23 August 2018

4 Hal yang Harus Diketahui sebelum Memulai Diet Keto

diet keto, diet

Halodoc, Jakarta – Diet keto menjadi populer dan banyak dilakukan orang sejak sejumlah public figure seperti Kim Kardashian dan Rihanna melakukannya. Pasalnya, orang-orang lebih memilih diet keto karena klaimnya bisa menurunkan berat badan tanpa olahraga. Tidak heran jika banyak orang tertarik mencoba.

Sebelum memutuskan untuk menerapkan diet ketogenik, ada beberapa yang perlu Kamu ketahui sebelumnya. Seperti dilansir dari Fitnessformen, dr. Ida Gunawan, MS, SpGk (K), spesialisasi gizi klinik, salah satu dokter gizi yang mengenalkan metode diet ketogenik di Indonesia, memberi beberapa “rambu-rambu” yang perlu diketahui.

Kebanyakan masyarakat hanya mampu menerapkan low ataupun moderate carbohydrate diet, dengan konsumsi karbohidrat berkisar antara <26 persen dan ataupun 26-45 persen.

Baca juga: 5 Fakta yang Harus Diketahui Tentang Diet Keto

Ada dua alasan utama: Pertama, orang Indonesia (dan Asia, pada umumnya) adalah carbo eater. Umumnya, orang mengonsumsi karbohidrat sebagai menu utama. Faktanya, konsumsi karbohidrat masyarakat Asia bisa 60-70 persen per hari dari total kalori (2.000). Oleh karena itu sangat sulit (bahkan tidak mungkin) asupan karbohidrat berada di level <10 persenperhari.

Kedua, diet ketogenik adalah diet yang punya risiko serius kalau dilakukan tanpa pengawasan ahli. Komplikasi akibat dari kesalahan melakukan diet ini pun enggak main-main. Kondisi karbohidrat yang rendah bisa memicu beragam masalah kesehatan, mulai dari mual, muntah, sakit kepala, susah buang air besar, sampai timbulnya penyakit kanker.

Selain rambu-rambu di atas, ada beberapa hal lain yang perlu diketahui sebelum melakukan diet keto:

1. Bukan Diet Bergizi Lengkap

Diet keto adalah diet (sangat) rendah karbohidrat sehingga tubuh memakai lemak untuk mengubah sebagai energi. Menurut Diana Lehner-Gulotta, RDN, CNSC, pakar diet neurologi di University of Virginia Health System, diet ini bukanlah diet yang sehat yang bergizi lengkap. Untuk jangka pendek, diet ini mungkin menguntungkan, namun melakukannya dalam jangka panjang justru berisiko. Ia menyarankan agar berkonsultasi ke dokter sebelum menjalankan diet keto.

2. Membatasi Asupan Karbohidrat

Diet keto membatasi asupan karbohidrat hanya sebanyak 20-30 gram sehari. Menurut pakar gizi klinis Josh Axe, DNM, diet keto standar umumnya memerlukan 70-80 persen lemak dalam kalori harian, serta 15-20 persen protein, sedangkan karbohidrat hanya diperlukan sebesar 5 persen saja. Ia juga menyarankan untuk mengawasi asupan nutrisi penting ini dengan kalkulator gizi atau aplikasi sejenisnya.

Baca juga: 6 Makanan Pengganti Nasi Saat Diet

 3. Membuang Air, Bukan Lemak di Awal Diet

Selama menjalani diet keto dengan mengurangi asupan karbohidrat, otomatis tubuh akan mengambil energi dari cadangan gula atau glikogen dan lemak yang mengikat air. Angka timbangan pun akan turun di awal masa menjalani diet keto, tetapi yang terbuang pada masa-masa itu sebenarnya adalah air, bukan lemak. Setelah beberapa bulan, penurunan berat badan pun akan berlangsung lebih lambat dibanding awalnya.

4. Asupan Tinggi Lemak

Diet keto akan membuat orang lebih menikmati makanan berlemak, tetapi tentunya lemak sehat. Menurut Adam Splaver, MD, seorang kardiolog di Florida, lemak-lemak baik ini bisa ditemui di buah alpukat, minyak kelapa, dan kacang, dan lemak alami lainnya. “Semua lemak terhidrogenasi seperti margarin jelas berdampak buruk pada kesehatan kardiovaskuler kamu,” jelasnya.

Nah, ternyata penting, ya untuk mengenal diet keto sebelum melakukannya. Diet keto memang tidak disarankan untuk dilakukan dalam jangka panjang. Bagaimanapun, kamu harus mengetahui dan menganalisa terlebih dulu kondisi tubuh dan kesehatan. Caranya adalah dengan menanyakan informasinya pada dokter ahli. Kamu bisa berdiskusi tentang diet keto ini pada dokter di Halodoc. Tanya jawab bisa dilakukan dengan Chat dan Voice Call/Video Call kapan dan dimana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang.