• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan Kepribadian Ambang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Gangguan Kepribadian Ambang

Pengertian Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder adalah kondisi kronis yang ditandai dengan ketidakstabilan suasana hati, citra diri, dan perilaku. Pengidap gangguan ini juga kesulitan dengan hubungan interpersonal, rentan melukai diri sendiri, dan berpotensi melakukan upaya bunuh diri.

Ketidakstabilan ini sering mengganggu kehidupan keluarga dan pekerjaan, perencanaan jangka panjang, dan rasa identitas individu. Orang dengan gangguan ini awalnya dianggap berada di “perbatasan” antara psikosis dan neurosis, karena kesulitan dengan regulasi emosi. 

Pengidap gangguan kepribadian ambang sering kali membutuhkan layanan kesehatan mental yang ekstensif, dan mencakup 20 persen rawat inap psikiatri. Namun, dengan bantuan ahlinya, mayoritas orang yang mengidap kondisi ini bisa menjadi stabil dan menjalani kehidupan yang produktif.

Penyebab Gangguan Kepribadian Ambang

Seperti gangguan kesehatan mental lainnya, penyebab gangguan kepribadian ambang tidak sepenuhnya diketahui. Selain faktor lingkungan (seperti riwayat pelecehan atau penelantaran saat kecil), gangguan ini juga bisa dipicu oleh:

  • Genetik. Gangguan kepribadian ambang sangat terkait dengan gangguan kesehatan mental lainnya di antara anggota keluarga.
  • Kelainan otak. Bahan kimia otak tertentu yang membantu mengatur suasana hati, seperti serotonin, mungkin tidak berfungsi dengan baik.

Faktor Risiko Gangguan Kepribadian Ambang

Beberapa faktor yang berhubungan dengan perkembangan kepribadian dapat meningkatkan risiko gangguan kepribadian ambang, termasuk:

  • Predisposisi turun temurun. Kamu mungkin berisiko lebih tinggi jika kerabat dekat, ibu, ayah, saudara lelaki atau perempuan, memiliki kelainan yang sama atau serupa.
  • Masa kecil yang penuh tekanan. Misalnya pengalaman dilecehkan atau diabaikan selama masa kanak-kanak. 

Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Gejala gangguan kepribadian ambang cukup bervariasi. Beberapa tandanya adalah sebagai berikut:

  • Gangguan pemahaman identitas.
  • Impulsif, tidak berpikir panjang.
  • Reaksi emosi yang intens dan sulit terkontrol.
  • Melakukan atau berperilaku yang membahayakan atau merusak diri sendiri.
  • Disosiasi, sulit berinteraksi normal dengan orang lain atau suatu kelompok.
  • Umumnya terdapat depresi, kecemasan berlebihan, kemarahan tidak pada tempatnya, dan penyalahgunaan obat-obatan.
  • Pengidap dengan BPD memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap penolakan atau kritik.

Diagnosis Gangguan Kepribadian Ambang

Penentuan diagnosis dimulai dengan diskusi antara dokter dan pengidap tentang gejala yang dialami. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan pengidap dan keluarga, termasuk riwayat gangguan mental. 

Setelah menemukan adanya perilaku yang sesuai dengan pola gejala dan menyingkirkan kemungkinan lain lewat pemeriksaan fisik, dokter akan menetapkan diagnosis.

Pengobatan Gangguan Kepribadian Ambang

Pengobatan pada dasarnya harus merupakan kombinasi antara psikoterapi dan pengobatan farmakologi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Psikoterapi adalah terapi pilihan. Salah satu contoh psikoterapi yang dapat digunakan adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini berupaya mengubah perilaku menyimpang dan kepercayaannya dengan melakukan identifikasi masalah pengidap.

Golongan obat yang dapat digunakan adalah obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI). Pengidap yang mendapatkan obat golongan ini diketahui menunjukkan perbaikan dari segi kemarahan dan perilaku agresif. Komplikasi yang mungkin muncul jika tidak tertangani, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Komplikasi Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang dapat merusak banyak hal dalam kehidupan. Ini dapat berdampak negatif pada hubungan intim, pekerjaan, sekolah, aktivitas sosial, dan citra diri, yang mengakibatkan:

  • Perubahan atau kehilangan pekerjaan yang berulang.
  • Tidak menyelesaikan pendidikan.
  • Berhadapan dengan masalah hukum.
  • Hubungan yang penuh konflik, stres perkawinan atau perceraian.
  • Mencederai diri sendiri, seperti memotong atau membakar, dan sering dirawat di rumah sakit.
  • Keterlibatan dalam hubungan yang kasar.
  • Kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual, kecelakaan kendaraan bermotor dan perkelahian fisik akibat perilaku impulsif dan berisiko.
  • Mencoba atau melakukan bunuh diri.

Selain itu, pengidap mungkin memiliki gangguan kesehatan mental lainnya, seperti:

  • Depresi.
  • Alkohol atau penyalahgunaan zat lainnya.
  • Gangguan kecemasan.
  • Gangguan makan.
  • Gangguan bipolar.
  • Gangguan stres pascatrauma (PTSD).
  • Gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD).
  • Gangguan kepribadian lainnya.

Pencegahan Gangguan Kepribadian Ambang

Sampai saat ini belum ditemukan metode yang efektif dalam pencegahan gangguan kepribadian ambang. Namun, salah satu pemicu munculnya gangguan kepribadian ini adalah faktor lingkungan, seperti pola perilaku yang salah di sekitarnya. 

Oleh karena itu, menciptakan lingkungan yang positif serta relatif aman dan bebas dari berbagai pelecehan verbal dan fisik sangat dibutuhkan. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dan berkembang lebih sehat serta optimal.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala gangguan kepribadian ambang yang tadi dijelaskan, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter. Penanganan yang tepat dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini. Agar mudah, kamu bisa download Halodoc untuk buat janji dengan dokter atau psikiater di rumah sakit favoritmu.

Referensi:
Mayo Clinic. Diseases and Conditions. Diakses pada 2022. Borderline Personality Disorders.
NIH. National Institute of Mental Health. Diakses pada 2022. Borderline Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2022. Borderline Personality Disorder.
American Family Physician. Diakses pada 2022. Borderline Personality Disorder.

Diperbarui pada 16 April 2022