01 August 2018

4 Pertanyaan Seputar Mata Juling

penyakit mata juling, strabismus,penyakit mata,juling

Halodoc, Jakarta - Menjaga kesehatan mata adalah hal yang sangat penting. Sebab jika kedua mata kita mengalami gangguan, aktivitas kita pun menjadi sangat terganggu. Parahnya lagi, apabila mata kita sudah tidak bisa dipakai untuk melihat, kita tidak akan bisa produktif seperti sedia kala. Namun, ada salah satu gangguan mata yang sebetulnya tidak asing dan menyebabkan posisi kedua mata menjadi tidak sejajar. Kondisi ini dinamakan mata juling atau dalam bahasa medisnya disebut strabismus.

Orang yang mengidap mata juling akan memiliki tatapan yang tidak tertuju pada satu objek di waktu bersamaan. Salah satu sisi mata dapat terbalik ke arah luar, dalam, atas, atau ke bawah seperti terdistraksi untuk melihat ke arah lain. Pada banyak kasus, kedua mata akan terbalik secara bergantian. Namun, bagi kamu yang masih belum familiar, berikut ini terdapat beberapa pertanyaan seputar mata juling yang biasa ditanyakan:

Baca juga: Mata Minus Terus Bertambah, Bisa Sembuh?

  1. Apa itu mata juling?

Mata juling adalah penyakit yang terjadi saat kedua mata tidak mampu fokus pada benda yang sama secara bersamaan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ketika satu mata terfokus pada sebuah benda, mata yang satunya dapat mengarah ke dalam (mata menyilang), mengarah ke luar (wall eye), mengarah ke bawah (hipotropia), atau mengarah ke atas (hiperopia). Menurut sebuah penelitian, penyakit ini dialami oleh 7 persen anak-anak dengan rentang usia 6-17 tahun.

  1. Apa penyebab mata juling?

Sebagian besar kasus mata juling sudah terjadi sejak lahir. Apabila penyakit ini tidak diobati saat kecil, kemungkinan besar penyakit ini akan terus bertahan sampai dewasa. Risiko mata juling juga akan meningkat pada anak yang memiliki kondisi tertentu, misalnya kelahiran prematur, hidrosefalus, sindrom down, cedera kepala, dan tumor otak.

Kondisi mata juling juga dapat dipicu oleh komplikasi gangguan penglihatan, seperti rabun jauh atau katarak yang dibarengi dengan panas tinggi dan kejang. Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh gangguan otot saraf, trauma akibat tertusuk benda tajam atau tumpul di sekitar mata, atau bahkan infeksi virus toksoplasma yang dapat ditularkan melalui binatang peliharaan dan tumor otak.

Baca juga: Bukan Tokso, Pelihara Anjing Waspada Compylobacter

  1. Bagaimana cara mendeteksi awal anak yang terkena mata juling?

Orangtua pasti khawatir jika anak terkena mata juling. Selain dapat mengganggu penglihatan, kondisi semacam ini juga biasanya akan membuat anak dikucilkan atau diejek temannya saat ia beranjak dewasa. Untuk mendeteksi awal apakah anak mengidap penyakit ini, maka kamu dapat memantau perkembangan mata anak sejak ia berusia 6 bulan. Caranya, perhatikan bila anak melirik dan bola matanya tidak sampai ke ujung, maka bisa jadi ia mengalami mata juling. Hal ini disebabkan karena mata tidak bisa bergerak ke segala arah dengan leluasa.

  1. Apakah penderita mata juling bisa sembuh?

Perlu diingat bahwa penyakit ini tidak akan mampu sembuh dengan sendirinya. Bahkan jika tidak diobati, anak bisa saja memiliki penglihatan ganda. Beberapa cara dapat dilakukan untuk menyembuhkannya semisal menggunakan kacamata khusus yang disarankan dokter, menggunakan penutup mata sementara untuk merangsang otot mata yang lebih lemah selama beberapa minggu, operasi otot mata, penggunaan tetes mata untuk memperbaiki penglihatan yang kabur, dan olahraga mata untuk melatih kemampuan otot mata dalam mengatur fokus penglihatan.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai penyakit mata juling atau strabismus ini, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. Dengan fitur Contact Doctor, kamu bisa melakukan Video/Voice Call atau Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store atau Google play!