• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara untuk Mempercepat Pemulihan Episkleritis

4 Cara untuk Mempercepat Pemulihan Episkleritis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Episkleritis merupakan penyakit yang terjadi pada mata. Kondisi ini ditandai dengan peradangan yang terjadi di antara jaringan sklera dan konjungtiva, yang merupakan bagian di mata. Lantas, bagaimana cara mengatasi gangguan ini? Apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan episkleritis? 

Sebelumnya perlu diketahui, sklera adalah bagian putih pada bola mata sedangkan konjungtiva adalah lapisan yang menutupinya. Nah, episkleritis terjadi saat ada peradangan di antara kedua bagian tersebut. Kabar baiknya, penyakit ini tergolong sebagai masalah kesehatan ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan. 

Baca juga: Ada Bercak Merah pada Mata, Waspada Episkleritis

Tips Agar Episkleritis Cepat Pulih

Peradangan yang terjadi membuat mata mengalami iritasi dan memicu rasa tidak nyaman. Kondisi ini tergolong ringan dan jarang menimbulkan akibat yang serius. Gejala khas dari kondisi ini adalah mata merah yang muncul dalam waktu cepat. Mata merah bisa muncul pada salah satu atau kedua mata. Episkleritis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu episkleritis sederhana dan nodular.

Selain mata merah, penyakit mata ini juga memicu gejala lain, seperti mata terasa lunak, keluar air, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, serta sensasi panas dan berpasir pada mata. Terkadang, gangguan ini juga menyebabkan bagian putih mata terlihat berwarna biru atau ungu. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui apa penyebab pasti peradangan bisa terjadi. 

Episkleritis bermula dari pembuluh darah kecil lalu menjalar hingga ke permukaan mata. Meski penyebabnya belum diketahui, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan penyakit peradangan lain. Sebab, kebanyakan pengidap episkleritis juga mengalami peradangan lainnya, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan penyakit Crohn. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis episkleritis. 

Pada awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada mata. Hal pertama yang akan diperiksa adalah warna mata, apakah ada perubahan atau tidak. Sebab, beberapa pengidap episkleritis akan mengalami perubahan warna bola mata menjadi merah atau biru keunguan.

Kemudian, pemeriksaan dilanjutkan dengan penggunaan alat bernama slit lamp alias lampu celah. Tujuannya untuk melihat ada atau tidak kondisi abnormal pada mata. Namun sebelumnya, dokter akan terlebih dahulu memberi tetes mata agar bagian pupil bisa terlihat dengan jelas. 

Baca juga: Begini Cara Mengobati Mata Merah Akibat Episkleritis

Pada kondisi yang ringan, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan obat. Biasanya, kondisi mata akan kembali pulih dalam waktu 7-10 hari. Namun, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele begitu saja, terutama jika sudah mengganggu. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata jika gejala episkleritis menjadi lebih buruk. 

Jika ragu, kamu bisa mencoba menghubungi dokter mata melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan keluhan yang dialami dan dapatkan rekomendasi terbaik untuk mengatasi gejala. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Untuk mempercepat pemulihan episkleritis, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

  1. Kompres dingin pada area mata. Lakukan cara ini dengan kondisi mata tertutup. 
  2. Menggunakan obat tetes mata yang berisi air mata buatan.
  3. Memakai kacamata saat berada di luar ruangan, agar mata terlindungi dari cahaya terang. 
  4. Menggunakan salep atau obat tetes mata, terutama jika rasa tidak nyaman muncul. 

Baca juga: Atasi Episkleritis dengan Obat Tetes Mata, Efektifkah?

Jika gejala tidak kunjung hilang dan rasa tidak nyaman semakin menjadi, jangan tunda pergi ke rumah sakit. Sebab, bisa jadi gejala yang muncul merupakan tanda penyakit yang lebih parah, misalnya skleritis atau peradangan jaringan sklera.



Referensi 
John Hopkins Medicines. Diakses pada 2020. Episcleritis.
Healthline. Diakses pada 2020. Episcleritis.