Inilah 6 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah 6 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Halodoc, Jakarta – Penyakit paru-paru mengacu pada gangguan yang memengaruhi paru-paru, organ yang memungkinkan kita untuk bernapas. Penyakit paru-paru merupakan masalah utama bagi wanita. Jumlah wanita Amerika Serikat, yang didiagnosis dengan penyakit paru-paru terus meningkat. Lebih banyak wanita juga meninggal karena penyakit paru-paru.

Tanda-tanda awal penyakit paru-paru mudah diabaikan. Seringkali tanda awal penyakit paru-paru adalah tidak memiliki tingkat energi seperti biasa. Tanda dan gejalanya dapat berbeda berdasarkan jenis penyakit paru-paru. Tanda-tanda umumnya, yaitu:

  • Kesulitan bernapas

  • Sesak napas

  • Merasa seperti kamu tidak mendapatkan cukup udara

  • Kemampuan berolahraga menurun

  • Batuk yang tidak akan hilang

  • Batuk darah atau lendir

  • Nyeri atau tidak nyaman saat menarik atau mengeluarkan napas

Berikut hal-hal yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru, yaitu:

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Sakit Paru-Paru Sebelah Kiri

  1. Berhenti Merokok

Jika kamu merokok, hal terpenting yang dapat dilakukan adalah berhenti. Bicaralah dengan dokter tentang cara terbaik untuk berhenti. Semua jenis merokok (rokok, cerutu, pipa, dan ganja) dapat meningkatkan kemungkinan penyakit paru-paru.

  1. Hindari Asap Rokok

Jika kamu tinggal atau bekerja dengan orang yang merokok, pipa, atau cerutu, minta mereka merokok di luar. Non-perokok memiliki hak untuk tempat kerja yang bebas asap rokok.

  1. Tes untuk Radon

Cari tahu apakah ada radon gas tingkat tinggi di rumah atau tempat kerjamu. Kamu dapat membeli alat tes radon di sebagian besar toko perangkat keras. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, menawarkan informasi tentang cara menangani radon.

  1. Hindari Asbes

Paparan asbes dapat menyebabkan parut pada paru-paru, kanker paru-paru, dan penyakit paru-paru serius lainnya. Asbes dapat menjadi perhatian khusus bagi mereka yang pekerjaannya membuat mereka berhubungan dengannya. Ini termasuk orang yang memelihara bangunan yang memiliki insulasi atau bahan lain yang mengandung asbes dan orang yang memperbaiki rem mobil atau kopling.

Baca juga: Kenali Gejala Emboli Paru

Pengusaha dari mereka yang bekerja dengan asbes harus menawarkan pelatihan tentang keamanan asbes dan harus secara teratur memeriksa tingkat paparan. Mereka juga harus menyediakan cara untuk membatasi paparan, seperti masker pernapasan khusus yang menyaring debu asbes dari udara.

  1. Lindungi Diri dari Debu dan Asap kimia

Bekerja dalam kondisi berdebu dan dengan bahan kimia dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru. Dan risikonya bukan hanya dari bahan kimia industri. Banyak produk yang digunakan di rumah, seperti cat dan pelarut, dapat menyebabkan atau memperburuk penyakit paru-paru. Baca label dan ikuti instruksi untuk digunakan.

Jika memungkinkan, hindari menggunakan produk yang menyebabkan iritasi mata, hidung, atau tenggorokan. Jika kamu tidak dapat menghindarinya, gunakan sesedikit mungkin dan hanya di area yang berventilasi baik. Pakailah alat pelindung, seperti topeng khusus. Pastikan kamu tahu jenis peralatan yang dibutuhkan dan cara memakainya.

Baca juga: Waspadai 5 Penyakit Paru yang Umum Terjadi

  1. Makanlah Makanan yang Sehat

National Cancer Institute, mencatat bahwa penelitian menunjukkan bahwa makan banyak buah atau sayuran dapat membantu menurunkan risiko kanker paru-paru. Tentu saja, diet tidak dapat menghilangkan kerusakan yang disebabkan oleh perilaku tidak sehat, seperti merokok.

Tanyakan ke dokter apakah kamu harus menjalani tes spirometri. Beberapa kelompok merekomendasikan pengujian spirometri rutin pada orang yang berisiko, seperti orang yang berusia di atas 45 tahun dan merokok dan mereka yang terpapar zat perusak paru-paru di tempat kerja.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara menjaga kesehatan paru-paru, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.