4 Bagian Tubuh Ini yang Umum Terserang Antraks

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Bagian Tubuh Ini yang Umum Terserang Antraks

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar penyakit antraks? Antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora bernama Bacillus anthracis. Bakteri ini menyerang hewan ternak atau hewan liar sebagai inangnya. Kemudian, hewan yang telah tertular antraks bisa menularkannya kembali ke manusia melalui kontak langsung atau tidak langsung. Namun, sejauh ini belum ada bukti antraks bisa menular dari satu individu ke individu lainnya.

Baca Juga: 4 Tips Memilih Hewan Peliharaan untuk Anak

Penularan antraks bisa dengan cara memakan daging yang terkontaminasi atau menghirup spora. Perbedaan cara penularan ini juga bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Apabila dihirup, maka gejalanya berkisar luka kulit. Seseorang yang mengonsumsi daging hewan yang terkena antraks maka gejalanya bisa berupa muntah hingga syok. 

Antraks adalah kondisi yang memerlukan perawatan segera, terlebih jika antraks disebabkan oleh menghirup bakteri spora. Ini bisa lebih sulit diobati dan bisa berakibat fatal. Sebab, setelah spora masuk ke dalam tubuh, maka bakteri ini akan aktif, mulai berkembang biak yang kemudian menghasilkan racun.

Bagian Tubuh yang Rentan Terserang Antraks

1. Kulit

Sebagian besar kasus antraks ditularkan melalui kulit yang mengalami luka. Meski paling umum terjadi, tetapi antraks yang menyerang kulit masih tergolong ringan dengan catatan jika diobati dengan benar. Gejala antraks pada kulit dapat berupa benjolan besar menyerupai gigitan serangga. Benjolan terasa gatal dan bisa menimbulkan rasa sakit. Pembengkakan pada kelenjar getah bening juga termasuk gejala antraks.

2. Lambung

Antraks yang menyerang lambung biasanya disebabkan oleh konsumsi daging hewan yang telah terkena antraks. Gejalanya bisa berupa mual, muntah-muntah, sakit perut, sakit kepala, dan diare. Gejalanya mungkin tumpang tindih dengan kondisi lain. Namun pada kasus antraks, pengidapnya juga bisa langsung kehilangan selera makan serta sulit menelan karena tenggorokan sakit dan lehernya membengkak.

Baca Juga: 3 Hewan Rumahan yang Bisa Membawa Penyakit

3. Paru-Paru

Antraks yang menyerang paru-paru adalah jenis yang paling berisiko dan bisa sangat fatal. Tanda dan gejalanya sebenarnya hampir mirip dengan flu, seperti sakit tenggorokan, demam ringan, kelelahan dan nyeri otot. Gejala ini bisa berlangsung beberapa jam atau beberapa hari. Penanganan perlu segera dilakukan apabila muncul gejala, misalnya sesak napas, nyeri dada dan batuk berdarah, serta syok sampai berkembang menjadi meningitis. 

Kalau kamu ingin memastikan flu yang kamu alami bukan antraks, coba tanya  dokter Halodoc untuk memastikannya. Klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

4. Pembuluh Darah

Fakta mengejutkan bahwa antraks juga bisa menular melalui suntikan obat-obatan. Jenis ini lebih umum disebut antraks injeksi karena ditularkan melalui suntikan ke pembuluh darah. Kasus ini sangat jarang terjadi, kalaupun terjadi gejalanya, meliputi kemerahan di area injeksi, pembengkakan, syok, sampai meningitis.

Kenapa Antraks Sangat Berbahaya?

Alasan mengapa antraks bisa sangat berbahaya karena bakteri ini mudah ditemukan di alam dan mudah diproduksi di laboratorium. Bakteri antraks juga punya kemampuan bertahan tanpa kondisi penyimpanan yang ketat. Bakteri Bacillus anthracis bisa dengan mudah dilepaskan dalam bentuk bubuk atau semprot. Spora antraks bersifat mikroskopis, artinya bakteri mungkin tidak memiliki rasa, bau, atau mudah dilihat.

Baca Juga: 5 Pemeriksaan Penunjang Jika Terjangkit Antraks

Pemberian vaksin antraks menjadi langkah pencegahan yang paling efektif. Vaksin ini mungkin lebih ditujukan kepada orang-orang yang diharuskan atau tinggal yang dekat dengan alam bebas dan pekerja laboratorium serta individu yang berhubungan langsung dengan hewan. Contohnya, tentara, staf laboratorium, peternak, dokter hewan, dan orang-orang yang menangani produk hewani.