17 November 2018

4 Gejala Polip Rahim yang Harus Diketahui Wanita

4 Gejala Polip Rahim yang Harus Diketahui Wanita

Halodoc, Jakarta – Polip rahim merupakan satu kondisi yang menyebabkan pertumbuhan jaringan tidak normal pada dinding rahim atau endometrium. Wanita bisa memiliki satu atau beberapa polip rahim yang bentuknya bisa bulat maupun lonjong dengan ukuran mulai dari beberapa milimeter hingga sentimeter. Berita buruknya, kondisi ini memiliki peluang untuk berkembang menjadi kanker atau disebut juga polip prakanker.

Masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya polip rahim pada wanita. Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan perubahan pada kadar hormon estrogen yang terjadi setiap bulan. Selain itu, masih ada beberapa faktor yang diduga berkaitan dengan munculnya polip rahim pada wanita. Mulai dari faktor usia, kelebihan berat badan, konsumsi obat tertentu, dan hipertensi.

Gejala Polip Rahim yang Harus Diketahui

Pada dasarnya, gejala polip rahim yang muncul bisa berbeda-beda antara satu orang dan yang lainnya. Namun, ada beberapa gejala umum yang sering muncul sebagai tanda dari penyakit ini. Apa saja?

1. Menstruasi tidak Teratur

Salah satu gejala yang bisa menjadi tanda adanya polip rahim adalah siklus menstruasi yang mulai tidak teratur. Misalnya, jarak siklus menstruasi menjadi terlalu dekat atau menstruasi bisa terjadi lebih dari satu kali dalam satu bulan. Padahal, dalam kondisi normal siklus menstruasi adalah 21 hingga 35 hari.

2. Menorrhagia

Kondisi menorrhagia terjadi saat haid atau darah menstruasi keluar secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlalu banyak. Wanita yang mengalami kondisi ini bisa mengeluarkan darah haid hingga 60—80 mililiter selama masa menstruasi. Padahal, normalnya wanita hanya mengeluarkan darah dengan jumlah rata-rata 30—40 mililiter .

3. Perdarahan

Polip rahim juga bisa memicu terjadinya perdarahan yang tidak wajar. Perdarahan biasanya terjadi di luar masa menstruasi dan sering terjadi tanpa terduga. Selain itu, perdarahan juga mungkin terjadi setelah seorang wanita mengalami menopause.

4. Sulit Hamil

Sulit hamil atau tidak bisa hamil (infertilitas) juga bisa menjadi tanda adanya polip dalam rahim seorang wanita. Meski demikian, tidak semua gejala sulit hamil berarti tanda polip rahim. Agar lebih jelas dan tepat, lakukanlah pemeriksaan untuk memastikan adakah keberadaan polip rahim atau tidak.

Pemeriksaan polip rahim dilakukan dengan menanyakan gejala-gejala yang dialami, terutama yang berkaitan dengan siklus menstruasi setiap bulan. Jika ada indikasi polip rahim, biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan beberapa pemeriksaan, seperti USG transvaginal, histeroskopi, hingga kuret atau biopsi dinding rahim.

Meski demikian, biasanya pengobatan polip rahim baru dilakukan jika gejala yang muncul sudah dianggap mengganggu kesehatan. Misalnya,, terjadinya perdarahan secara berlebihan saat menstruasi. Salah satu cara untuk menanganinya adalah dengan konsumsi obat penyeimbang hormon, termasuk hormon progesteron dan gonadotropin.

Cara penanganan lainnya adalah dengan melakukan pengangkatan polip rahim. Tindakan ini harus dilakukan jika polip rahim muncul saat wanita sedang hamil atau berencana hamil. Pengangkatan polip dapat dilakukan dengan tindakan histeroskopi. Sementara polip rahim yang berukuran kecil bisa ditangani dengan tindakan kuretase.

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips hidup sehat dan informasi seputar kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: