• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Kebiasaan Makan yang Bisa Sebabkan Kanker Lambung

4 Kebiasaan Makan yang Bisa Sebabkan Kanker Lambung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
4 Kebiasaan Makan yang Bisa Sebabkan Kanker Lambung

“Kanker lambung dikabarkan telah menjadi kanker kelima dengan pengidap terbanyak di dunia oleh World Cancer Research Fund (WCRF). Sayangnya, gejala dari masalah kesehatan ini cukup sulit terdeteksi sehingga terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah mengidap kanker jenis ini.”

Halodoc, Jakarta - Kanker lambung sangat rentan menyerang seseorang yang memiliki kebiasaan hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Namun, ternyata kebiasaan makan juga bisa meningkatkan risiko terserang kanker ini.

Baca juga: 9 Gejala Kanker Lambung yang Perlu Diwaspadai 

Kebiasaan Makan yang Sebabkan Kanker Lambung 

Tidak asal makan, aktivitas ini juga memiliki beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Sebab, kebiasaan makan yang tidak tepat akan membawa kamu rentan mengalami sejumlah masalah kesehatan, mulai dari kondisi ringan hingga berat, seperti kanker lambung.

Beberapa kebiasaan makan yang sebaiknya kamu hindari, antara lain:

  • Mengonsumsi Makanan Selagi Masih Panas

Mengonsumsi makanan yang panas disinyalir akan meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker lambung sebesar 4,22 kali. Pasalnya, selaput lendir yang berada pada saluran pencernaan manusia bisa dikatakan cukup rentan dan hanya mampu menolerir makanan dengan suhu 15 derajat Celsius.

Apabila makanan yang masuk ke lambung terlalu panas, maka perut akan “terbakar”. Hentikan kebiasaan makan makanan panas karena selain bisa merusak lambung, hal ini juga bisa menyebabkan perubahan patologis yang mengarah pada kanker lambung. 

  • Adanya Zat Penstimulasi

Jenis makanan maupun minuman yang mengandung zat penstimulas,i seperti rokok, alkohol, dan pil antiinflamasi sangat membahayakan selaput lendir pada saluran pencernaan. Nikotin tidak hanya masuk ke paru-paru, zat beracun ini juga bisa masuk ke perut melalui saluran pencernaan dan menyebabkan kejang di bawah selaput lendir. 

Hal ini bisa berakhir dengan infeksi. Selain itu, alkohol juga dapat menyebabkan hiperemia dan perdarahan pada selaput lendir. Sementara pil antiinflamasi akan merusak lambung dengan cara yang berbeda. Pil ini meningkatkan sekresi asam lambung dan pepsin sehingga infeksi berkembang menjadi kanker lambung.

Baca Juga: Ini Cara-Cara Mendiagnosis Kanker Lambung

  • Mengonsumsi Buah Asam saat Perut Kosong

Buah dengan rasa asam memang bisa memberikan efek menyegarkan, tetapi tidak boleh dilakukan saat perut dalam keadaan kosong. Hal ini karena saat lapar, asam lambung di perut akan mencapai konsentrasi tertingginya. 

Apabila buah asam masuk ke dalam lambung, maka akan terjadi endapan di perut dan menimbulkan benjolan endapan besar. Selain itu, tekanan udara di perut juga bisa meningkat dan menyebabkan nyeri serta bengkak, bersamaan dengan gejala lain yang berujung pada kanker lambung. 

  • Makan Sambil Beraktivitas

Makanan cepat saji menjadi pilihan banyak orang yang memiliki aktivitas padat. Banyak orang kemudian mengonsumsinya dengan membaca dan menonton di layar komputer. Namun, sebaiknya kamu menghindari melakukan hal tersebut karena proses pencernaan di perut bisa jadi terbebani.

Baca Juga: Kenali 4 Pengobatan untuk Atasi Kanker Lambung

Apabila ini terjadi, maka sejumlah suplai darah di perut untuk mencerna makanan akan sulit dipenuhi karena tubuh terus bergerak melakukan aktivitas lain. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa merusak kapasitas pencernaan perut dan menyebabkan gastritis hingga kanker lambung.

Kenali kebiasaan makan yang harus kamu hindari agar kesehatan tubuh tetap terjaga dan mencegah berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker lambung. Jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc, jadi kapan saja kamu merasakan gejala yang tidak biasa pada tubuh, kamu bisa segera mendapatkan pertolongan dengan bertanya langsung pada dokter dan membeli obat via pharmacy delivery tanpa perlu keluar rumah.

Referensi:
Robert Sitarz, et al. 2018. Diakses pada 2021. Gastric cancer: epidemiology, prevention, classification, and treatment. Cancer Management and Research 10: 239–248.
National Cancer Institute. Diakses pada 2021. Gastric Cancer Treatment–Patient Version.
Medscape. Diakses pada 2021. Gastric Cancer.