4 Faktor yang Meningkatkan Risiko Mesothelioma

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Faktor yang Meningkatkan Risiko Mesothelioma

Halodoc, Jakarta - Mesothelioma adalah jenis kanker ganas dan mematikan yang menyerang lapisan tipis jaringan yang menutupi sebagian besar organ dalam tubuh atau mesothelium. Paru-paru menjadi organ utama yang rentan terserang mesothelioma, meski bisa juga terjadi pada jantung, perut, dan testis pada pria. Sayangnya, sulit untuk menyembuhkan kanker ganas ini, meski perawatan bisa membantu mengendalikan gejalanya. 

Umumnya, kanker terjadi ketika ada perubahan atau mutasi pada DNA sel. DNA ini berisi instruksi yang memberi tahu sel tentang yang harus dilakukan, sementara mutasi memberikan informasi pada sel untuk tumbuh dan berkembang biak di luar kendali. Akibatnya, sel abnormal menumpuk dan membentuk tumor. 

Meski begitu, masih belum jelas penyebab terjadinya mutasi genetik awal yang mengarah ke kanker ganas ini. Namun, diduga ada banyak faktor yang memengaruhi dan meningkatkan risikonya. Yuk, ketahui lebih lanjut!

Baca juga: Mutasi Genetik Bisa Sebabkan Dystonia di Usia Muda

Faktor Risiko Mesothelioma, Apa Saja?

Paparan asbes menjadi faktor risiko utama untuk kasus mesothelioma. Asbes merupakan mineral yang bisa didapat dengan mudah dan tersebar secara alami di lingkungan sekitar. Serat asbes kuat dan tahan panas, membuatnya bermanfaat dalam berbagai aplikasi, seperti isolasi, rem, lantai, dan banyak produk lainnya. 

Ketika terjadi kerusakan, misalnya sedang dalam proses penambangan atau ketika melepas isolasi asbes, debu ini dapat tercipta. Jika terhirup atau tertelan, serat asbes bisa mengendap di paru-paru atau perut dan mengiritasi sehingga terjadilah mesothelioma.

Baca juga: Ini 6 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Artinya, kondisi kanker ganas tersebut bisa terjadi faktor lainnya. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya yang berisiko, yaitu:

  • Kondisi kesehatan pribadi. Jika kamu terpapar asbes secara langsung, baik di lingkungan kerja maupun di rumah, risiko terjadinya mesothelioma meningkat. 

  • Tinggal dengan seseorang yang berisiko terkena paparan asbes. Orang yang terpapar asbes membawa serat ini ke rumah pada kulit dan pakaian. Paparan yang terjadi selama bertahun-tahun memicu terjadinya risiko mesothelioma pada mereka yang tinggal satu atap. Kurangi risiko dengan mandi dan berganti pakaian sebelum meninggalkan kantor. 

  • Riwayat keluarga. Mesothelioma bisa terjadi karena faktor genetik. Jika orangtua, saudara, atau sanak keluarga lain mengidap mesothelioma, kamu mungkin memiliki risiko yang sama tingginya. 

  • Terapi radiasi pada dada. Jika kamu melakukan terapi radiasi untuk kanker di bagian dada, mesothelioma juga mungkin terjadi. 

Baca juga: 4 Penyakit Ini Memerlukan Terapi Radiasi

Ketika mesothelioma pleura menyebar di bagian dada, akan terjadi tekanan pada area tersebut. Ini bisa memicu terjadinya komplikasi, seperti sulit bernapas, sakit pada dada, sulit menelan, nyeri yang terjadi karena tekanan pada saraf dan sumsum tulang belakang, dan akumulasi cairan di dada atau efusi pleura yang menekan paru-paru di dekatnya dan membuat kamu menjadi sulit bernapas. 

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Mengurangi paparan asbes dapat menurunkan risiko terjadinya mesothelioma. Jadi, cari tahu apakah kamu bekerja di lingkungan yang tinggi paparan asbes. Beberapa jenis pekerjaan yang sangat berisiko akan paparan asbes seperti tukang ledeng, penambang asbes, pekerja galangan kapal, mekanik, dan tukang bangunan. Ikuti peraturan keselamatan yang dianjurkan untuk menghindari dampak buruk paparan dan komplikasinya. 

Apa pun yang kamu rasakan tentang tubuh kamu, jangan ragu untuk segera bertanya pada dokter ahli. Pakai aplikasi Halodoc, segera download aplikasinya di ponselmu. Di Halodoc, kamu bisa langsung bertanya jawab dengan dokter ahli tanpa perlu lama menanti.