Polip Rahim

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Polip Rahim

Polip rahim adalah polip yang tumbuh dan menempel pada dinding dalam rahim dan bisa meluas hingga ke rongga rahim. Polip uteri/rahim biasanya bersifat jinak (bukan kanker), tetapi beberapa dari polip ini dapat berkembang menjadi sebuah keganasan (kanker).

Ukuran dari polip rahim bisa bervariasi dari beberapa milimeter hingga yang berukuran seperti bola golf. Polip ini menempel ke dinding rahim dengan sebuah tangkai yang lebar dan tipis. Polip rahim dapat tumbuh soliter (hanya satu) dan dapat tumbuh multipel (banyak). Biasanya, polip ini akan muncul pada wanita yang menuju menopause, tetapi tidak jarang polip rahim ini juga ditemukan pada wanita yang berusia muda.

 

Faktor Risiko Polip Rahim

Adapun faktor risiko terjadinya polip rahim adalah:

  • Wanita dalam fase pre-menopause atau post-menopause.

  • Memiliki tekanan darah tinggi.

  • Obesitas.

  • Mengonsumsi obat tamoxifen (obat yang digunakan untuk terapi kanker payudara).

Baca juga: Mengidap Polip Rahim, Bisakah Sembuh Total?

 

Penyebab Polip Rahim

Sayangnya, hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seorang wanita mengalami polip rahim. Salah satu faktor yang diduga dapat memicu munculnya penyakit ini adalah perubahan kadar hormon estrogen setiap bulan.

 

Gejala Polip Rahim

Gejala dari polip rahim meliputi:

  • Menstruasi yang ireguler, disertai jumlah perdarahan yang banyak.

  • Perdarahan di luar siklus menstruasi.

  • Jumlah perdarahan yang banyak saat menstruasi.

  • Perdarahan dari vagina setelah menopause.

  • Infertilitas.

Beberapa pengidap mengalami perdarahan minimal, sedangkan yang lainnya sama sekali tidak memiliki gejala.

Baca juga: Inilah 3 Jenis Polip yang Perlu Diketahui

 

Diagnosis Polip Rahim

Untuk memastikan diagnosis polip rahim, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan berupa wawancara medis terkait gejala-gejala dialami. Terutama yang menyangkut siklus menstruasi setiap bulan. Apabila terdapat kecurigaan adanya polip rahim, dokter akan menganjurkan seroang wanita untuk menjalankan pemeriksaan yang lebih detail untuk memastikan diagnosis. Jenis pemeriksaan tersebut, antara lain:

  • USG Transvaginal, pemeriksaan ini digunakan untuk melihat keadaan lapisan dinding dalam rahim atau endometrium. Polip bisa terlihat sebagai penebalan pada dinding dalam rahim yang abnormal.

  • Histeroskopi. Pemeriksaan ini ditujukan untuk memeriksa kondisi di dalam rahim dan mendeteksi apakah terdapat polip atau tidak dengan bantuan alat berupa kamera dan lampu kecil yang terpasang pada selang halus. Gambar yang tertangkap oleh kamera kemudian ditampilkan melalui monitor.

  • Biopsi Dinding Rahim. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel jaringan endometrium untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium guna memastikan apakah ada tanda tidak normal atau tidak.

 

Pengobatan Polip Rahim

Dalam penanganan polip rahim, dokter akan menganjurkan beberapa hal sebagai langkah pengobatan, antara lain:

  • Menunggu dan observasi. Biasanya, dianjurkan pada pengidap yang memiliki polip dengan ukuran kecil dan tidak memiliki gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Terapi menggunakan obat-obatan hormonal seperti progestin untuk meredam gejala yang ditimbulkan oleh polip. Pemberian obat-obatan ini juga ditujukan untuk menyeimbangkan hormon, termasuk di antaranya adalah hormon progestin dan gonadotropin. Obat penyeimbang hormon ini akan meredakan gejala secara sementara dan gejala bisa saja kembali muncul saat pengobatan dihentikan.  

  • Operasi pengangkatan polip.

Baca juga: Inilah Wanita yang Berisiko Terkena Polip Rahim

 

Pencegahan Polip Rahim

Sayangnya, hingga kini belum ditemukan adanya pencegahan yang diupayakan untuk mencegah terjadinya polip rahim. Namun, bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual, sangat dianjurkan untuk melakukan pengecekan ginekologi secara rutin, terutama jika memiliki riwayat memiliki polip rahim sebelumnya. Pengecekan secara rutin dianjurkan sebagai deteksi apabila terjadi rekurensi dari polip rahim.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala di atas, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Uterine Polyps.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Uterine Polyps.

Diperbarui pada 16 September 2019