Gangguan Kepribadian Ambang

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan hubungan yang tidak stabil dengan orang lain. Pengidap gangguan ini biasanya memiliki emosi yang labil. Selain itu, mereka juga memiliki dorongan atau kencenderungan untuk menyakiti dirinya. Misalnya dengan meongonsumsi alkohol atau melakukan seks bebas.

Di samping itu, pengidap gangguan kepribadian ambang juga sulit berinteraksi dengan orang lain. Sebab, mereka dianggap tidak memiliki kepribadian yang baik dalam lingkungan atau keluarga.

 

Faktor Risiko Gangguan Kepribadian Ambang

Setidaknya ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya gangguan kepribadian ambang. Misalnya, mereka yang pernah mengalami tindakan kekerasan atau pelecehan. Di samping itu, anak-anak yang diabaikan juga bisa terkena gangguan kepribadian ini.

 

Penyebab Gangguan Kepribadian Ambang

Sayangnya, hingga kini penyebab gangguan kepribadian ambang belum diketahui dengan pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa faktor genetik, psikologis, dan sosial, seperti riwayat pelecehan atau penyiksaan yang dialami semasa kecil, berkaitan dengan terjadinya gangguan kepribadian ini.

Penyakit ini umumnya juga akan semakin berdampak negatif jika disertai dengan gangguan neurologis lain, seperti depresi, rasa cemas, penggunaan narkoba, dan juga suasana hati yang terganggu.

Baca juga: Hati-Hati, BPD Borderline Personality Disorder Memicu Komplikasi Ini 

 

Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Gejala cukup bervariasi, beberapa tandanya sebagai berikut:

  • Gangguan pemahaman identitas.

  • Impulsif, tidak berpikir panjang.

  • Reaksi emosi yang intens dan sulit terkontrol.

  • Melakukan atau berprilaku yang membahayakan atau merusak diri sendiri.

  • Disosiasi, sulit berinteraksi normal dengan orang lain atau suatu kelompok.

  • Umumnya terdapat depresi, kecemasan berlebihan, kemarahan tidak pada tempatnya, dan penyalahgunaan obat-obatan.

  • Pengidap dengan BPD memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap penolakan atau kritik.

 

Diagnosis Gangguan Kepribadian Ambang

Penentuan diagnosis dimulai dengan diskusi antara dokter dan pengidap tentang gejala yang dialami. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan pengidap dan keluarga, termasuk riwayat gangguan mental. Setelah menemukan adanya perilaku yang sesuai dengan pola gejala dan menyingkirkan kemungkinan lain lewat pemeriksaan fisik, dokter akan menetapkan diagnosis.

 

Komplikasi Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang yang tak diatasi dengan tepat atau dibiarkan berlarut-larut, bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada pengidapnya. Misalnya:

  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan atau penyalahgunaan obat-obatan.

  • Mengidap gangguan kecemasan.

  • Mengidap gangguan pola makan.

  • Mengidap gangguan bipolar.

  • Mengidap gangguan stres paskatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD).

  • Mengidap gangguan bernama attention deficit/hyperactivity disorder (ADHD) atau penyakit hiperaktif.

  • Mengidap gangguan kepribadian.

  • Kehilangan hubungan yang baik dengan sesama maupun pasangan, baik dalam pertemanan maupun perkawinan.

  • Berada dalam hubungan yang tidak sehat atau penuh kekerasan.

  • Kehilangan pekerjaan atau sering berganti pekerjaan.

  • Kehilangan kesempatan dalam menyelesaikan pendidikan.

  • Terlibat dengan hukum, hingga masuk penjara.

  • Mengalami cedera fisik akibat kecenderungan menyakiti diri sendiri.

  • Mengalami kehamilan di luar rencana, memiliki penyakit menular seksual, atau kecelakaan akibat memiliki perilaku yang impulsif dan berisiko.

  • Melakukan percobaan bunuh diri.

Baca juga: Inilah 4 Gejala BPD Borderline Personality Disorder yang Mesti Diwaspadai

 

Pengobatan Gangguan Kepribadian Ambang

Pengobatan pada dasarnya harus merupakan kombinasi antara psikoterapi dan pengobatan farmakologi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Psikoterapi adalah terapi pilihan. Salah satu contoh psikoterapi yang dapat digunakan adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini berupaya mengubah perilaku menyimpang dan kepercayaannya dengan melakukan identifikasi masalah pengidap.

Golongan obat yang dapat digunakan adalah obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI). Pengidap yang mendapatkan obat golongan ini diketahui menunjukkan perbaikan dari segi kemarahan dan perilaku agresif. Komplikasi yang mungkin muncul jika tidak tertangani, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

 

Pencegahan Gangguan Kepribadian Ambang

Sampai saat ini belum ditemukan metode yang efektif dalam pencegahan. Namun, salah satu pemicu munculnya gangguan kepribadian ini adalah faktor lingkungan, seperti pola perilaku yang salah di sekitarnya. Perilaku yang salah tersebut, baik secara verbal, adanya kekerasan seksual, dan pelecehan emosional saat masa kanak-kanak.

Karena itu, menciptakan lingkungan yang positif serta relatif aman dan bebas dari berbagai pelecehan verbal dan fisik sangat dibutuhkan. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dan berkembang lebih sehat serta optimal.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan tersebut, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini.

Referensi:
 Mayo Clinic. Diseases and Conditions. Diakses pada 2019. Personality Disorders.
NIH. National Institute of Mental Health. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder.

Diperbarui pada 3 September 2019