17 January 2019

Awas, Inilah 4 Gangguan Bicara yang Bisa Dialami Anak

Disartria, saraf, gangguan spektrum autisme

Halodoc, Jakarta - Setiap orangtua pasti sangat memperhatikan pertumbuhan sang buah hati. Hal yang ditakuti orangtua mengenai tumbuh kembang Si Kecil adalah adanya terlambat berbicara. Pada pertumbuhan normal, anak usia 1,5 tahun minimal sudah bisa mengucapkan minimal 5 kata. Seorang anak bisa dikatakan terlambat berbicara jika sudah mencapai umur 2-3 tahun, tetapi belum bisa berbicara dengan lancar. Berikut ini beberapa jenis gangguan bicara yang bisa dialami oleh anak, antara lain:

Baca juga: Bagaimana Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Ideal?

  • Disartria

Disartria merupakan kelainan pada sistem saraf, sehingga memengaruhi otot yang berfungsi untuk berbicara. Kondisi ini tidak memengaruhi kecerdasan maupun tingkat pemahaman Si Kecil. Disartria ditandai dengan gejala suara serak, nada bicara yang monoton, berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat, bicara cadel, tidak mampu bicara dengan volume yang keras, kesulitan dalam menggerakkan lidah maupun otot-otot wajah, dan kesulitan dalam menelan karena air liur keluar secara tidak terkontrol.

Si Kecil pengidap kondisi ini mengalami kesulitan dalam mengontrol otot-otot bicara, karena bagian otak serta saraf yang mengontrol pergerakan otot tersebut tidak berfungsi dengan normal. Beberapa kondisi medis yang dapat menimbulkan disartria, antara lain cedera kepala, tumor otak, infeksi otak, atau kelumpuhan otak.

  • Apraksia

Apraksia merupakan gangguan saraf pada otak yang membuat anak kesulitan dalam mengkoordinasi otot yang digunakan saat berbicara. Anak dengan kondisi ini mengetahui apa yang ingin dikatakan, tetapi kesulitan untuk berbicara. Apraksia pada anak biasanya disebabkan oleh gangguan genetik dan metabolisme. Selain itu, kondisi ini juga dapat dialami jika ibu mengonsumsi alkohol atau obat terlarang saat sedang hamil. Apraksia biasanya baru bisa terdeteksi pada anak di bawah usia tiga tahun.

Gejala yang muncul antara lain, kurangnya ocehan ketika bayi, tampak kesulitan menggerakkan mulut untuk mengunyah, menghisap atau meniup, serta lebih sering menggunakan gerakan tubuh untuk berkomunikasi. Selain itu, gejala juga bisa berupa kesulitan saat mengucapkan huruf konsonan yang berada di awal dan akhir kata, dan susah mengucapkan kata yang sama untuk kedua kalinya.

Baca juga: Mengenali Tanda Speech Delay pada Anak

  • Gangguan Spektrum Autisme (GSA)

GSA merupakan kelainan otak yang berdampak pada kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak. Gejala gangguan spektrum autisme biasanya muncul di awal masa kanak-kanak. Anak-anak pengidap GSA terlihat seperti hidup di dalam dunianya sendiri. Anak pengidap autisme memiliki kemampuan yang lemah untuk mengekspresikan diri sendiri dalam percakapan. Bicara mereka bisa jadi berulang atau memiliki kemampuan komunikasi verbal yang lemah.

  • Cerebral Palsy

Cerebral palsy merupakan kondisi ketika anak memiliki kesulitan dalam bergerak dan mempertahankan keseimbangan dan postur tubuh. Gejala kondisi ini biasanya muncul selama masa taman kanak-kanak atau balita. Anak-anak bisa mengalami kekurangan kekakuan otot, koordinasi otot, sulit berjalan, gerakan yang lambat, keterlambatan perkembangan kemampuan berbicara dan sulit bicara, kejang, dan sulit makan.

Gangguan ini bersifat serius dan disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak saat masih dalam masa perkembangan. Anak dengan cerebral palsy membutuhkan perawatan jangka panjang. Misalnya seperti obat-obatan untuk membantu meningkatkan kemampuan fungsional, meredakan nyeri, dan mencegah terjadinya komplikasi.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Sebabkan Gangguan Otak Pada Anak

Ibu dapat mencegah penyakit ini dengan berdiskusi dengan psikolog anak tentang tumbuh kembang anak. Bicarakan dengan para ahli tentang tumbuh kembang anak. Jika ibu ingin bertanya seputar masalah kesehatan Si Kecil, Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, ibu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Setelah berdiskusi, ibu bisa langsung membeli obat yang telah diresepkan oleh dokter, dan pesanan akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!