11 October 2018

4 Faktor Risiko pada Remaja yang Bisa Terkena Borderline Personality Disorder

4 Faktor Risiko pada Remaja yang Bisa Terkena Borderline Personality Disorder

Halodoc, Jakarta – Salah satu gangguan mental yang banyak ditemui di kalangan remaja adalah borderline personality disorder (BPD). Kondisi yang juga dikenal dengan gangguan kepribadian ambang batas ini sering ditandai dengan suasana hati yang mudah berubah-ubah. Tak jarang, perubahan suasana hati tersebut juga berdampak pada citra diri yang senantiasa berubah-ubah pula.

Orang yang mengalami kondisi ini cenderung memiliki cara berpikir, pandangan, serta perasaan yang berbeda dibanding orang lain. Tak hanya itu, borderline personality disorder juga bisa membuat pengidapnya bertindak secara impulsif. Kondisi ini tak jarang mengakibatkan timbulnya masalah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, serta dapat mengganggu dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Gejala dari gangguan ini memang kerap muncul pada masa remaja menjelang dewasa, dan bisa bertahan saat usia dewasa. Gejala gangguan kepribadian yang muncul biasanya ditandai dengan tanda-tanda yang ringan, tetapi seiring berjalannya waktu, hal itu bisa menjadi lebih berat dari yang bisa dibayangkan.

Mulanya, remaja dengan BPD akan menunjukkan gejala berupa kondisi mood alias suasana hati yang tidak stabil. Terkadang, kondisi ini bisa bertahan hingga beberapa jam atau hingga waktu yang cukup panjang. Perubahan mood sering membuat pengidapnya seperti merasa hampa atau kosong dan kesulitan untuk mengendalikan amarah.

Selanjutnya, gejala yang akan terjadi adalah gangguan pola pikir dan persepsi, seperti tiba-tiba merasa dirinya sangat buruk hingga tidak pantas hidup. Pengidapnya juga sering dipenuhi rasa takut diabaikan dan memicu melakukan hal-hal yang tidak wajar dan bersifat impulsif. Berita buruknya, perilaku ini ternyata bisa membahayakan diri sendiri, sebab tindakan yang dilakukan bisa sangat ceroboh, tidak bertanggung jawab, bahkan melukai diri sendiri.

Masalah juga bisa muncul di tengah pertemanan dan pergaulan orang yang memiliki gangguan mental yang satu ini. Orang dengan BPD bisa menjalin hubungan yang intens, tetapi tidak stabil. Sebenarnya, apa saja faktor risiko yang menyebabkan remaja terkena gangguan ini?

1. Genetik

Ada sejumlah penelitian yang menyebut bahwa faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami gangguan ini. Sebab, ada kemungkinan gangguan kepribadian bisa diturunkan secara genetik.

2. Lingkungan

Faktor lingkungan bisa menjadi penyebab paling kuat seseorang mengalami gangguan kepribadian, bahkan penyakit mental. Pada borderline personality disorder, faktor lingkungan yang negatif sering dicurigai sebagai pemicu remaja mengalami gangguan ini. Misalnya, merasa tidak diterima di lingkungan pertemanan, pernah mengalami pelecehan atau penyiksaan semasa kecil, hingga pernah diabaikan atau dicampakkan oleh orang terdekat, seperti orangtua dan keluarga.

3. Kelainan pada Otak

Pada beberapa penelitian, pengidap BPD disebut mengalami perubahan struktur dan fungsi otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Tak hanya itu, gangguan kepribadian ambang batas ini juga menyebabkan terjadinya kelainan fungsi pada otak. Dalam hal ini, ditemukannya kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam mengatur emosi.

4. Ciri Kepribadian Tertentu

BPD juga bisa terjadi karena ciri kepribadian tertentu. Pasalnya, memang ada beberapa tipe kepribadian yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ini, misalnya kepribadian agresif dan impulsif.

Punya faktor risiko dan gejala gangguan kepribadian tersebut? Jangan ragu untuk menanyakannya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan seputar kondisi mental atau gangguan kesehatan lain melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips dan informasi lengkap dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: