi yang dianggap berbahaya dan memicu reaksi alergi ini disebut sebagai alergen.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Alergi, Waspadai Gejala-gejalanya

Alergen tersebut dapat berupa makanan tertentu, obat-obatan, serbuk sari, debu, tungau, gigitan serangga, bulu hewan, dan lain sebagainya. Ketika seseorang terpapar dengan alergen, tubuhnya akan memproduksi antibodi, karena menganggap alergen sebagai suatu zat yang membahayakan tubuh. Setiap kali terpapar dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan produksi antibodi terhadap alergen tersebut. Kondisi ini yang memicu histamin dilepaskan ke dalam darah dan berakibat timbulnya gejala alergi.

Pada anak, alergi biasanya lebih rentan terjadi, mengingat daya tahan tubuh anak belum sebagus orang dewasa. Itulah sebabnya ada beberapa anak yang mengalami alergi pada masa kecil, tetapi tidak lagi mengalaminya ketika tumbuh dewasa. Beberapa jenis makanan dan minuman yang sering menyebabkan alergi pada anak, antara lain:

1. Susu Sapi

Alergi terhadap susu sapi atau juga kerap disebut alergi susu biasanya muncul dan dialami oleh bayi yang baru lahir dan anak-anak. Pada kebanyakan kasus, alergi terhadap susu sapi dapat sembuh dengan sendirinya saat menginjak usia 4 atau 5 tahun. Reaksi alergi susu sapi yang paling umum muncul pada anak adalah ruam merah gatal yang muncul pada pipi dan kulit tubuh. Untuk menyiasati hal ini, ibu bisa memberi susu alternatif berupa ASI dan susu soya alias kacang kedelai.

Baca juga: Cara Tepat Menangani Alergi Makanan Pada Balita

2. Telur

Alergi terhadap telur disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah mengidentifikasi protein telur sebagai zat yang membahayakan tubuh. Akibatnya, tubuh memberikan reaksi berupa pelepasan histamin ke dalam darah dan menimbulkan gejala alergi. Alergi dapat disebabkan oleh bagian putih telur, bagian kuning telur, atau keduanya.

Pada anak, alergi yang sering ditemui adalah alergi putih telur. Sementara pada orang dewasa, kuning telur lebih sering menyebabkan alergi. Pada bayi yang menyusui, alergi telur biasanya didapatkan dari ASI ibunya yang mengonsumsi telur. Kondisi ini juga dipicu karena belum sempurnanya saluran pencernaan bayi dan anak-anak.

3. Kacang

Kacang merupakan salah makanan yang umum menyebabkan alergi pada anak-anak maupun dewasa. Alergi kacang memiliki dua jenis, yaitu kacang yang tumbuh dari pepohonan (kacang pohon), seperti kenari, almond, serta hazelnut dan dari bawah tanah (kacang tanah), misalnya kacang, kacang polong, dan kacang kedelai. Kacang tanah dan pohon tidaklah sama, tetapi alergi terhadap kacang tanah meningkatkan pengidap untuk alergi kacang pohon 25 hingga 40 persen. Alergi kacang tanah dan kacang pohon dapat memberikan gejala alergi yang berat bagi pengidap dan gejalanya dapat mengancam jiwa.

4. Seafood

Aneka makanan laut juga terkenal akan kemampuannya dalam memicu timbulnya reaksi alergi pada manusia. Mulai dari ikan tuna, salmon, udang, cumi, kerang, hingga kepiting. Ini diakibatkan kandungan omega-3 dan mineralnya yang tinggi.

Reaksi alergi yang biasanya muncul adalah gatal pada kulit, kerongkongan, serta bentol merah pada kulit. Muntah dan diare juga sering terjadi. Pada beberapa kasus alergi ekstrem, hal ini bahkan bisa memicu kematian, lho. Sayangnya, alergi makanan laut alias seafood ini bisa berlangsung seumur hidup alias sukar untuk disembuhkan.

Baca juga: Adakah Cara Menghilangkan Alergi Makanan?

5. Tepung Terigu

Gluten yang terdapat dalam tepung terigu dapat menjadi musuh bagi banyak orang. Tingginya kandungan gluten dan protein memicu timbulnya ruam merah pada kulit. Pada beberapa kasus, mata berair dan diare juga menjadi reaksi yang dialami pengidapnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang jenis-jenis makanan yang sering menyebabkan alergi pada anak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!