4 Jenis Pemeriksaan Iskemia Berdasarkan Lokasi Terjadinya

4 Jenis Pemeriksaan Iskemia Berdasarkan Lokasi Terjadinya

Halodoc, Jakarta – Iskemia adalah kekurangan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh karena ada permasalahan pada pembuluh darah. Nyatanya, ketika jaringan atau organ tidak mendapatkan oksigen yang cukup, tentu kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan dapat terjadi serangan jantung atau stroke.

Baca juga: Perlu Diwaspadai, Gejala Iskemia Berdasarkan Lokasinya

Iskemia sendiri memiliki jenis yang berbeda-beda berdasarkan dengan lokasi terjadinya kondisi iskemia. Hal ini tentu akan membedakan gejala hingga diagnosis yang dilakukan untuk tiap jenis iskemia.

Sebaiknya kenali beberapa jenis iskemia berdasarkan lokasinya, yaitu sebagai berikut:

1. Iskemia Jantung

Kondisi iskemia jantung adalah kondisi yang terjadi pada bagian pembuluh darah arteri jantung yang terhambat dan mengakibatkan gangguan irama jantung bahkan serangan jantung.

Gejala yang muncul dari kondisi iskemia jantung adalah nyeri dada yang tertekan, nyeri pada leher, detak jantung yang menjadi lebih cepat, sesak napas, mual, muntah serta pengidap iskemia jantung biasanya mengeluarkan jumlah keringat lebih banyak.

2. Iskemia Usus

Iskemia ini terjadi pada usus dimana usus tidak mendapatkan pasokan oksigen yang mencukupi untuk proses pencernaan. Kondisi ini dapat berjalan tiba-tiba atau berjalan dengan lambat. Biasanya, pengidap iskemia pada usus mengalami gejala seperti perut kembung, konstipasi, muntah, nyeri perut setelah makan, dan dapat menghilang setelah 15 hingga 60 menit.

3. Iskemia Otak

Kondisi ini menyebabkan pasokan darah pada arteri otak terhambat sehingga mengakibatkan sel otak kekurangan oksigen. Jika dibiarkan, kondisi ini menyebabkan kematian atau kerusakan sel otak. Gejala ketika mengidap kondisi ini adalah setengah bagian badan lemah, wajah yang tidak simetris, gangguan penglihatan, penurunan kesadaran, dan kehilangan koordinasi tubuh.

4. Iskemia Tungkai

Biasanya iskemia tungkai terjadi akibat adanya penyakit arteri perifer. Pengidap iskemia tungkai biasanya mengalami gejala seperti rasa nyeri yang hebat pada bagian tungkai, kaki menjadi dingin serta lemah, luka yang tidak kunjung sembuh serta ujung jari yang menghitam.

Baca juga: Benarkah Penyakit Iskemia Picu Serangan Jantung?

Pemeriksaan Iskemia

Nyatanya, untuk memastikan kondisi iskemia, dokter melakukan pemeriksaan umum seperti:

  1. Tes darah yang digunakan untuk memeriksa kadar kolesterol dalam darah.

  2. Elektrokardiografi untuk melihat kondisi aktivitas listrik jantung.

  3. Ekokardiografi untuk melihat kondisi gerakan jantung dan melihat struktur bentuk jantung.

  4. Angiografi digunakan untuk melihat tingkat keparahan hambatan pada pembuluh darah.

Tidak hanya itu, biasanya dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lainnya yang disesuaikan dengan jenis lokasi iskemia. Iskemia pada jantung ditambah dengan pemeriksaan melalui CT Scan.

Sedangkan iskemia pada usus dilakukan pemeriksaan dengan USG Doppler untuk memeriksa aliran pembuluh darah. Iskemia pada otak dilakukan CT Scan. Sedangkan iskemia pada tungkai dilakukan pemeriksaan tambahan berupa tes tekanan darah pada pergelangan kaki untuk membandingkan tekanan darah pada bagian yang lain seperti lengan dan kaki. USG Doppler juga dilakukan untuk mengetahui hambatan pada arteri bagian tungkai.

Pengobatan kondisi iskemia disesuaikan berdasarkan lokasinya. Selain melakukan pengobatan, iskemia dapat dikurangi gejalanya dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, hindari kebiasaan merokok, lakukan pola makan sehat, dan berolahraga agar gejala tidak semakin parah. Jangan lupa untuk melakukan pencegahan agar tidak menimbulkan komplikasi dari penyakit ini.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai penyakit iskemia. Gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Kenali Penanganan Iskemia Berdasar Area Terjadinya