24 October 2018

4 Penyakit yang Disebabkan E. Coli

Bakteri E. Coli

Halodoc, Jakarta - Bakteri E. coli merupakan bakteri yang biasanya hidup dalam usus manusia maupun hewan. Sebagian besar jenis bakteri E. coli ini tidak berbahaya, dan merupakan bagian penting dari saluran pencernaan manusia yang sehat. Bakteri ini berfungsi menghasilkan vitamin K dan menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus.

Namun, beberapa jenis bakteri E. coli juga dapat menyebabkan penyakit infeksi, seperti infeksi pada kantung empedu, saluran kemih, selaput otak, paru-paru, dan saluran pencernaan. Infeksi bakteri E. coli merupakan infeksi yang dapat terjadi akibat air atau makanan yang terkontaminasi, terutama sayuran dan daging yang dimasak tidak matang.

Ketika orang dewasa yang sehat terkontaminasi bakteri ini, biasanya akan pulih dalam kurun waktu seminggu. Namun, pada anak-anak dan lansia, ibu hamil, serta orang dengan sistem imun yang rendah memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami gagal ginjal yang dapat mengancam nyawa. Berikut ini merupakan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. coli, yaitu:

Infeksi Saluran Kemih

Ini merupakan kondisi ketika organ yang termasuk dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra mengalami infeksi. Infeksi ini biasanya terjadi pada kandung kemih dan uretra. Bakteri E. coli dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan gejala seperti demam, nyeri saat  buang air kecil, sering buang air kecil, dan terus-menerus merasa ingin buang air kecil.

Sistem kemih adalah tempat yang sering terjadi infeksi E. coli, lebih dari 90 persen dari infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri E. coli jenis uropatogenik. Umumnya, kondisi ini sering terjadi pada wanita yang aktif berhubungan intim. Bakteri E. coli dapat mencapai kantung kemih pada saat berhubungan intim.

Infeksi Saluran Pencernaan

Diare diakibatkan oleh tercemarnya makanan atau minuman oleh bakteri E. coli. Beberapa jenis makanan yang sering tercemar bakteri E. coli antara lain, daging sapi, produk susu, tauge, bayam, mentimun, jus, dan keju. Infeksi E. coli pada saluran pencernaan menyebabkan penyakit diare.

Infeksi Selaput Otak

Radang selaput otak yang disebabkan oleh E. coli umumnya terjadi pada bayi, dengan gejala demam gangguan pertumbuhan, gangguan saraf, kuning pada tubuh, dan penurunan asupan napas. Pada bayi di bawah satu tahun, gejalanya berupa rewel, tampak terus mengantuk, tidak nafsu makan, dan kejang. Gejala pada anak yang lebih besar dan orang dewasa antara lain nyeri kepala, muntah, bingung, kejang, penurunan kesadaran, dan kejang.

Sebagian besar radang pada bayi yang baru lahir, sekitar 28,5 persen disebabkan oleh bakteri E. coli dan 34 persen oleh bakteri streptococcus B. E. Adanya kumpulan bakteri E. coli pada usus bayi didapat dari miss V sang ibu, kemudian menyebar melalui darah dan menyebabkan infeksi yang luas.

Infeksi Paru-paru

Gejala infeksi paru-paru akibat bakteri E. coli dapat ditandai dengan sesak napas, demam, peningkatan lendir, dan napas menjadi lebih cepat. Infeksi paru-paru dapat terjadi akibat terhirupnya lendir yang sudah terinfeksi oleh bakteri E. coli pada pengidap dengan sakit yang sudah parah.

Itulah penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan oleh bakteri E. coli. Infeksi dari bakteri E. coli lebih banyak ditemui pada wanita dibanding dengan pria. Kondisi ini dapat terjadi di semua kalangan usia. Jika kamu menemukan gejala-gejala seperti di atas, segera diskusikan dengan dokter ahli. Di Halodoc kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat dan langsung diantar ke rumah kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera di App Store dan Google Play!

Baca juga: