Episkleritis

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Episkleritis

Episkleritis merupakan suatu kondisi di mana terjadi peradangan pada episklera, yakni lapisan transparan yang melapisi bagian putih dari mata yang disebut sebagai sklera.

Gejala Episkleritis

Tanda dan gejala utama dari episkleritis adalah kemerahan yang sering kali timbul pada satu mata yang terkadang juga dapat terjadi di kedua mata. Terdapat dua tipe episkleritis yang dapat terjadi, yakni episkleritis sederhana dan episkleritis nodular, dengan tampilan yang sedikit berbeda.

Pada episkleritis sederhana, umumnya terdapat kemerahan disebagian dan terkadang seluruh mata dengan ketidaknyamanan yang minimal. Pada episkleritis nodular, terdapat benjolan yang sedikit meninggi dan dikelilingi oleh pembuluh darah yang berdilatasi, umumnya pada salah satu bagian tertentu dari mata yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Walaupun episkleritis sederhana dan episkleritis nodular dapat tampak sedikit berbeda, tetapi banyak tanda dan gejala yang cukup serupa, di antaranya:

  • Produksi air mata berlebih.
  • Sensitivitas terhadap cahaya terang.
  • Sensasi, seperti terbakar, nyeri, ataupun mengganjal pada mata.

Tanda dan gejala tersebut umumnya tidak memengaruhi daya lihat. Selain itu, umumnya tanda dan gejala dapat mereda setelah beberapa minggu.

Penyebab Episkleritis

Penyebab dari episkleritis tidak diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini sering kali diamati terjadi pada individu dengan penyakit peradangan, seperti:

  • Arthritis rheumatoid.
  • Lupus.
  • Penyakit Crohn.

Diagnosis Episkleritis

Diagnosis dari episkleritis umumnya ditentukan berdasarkan wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu bila dinilai dibutuhkan. Dokter mata yang memeriksa dapat melakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh, dan menilai warna dari mata. Dokter mata juga dapat menggunakan pemeriksaan slit lamp, yang membantu untuk memvisualisasi bagian depan dari mata secara tiga dimensi.

Pengobatan dan Efek Samping Episkleritis

Episkleritis sering kali mereda dengan sendirinya. Bila penampilan yang disebabkan oleh kondisi ini dinilai mengganggu, maka dokter dapat meresepkan beberapa pengobatan tertentu, seperti pengobatan anti-radang, air mata buatan, dan sebagainya, sesuai dengan indikasi.

Untuk mempercepat pemulihan, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan pengidap secara mandiri.

  • Menggunakan kompres dingin pada mata saat mata tertutup.
  • Memakai obat tetes mata berisi air mata buatan.
  • Mengenakan kacamata saat berada di luar untuk melindungi mata dari cahaya terang.
  • Namun jika episkleritis terasa mengganggu, obat tetes mata atau salep mata dapat digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman.

Efek samping atau komplikasi akibat episkleritis bisa saja muncul kembali dalam waktu beberapa bulan setelah sembuh. Jika kondisi ini kambuh, maka dokter dapat memeriksa kemungkinan adanya penyakit peradangan yang menyertai episkleritis. Episkleritis tidak akan menimbulkan akibat serius dalam jangka panjang, kecuali jika terkait penyakit peradangan lain.

Pencegahan Episkleritis

Oleh karena penyebab dari episkleritis tidak diketahui secara pasti, maka belum terdapat metode pencegahan yang efektif secara sepenuhnya dalam menghindari terjadinya kondisi ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika episkleritis belum pulih dalam jangka waktu 7—10 hari atau bahkan semakin memburuk, dokter perlu menyelidiki lebih lanjut tentang kemungkinan terjadinya skleritis (peradangan jaringan sklera) pada pengidap.