06 November 2018

4 Kebiasaan Ini Bisa Menyebabkan Spondilosis Servikal

4 Kebiasaan Ini Bisa Menyebabkan Spondilosis Servikal

Halodoc, Jakarta - Spondilosis servikal adalah kondisi yang diakibatkan oleh adanya kerusakan ruas tulang leher dan bantalannya, sehingga menekan saraf tulang belakang dan menimbulkan gejala umum berupa nyeri leher, bahu, kepala. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit osteoartritis servikal atau artritis leher. Spondilosis servikal umumnya terjadi akibat proses penuaan, tetapi dapat juga diperburuk oleh faktor lain.

Penyakit ini paling banyak ditemukan pada orang dalam rentang usia 40-60 tahun. Diperkirakan sebanyak 90 persen orang yang telah berusia 60 tahun ke atas, sering mengalami masalah ini, meski tidak menutup kemungkinan untuk menyerang orang berusia muda. Hal ini dikarenakan pada saat seseorang mengalami penuaan, osteoartritis, terutama pada tulang leher, sangat rentan terjadi. Osteoartritis pada leher akan menyebabkan tulang leher mengalami kerusakan jaringan dan penurunan fungsi.

Ia kemudian akan berusaha memperbaiki jaringannya yang rusak, tetapi justru akan menghasilkan struktur tulang abnormal yang mempersempit saluran tulang belakang. Akibatnya, bantalan tulang yang berfungsi melindungi saraf tulang belakang pun mengalami penipisan. Penyempitan saluran tulang belakang dan menipisnya bantalan tulang ini akan menyebabkan saraf tulang belakang tertekan dan terganggu fungsinya.

Gejala yang Dialami

Spondilosis servikal dapat mengakibatkan penyempitan saluran tulang belakang, dan menekan saraf pada area tersebut, sehingga menimbulkan gejala-gejala berikut:

  1. Rasa kaku pada leher.

  2. Sakit leher yang diperburuk saat batuk atau bersin.

  3. Nyeri dapat menyebar ke daerah kepala, bahu, dan lengan.

  4. Terasa kesemutan, kaku, dan lemah pada lengan, tangan, tungkai, dan kaki.

  5. Kesulitan berjalan dan susah mengoordinasikan gerakan.

  6. Tidak bisa menahan buang air kecil dan buang air besar.

Namun, pada beberapa kasus, spondilosis servikal bisa juga tidak menimbulkan gejala, apabila tidak menekan saraf tulang belakang. Pada kondisi ini mungkin hanya akan muncul nyeri dan kaku pada leher.

Kebiasaan dan Faktor Risiko yang Dapat Menyebabkan Spondilosis Servikal

Ada beberapa kebiasaan dan faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terserang spondilosis servikal. Berikut beberapa di antaranya:

1. Merokok

Seperti yang diketahui, bahwa merokok dapat memicu berbagai penyakit serius. Ya, salah satu penyakit yang dapat terjadi akibat kebiasaan ini adalah spondilosis servikal.

2. Kebiasaan atau Pekerjaan yang Banyak Melibatkan Gerakan Leher

Memiliki kebiasaan atau pekerjaan yang banyak melibatkan gerakan leher berulang, serta banyak memberi tekanan pada leher dapat memudahkan seseorang terkena spondilosis servikal.

3. Mengalami Cedera Leher

Orang yang pernah mengalami cedera leher, lebih rentan mengalami spondilosis servikal.

4. Faktor Genetik

Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit spondilosis servikal, dapat membuat seseorang memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mengalami hal yang sama.

Pengobatan yang Dapat Dilakukan

Tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi spondilosis servikal biasanya tergantung pada beratnya gejala yang dirasakan. Apabila gejala masih ringan, kamu bisa mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit yang dijual bebas, misalnya paracetamol atau ibuprofen. Kamu juga dapat mengompres bagian leher yang terasa nyeri dengan air hangat atau es untuk mengurangi nyeri pada otot, serta menggunakan penyangga leher (brace atau collar neck). Namun, penggunaan penyangga leher tidak boleh untuk jangka panjang, karena akan melemahkan otot leher.

Itulah sedikit penjelasan tentang spondilosis servikal, dan hal-hal yang dapat menyebabkannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal penyakit ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu 1 jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: