Bikin Susah Duduk, Ini 4 Cara Obati Fistula Ani

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bikin Susah Duduk, Ini 4 Cara Obati Fistula Ani

Halodoc, Jakarta - Fistula ani terjadi ketika ada infeksi pada saluran terowongan yang menjadi penghubung antara kulit dan dubur. Dubur adalah lubang kecil tempat kotoran dikeluarkan dari tubuh. Di bagian dalamnya, terdapat sejumlah kelenjar kecil, apabila terjadi penyumbatan sehingga memungkinkan terbentuknya abses. Abses ini bisa berkembang menjadi fistula.

Sebenarnya, fistula akibat abses yang terjadi karena penyumbatan salah satu kelenjar dalam dubur jarang terjadi. Biasanya, kondisi medis tertentu bisa menjadi risiko fistula, seperti TBC, penyakit menular seksual, atau penyakit yang berdampak pada usus. Inilah mengapa fistula ani membutuhkan penanganan segera.

Gejala yang umum terjadi ketika kamu mengalami gangguan kesehatan ini adalah timbul rasa nyeri dan perubahan warna dubur menjadi kemerahan dan terjadi pembengkakan. Kamu bisa mengalami perdarahan, rasa sakit ketika buang air kecil dan besar, demam, dan keluarnya cairan berbau busuk dari dalam dubur. Tentunya, ini mengganggu kenyamanan dan aktivitas, terutama ketika kamu duduk.

Baca juga: Waspada Fistula Ani, Penyebab BAK Bernanah dan Berdarah

Bagaimana Mengobati Fistula Ani?

Pengobatan fistula ani dilakukan dengan pembedahan, karena gangguan kesehatan ini jarang bisa sembuh dengan sendirinya. Pilihan metode pembedahan bergantung pada posisi fistula, apakah hanya berupa saluran tunggal atau bercabang ke arah yang berbeda. Tujuan pembedahan untuk mengobati fistula sekaligus menghindari kerusakan pada otot sfingter yang berbentuk cincin dan berfungsi untuk membuka dan menutup lubang dubur. Pilihan pembedahannya adalah sebagai berikut:

  • Fistulotomi

Cara mengobati fistula ani pertama dengan fistulotomi. Prosedurnya melibatkan pemotongan di sepanjang fistula untuk membukanya, sehingga nantinya sembuh dan meninggalkan bekas yang rata. Perawatan ini dinilai cukup efektif, meski pada beberapa kondisi hanya cocok untuk fistula yang tidak melewati banyak otot sfingter, karena memunculkan risiko yang kecil untuk inkontinensia.

Baca juga: Muncul Darah dan Nanah pada Feses, Bisa Jadi Fistula Ani

  • Teknik Seton

Apabila fistula melewati sebagian besar otot sfingter, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk memasukkan seton, sepotong benang bedah yang tersisa pada fistula selama beberapa minggu untuk menjaganya agar tetap terbuka. Kondisi ini membantu untuk mengeringkan dan menyembuhkan tanpa perlu memotong otot sfingter.

  • Bioprostetik

Cara mengobati fistula ani lainnya adalah dengan bioprostetik, dilakukan ketika fistula ani sangat berisiko terjadi inkontinensia adalah menggunakan prosedur bioprostetik. Ini merupakan sumbat berbentuk kerucut yang terbuat dari jaringan hewan yang dipakai untuk memblokir pembukaan internal fistula.

  • Lem Fibrin

Penggunaan lem fibrin sebagai metode pengobatan untuk fistula ani adalah metode non-bedah yang ada. Lem khusus disuntikkan ke dalam fistula untuk membantu menyegel fistula dan menyembuhkannya. Hasilnya mungkin kurang tahan lama dibandingkan dengan fistulotomi, tetapi dapat menjadi pilihan terbaik untuk fistula yang tidak melalui otot sfingter karena tidak perlu dipotong.

Baca juga: Muncul Lubang Kecil di Dekat Anus, Perlukan Operasi?

Semua cara mengobati fistula ani dengan bedah selalu memiliki risiko. Jadi, sebaiknya kamu bertanya dahulu pada dokter sebelum memilih salah satunya. Caranya, segera download aplikasi Halodoc, karena dengan ini, kamu tidak perlu lagi repot datang ke rumah sakit dan mencari jadwal praktik. Tidak hanya itu, aplikasi Halodoc pun punya layanan beli obat dan cek lab, lho!