4 Jenis Penyakit yang Rentan Dialami Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
4-jenis-penyakit-yang-rentan-dialami-lansia

Halodoc, Jakarta - Munculnya uban merupakan tanda yang tidak terhindarkan dari penuaan. Semakin bertambahnya usia, tubuh pun akan mengalami perubahan. Tubuh mungkin akan menjadi sedikit lebih besar di sekitar pinggang, atau terbangun di malam hari, atau merasa sedikit kaku di pagi hari. Meski hal tersebut alami terjadi, kamu tidak boleh mengabaikannya.

Sebaiknya kamu tidak menganggap penuaan sebagai kegagalan sistem tubuh. Penuaan merupakan proses menyelamatkan hidup. Perubahan alami dalam sel tubuh dapat memperlambat atau mengubah kapasitasnya. Seberapa cepat kamu melihat perubahan stamina, kekuatan, atau persepsi sensorik yang berkaitan dengan usia akan bervariasi berdasarkan pilihan kesehatan pribadi, riwayat kesehatan, dan genetika. 

Baca juga: Ketahui Penyakit Kaki yang Umum Terjadi pada Lansia

Beberapa keluhan penyakit terkait usia tua umum terjadi, dan beberapa gejala tidak disebabkan oleh penuaan sama sekali. Berikut ini beberapa penyakit yang rentan dialami oleh lansia.

1. Masalah Mata

Pada sekitar usia 40 tahun, hampir semua orang akan memerlukan kacamata baca. Presbiopi terjadi saat lensa menjadi kaku dan tidak akan menyesuaikan untuk memfokuskan kembali dari jarak jauh ke penglihatan dekat. Katarak atau keruh lensa dapat mulai memengaruhi penglihatan saat kamu mencapai usia 60 tahunan. Paparan sinar matahari jangka panjang meningkatkan risiko katarak. Kondisi tersebut dapat diperbaiki melalui pembedahan untuk mengganti lensa. 

2. Gangguan Pendengaran

Sekitar sepertiga dari orang-orang yang berusia 60 tahun atau lebih memiliki gangguan pendengaran. Kondisi ini dikenal sebagai presbikusis, yang disebabkan oleh hilangnya reseptor sensorik di telinga bagian dalam. Pada awalnya, beberapa suara mungkin terdengar redam, dan suara-suara bernada tinggi mungkin lebih sulit untuk dipahami.

Rasa sakit, drainase dari telinga, atau kehilangan pendengaran yang cepat dapat menjadi tanda tumor atau infeksi. Jika pendengaran di satu telinga terasa lebih buruk daripada yang lain, itu juga merupakan alasan untuk memeriksanya. 

Baca juga: 4 Jenis Gangguan Tidur yang Rentang Dialami Lansia

3. Tulang Rapuh

Kebanyakan lansia takut jatuh. Semakin tua umur dapat memengaruhi keseimbangan dan membuat kaki kurang stabil. Terjatuh dapat menjadi sangat berbahaya jika kamu mengalami osteoporosis, yaitu kondisi yang membuat tulang kurang padat dan lebih mudah patah. Kondisi tersebut lebih rentan menyerang wanita berusia 50-an dibandingkan dengan pria.

4. Kanker

Perlu diketahui bahwa usia adalah satu-satunya prediktor terbesar peluang kamu mengalami kanker. Peluang ini melonjak setelah usia kamu mencapai 50 tahun. Setengah dari semua kanker terjadi pada orang di atas 65 tahun. Untuk kanker paru-paru, usia rata-rata adalah 70. Belum diketahui pasti mengapa orangtua lebih rentan terhadap kanker. Mungkin saja penyebabnya adalah lansia telah terpapar agen penyebab kanker lebih lama atau mungkin tubuh kurang mampu melakukan perbaikan saat sel-sel menjadi rusak. 

Baca juga: 5 Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Lansia

Meski begitu, semakin tua bukan berarti kamu ditakdirkan untuk terkena kanker. Kamu dapat melakukan kebiasaan atau gaya hidup sehat yang dapat mengurangi potensi terjadinya kanker:

  • Mengurangi berat badan. Obesitas dikaitkan dengan 13 jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus, dan pankreas.

  • Mengurangi konsumsi daging merah dan olahan.

  • Berolahraga secara teratur. Kebiasaan ini tidak hanya membantu mencegah beberapa kanker, tetapi juga mencegahnya untuk kembali. 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. 5 Surprising Health Age Challenge of Aging.