Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih adalah kondisi dimana terjadinya infeksi pada organ yang termasuk di dalam sistem kemih, yaitu ureter, ginjal, kandung kemih, dan juga uretra. Umumnya, infeksi tersebut menyerang dua area yaitu uretra dan juga kandung kemih.

Baca juga: Ini Alasan Infeksi Saluran Kemih Picu Bakteremia

 

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Apabila wanita tidak menyeka area kemaluan setelah buang air kecil dari arah depan ke belakang, maka ia beresiko untuk terserang penyakit ini. Sebab area uretra, yaitu organ yang berbentuk selang yang mengangkut urine dari kandung kemih ke luar tubuh, terletak dekat dengan anus.

Jika wanita tidak membersihkan area tersebut dengan benar maka bakteri dari usus besar, seperti E coli bisa berpindah dari anus menuju uretra. Bakteri tersebut akan melakukan perjalanan sampai ke kandung kemih. Jika tidak diberikan penanganan dan pengobatan, hal yang lebih parah seperti infeksi ginjal akan terjadi. Berhubungan intim juga bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran kemih, selain dari kebiasaan jorok setelah buang air kecil. Berdasarkan hal tersebut, membersihkan area kemaluan setelah melakukan hubungan intim merupakan hal yang sangat penting.

 

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Berikut ini gejala-gejala infeksi saluran kemih, yaitu:

  • Kemaluan terasa terbakar ketika buang air kecil;

  • Sering ingin buang air kecil, meskipun urine yang keluar sedikit;

  • Nyeri atau tekanan di punggung atau perut bagian bawah;

  • Kencing berdarah atau berwarna lebih gelap;

  • Merasa lelah atau gemetar; dan

  • Demam atau kedinginan (mengindikasikan infeksi mungkin sudah mencapai ginjal).

 

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Untuk mengobati kondisi ini, maka antibiotik dapat digunakan untuk membunuh bakteri, sehingga menuntaskan infeksi yang terjadi. Selain itu, pastikan untuk menghabiskan antibiotik yang diresepkan dokter dengan benar, bahkan setelah kondisi mulai membaik.

Menghilangkan bakteri di area berkemih merupakan langkah penanganan yang paling penting terhadap penyakit ini. Karena jika tidak dilakukan secara tuntas, bakteri akan rentan menginfeksi lagi dan menguatkan serangan bakteri, sehingga terjadilah suatu resistensi antibiotik. Biasakan juga untuk mendapatkan antibiotik sesuai dengan resep dokter.

Minum banyak air putih juga seharusnya dilakukan agar bakteri bisa hilang dari sistem saluran kemih. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk meredakan rasa sakit, serta penurun demam jika memang ada keluhan nyeri dan demam. Jika kondisi ini terjadi sebanyak tiga kali dalam setahun atau lebih, periksakan diri ke dokter untuk merekomendasikan rencana perawatan khusus. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dijalankan antara lain:

  • Mengonsumsi dosis rendah antibiotik dalam periode yang lebih lama untuk membantu mencegah infeksi berulang;

  • Mengonsumsi dosis tunggal antibiotik setelah berhubungan intim, untuk mencegah pemicu infeksi umum; dan

  • Mengonsumsi antibiotik selama 1 atau 2 hari setiap pengidap merasakan gejala.

Kamu bisa temukan berbagai obat untuk infeksi saluran kemih di Halodoc, yang bisa kamu beli langsung dari aplikasi dengan cepat dan praktis.

Baca juga:Alat Kontrasepsi Dapat Sebabkan infeksi saluran Kemih, Benarkah?

 

Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

Berikut ini cara mencegah infeksi saluran kemih, meliputi:

  • Tidak menahan kencing;

  • Selalu membersihkan area kemaluan dari depan ke belakang setelah berkemih;

  • Minum banyak air;

  • Semprotan kebersihan area wanita, pewangi area kewanitaan, dan produk-produk lain untuk area kewanitaan harus dihindari karena hanya akan mengiritasi mukosa;

  • Bersihkan area genital sebelum melakukan hubungan intim;

  • Setelah berhubungan intim, buang air kecil. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan bakteri yang mungkin telah masuk ke uretra;

  • Jangan menggunakan celana dalam selama berhari-hari; dan

  • Jangan menggunakan pakaian bawahan yang ketat karena akan meningkatkan kelembapan.

Jika infeksi ini tidak segera diatasi, kondisi ini akan memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Hal tersebut berbahaya jika urosepsis terjadi karena tekanan darah turun, hingga syok sampai kematian, jika urosepsis terjadi.

Baca juga: Nyeri Saat Buang Air Kecil, Tanda Alami Infeksi Saluran Kemih?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter ketika dirimu merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dan cepat akan semakin baik demi proses pengobatan dan penyembuhan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat appointment sesuai poliklinik atau dokter spesialis di rumah sakit yang kamu melalui Halodoc.

Referensi::
Web MD (Diakses pada 2019). Urinary Tract Infections (UTIs)
Diperbarui pada 19 Agustus 2019