04 February 2019

4 Gejala Kanker Mulut yang Sering Diabaikan

gejala kanker mulut

Halodoc, Jakarta - Gejala kanker mulut cenderung sulit dikenali, karena sering kali mirip dengan indikasi penyakit lain. Seperti kanker pada umumnya, kanker mulut jarang menimbulkan gejala pada stadium awal sehingga cukup sulit dideteksi.

Minimnya pengetahuan mengenai gejala awal, membuat kanker mulut baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Selain itu, banyak pula pengidap yang tidak tahu harus mengambil tindakan apa. Banyak juga yang tidak tahu bahwa harus berdiskusi dengan dokter yang tepat, karena tanda-tanda kanker mulut yang kurang begitu dikenali.

Meski begitu, kamu perlu waspada jika mengalami tanda-tanda seperti:

  1. Gejalanya Mirip Sariawan

Gejala awal yang biasanya terjadi pada pengidap kanker mulut adalah munculnya sariawan. Berbeda dengan sariawan yang sewajarnya, sariawan pada kasus kanker mulut tanpa sebab. Sariawan muncul begitu saja dan tidak kunjung sembuh hingga satu bulan. Jika memang tidak kunjung sembuh hingga melebihi satu bulan, kamu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mulut.

  1. Muncul Bercak Merah atau Putih dalam Mulut

Jika sariawan munculnya tampak seperti luka, bercak merah, atau putih seperti benjolan yang muncul pada bagian mulut. Bisa pada lidah, gusi, atau bahkan tulang pipi sekali pun.

  1. Benjolan pada Mulut

Selain sariawan, bercak, benjolan pada mulut juga menjadi tanda dari kanker mulut. Benjolan di mulut tanpa diiringi dengan rasa sakit dan tidak kunjung hilang.

  1. Gigi Terasa Goyang Tanpa Sebab

Gejala lainnya adalah gigi terasa goyang tanpa sebab.

Sama halnya dengan gejala yang sulit terdeteksi, penyebab kanker mulut pun belum diketahui secara pasti sampai sekarang. Namun, beberapa faktor risiko tertentu dapat memicu perkembangan sel kanker yang mengganas di area mulut. Misalnya, kebersihan oral (mulut dan gigi) yang buruk, penyakit gusi kronis, gigi berlubang yang tidak terobati, kebiasaan merokok dan minum minuman keras, infeksi virus HPV, paparan sinar matahari berlebih, hingga faktor genetik.

Baca juga: 7 Penyebab Bau Tak Sedap Pada Mulut

Perokok berisiko 1,6 kali lebih tinggi untuk terkena kanker mulut. Sementara itu, risiko kanker mulut pada orang-orang yang tidak menjaga kebersihan mulut-giginya dengan baik meningkat hingga 2.34 kali lipat daripada orang yang menjaga kebersihan mulutnya.

Karena penyebabnya yang belum diketahui, kanker mulut tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, kamu dapat mengambil langkah sederhana untuk menurunkan risiko maupun menghambat perkembangannya, yaitu:

  • Jangan menggunakan tembakau dalam bentuk apapun, termasuk merokok.

  • Hindari konsumsi minuman keras.

  • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang, khususnya dengan meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan.

  • Menjaga kebersihan mulut, misalnya rajin menyikat gigi.

  • Memeriksakan kesehatan gigi secara teratur, setidaknya setahun sekali.

Baca juga: Yang Perlu Diketahui tentang Kanker Lidah

Tiap langkah pengobatan tentu memiliki risiko, begitu juga dengan penanganan kanker mulut. Kesulitan menelan dan gangguan kemampuan bicara adalah komplikasi utama yang dapat terjadi setelah kamu menjalani operasi dan radioterapi.

Kesulitan menelan termasuk komplikasi yang serius karena dapat menyebabkan kekurangan gizi serta memicu pneumonia aspirasi. Hal tersebut terjadi akibat adanya makanan yang masuk ke saluran pernapasan dan tersangkut di paru-paru. Komplikasi ini biasanya akan membaik seiring proses penyembuhan dan terapi. Namun, tetap ada kemungkinan kemampuan menelan kamu tidak akan pulih sepenuhnya.

Sama halnya dengan menelan, radioterapi dan operasi juga berpotensi menyebabkan gangguan dalam kemampuan bicara kamu. Karena itu, terapi wicara akan sangat bermanfaat untuk mengembalikan kemampuan bicara kamu.

Baca juga: Waspada Kanker Lidah Bisa Menyerang tanpa Disadari

Itulah gejala kanker mulut yang perlu kamu ketahui, jika kamu mengalami salah satu gejala di atas sebaiknya segera diskusikan masalah kanker mulut yang kamu alami pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.