18 July 2018

4 Cara Merawat Wajah Setelah Kena Cacar Air

cara merawat wajah setelah kena cacar air, cacar air,cacar

Halodoc, Jakarta - Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster ini merupakan penyakit menular yang sering terjadi. Penyakit ini bisa menyerang semua orang, meski umumnya terjadi pada anak-anak di bawah 14 tahun. Yang perlu diketahui, kata ahli sebagian besar kasus cacar air yang parah terjadi pada orang dewasa. Lalu, bagaimana sih cara merawat wajah setelah kena cacar air?

Baca juga: 5 Tips Merawat Cacar Air pada Anak

1. Penggunaan Krim

Ketika cacar air sudah berakhir, cacar pada wajah biasanya akan menimbulkan bekas luka. Banyak orang menyebutnya dengan bopeng pada wajah. Nah, umumnya dokter akan memberikan krim yang dapat merangsang kolagen (protein utama dalam kulit, tulang, dan jaringan ikat) untuk mengatasi bopeng wajah. Meski begitu, kata ahli angka keberhasilannya enggak terlalu tinggi.

Penggunaan krim dan madu memiliki efek yang minimal untuk menghilangkan bekas luka cacar. Namun, metode ini bisa memberikan hasil yang baik bila defek/luka bekas cacar air berukuran kecil. Kamu bisa menunggu proses penyembuhan luka selama enam bulan sampai satu tahun. Selama waktu ini, kamu boleh kok menggunakan krim dan perawatan madu untuk merawat luka.

2. Dermabrasi dan Mikrodermabrasi

Memang ada beragam cara untuk merawat wajah setelah kena cacar air. Namun, cara yang ditempuh tentunya bergantung dari tingkat keparahan bopeng yang dialami. Misalnya, metode dermabrasi dan mikrodermabrasi untuk menghilangkan bekas luka akibat cacar air.

Metode ini dilakukan dengan mengablasi (penghilangan dengan jalan pembedahan jaringan atau organ tubuh) kulit agar lapisan terluarnya rusak. Jangan khawatir, nantinya lapisan yang rusak ini akan memicu regenerasi kulit.

Baca juga: Gejala Herpes Zoster yang Perlu Diwaspadai

Lalu, apa beda dermabrasi dan mikrodermabrasi? Kata ahli perbedaannya hanyalah agresivitas dan kedalaman lapisan kulit yang akan diabrasi (pengikisan kulit). Dalam proses dermabrasi, proses abrasi akan merusak dan membuang seluruh lapisan epidermis (lapisan terluar kulit). Tujuannya untuk memicu perubahan pada struktur protein kulit.

Sedangkan metode mikrodermabrasi lebih dangkal dan hanya membuang lapisan terluar dari epidermis untuk mempercepat proses eksfoliasi (pengelupasan kulit) alami kulit.

3. Metode Chemical Peel

Cara untuk merawat wajah setelah kena cacar air atau menghilangkan luka bekas cacar, bisa lewat metode yang satu ini. Chemical peel hampir mirip dengan metode mikrodermabrasi atau dermabrasi. Chemical peel merupakan proses pengelupasan kulit dengan mengoleskan bahan kimia yang dapat menghancurkan lapisan terluar kulit. Tujuannya sama-sama untuk mempercepat proses regenerasi.

Kata ahli, metode ini biasanya dilakukan untuk menyembuhkan bopeng dengan kedalaman yang dangkal. Ada beragam asam yang bisa digunakan dalam metode ini. Misalnya, asam glikolat, asam salisilat, atau asam piruvat. Yang perlu diingat, metode ini harus dilakukan oleh dokter yang berkompeten untuk tindakan tersebut.

Baca juga: Penyebab dan Kiat Atasi Cacar Air pada Anak

4. Laser

Laser juga bisa menjadi solusi untuk menghilangkan luka bekas cacar air. Namun, biasanya dokter hanya menganjurkan terapi laser pada mereka yang memiliki bopeng jenis boxcar dan rolling. Bopeng jenis boxcar ini merupakan bopeng yang lebarnya 1.5-4 milimeter dengan kedalaman kurang atau lebih dari 0.5 milimeter. Sedangkan bopeng rolling memiliki diameter dengan lebar hingga 5 milimeter.

Nah, kamu bisa menentukan terapi apa yang kamu inginkan untuk  merawat wajah setelah kena cacar air, atau menghilangkan bekas lukanya. Yang perlu diingat, terapi di atas harus didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit agar prosesnya berlangsung aman.

Kamu bisa kok mendiskusikan masalah di atas dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!