29 August 2018

4 Potensi Penyakit Ibu Hamil di Trimester Ketiga

ibu hamil trimester ketiga

Halodoc, Jakarta – Ada banyak gejala-gejala yang terjadi selama kehamilan yang umum dialami oleh ibu hamil. Gejala kehamilan yang sering terjadi pada ibu hamil adalah morning sickness yang terjadi pada trimester pertama, emosi yang tidak terkontrol di trimester kedua, serta kelelahan dan rasa tidak nyaman di trimester ketiga.

Kondisi ibu hamil yang sangat sensitif sejatinya tidak hanya membuat ibu hamil mengalami gejala-gejala saja, tetapi juga memungkinkan ibu hamil mengalami beberapa penyakit tertentu. Terkhusus kehamilan di trimester ketiga, berikut adalah penyakit-penyakit yang kemungkinan besar bisa dialami oleh ibu hamil.

  1. Batuk dan Flu

Sistem kekebalan tubuh ibu bekerja keras di trimester ketiga kehamilan untuk melindungi ibu dan bayi dalam kandungan dari serangan penyakit. Ketika ibu mulai mengabaikan istirahat, tidak mengonsumsi makanan sehat dan tidak cukup tidur akan membuat ibu mudah diserang batuk dan flu. Masalahnya adalah masa kehamilan ibu tidak bisa mengonsumsi sembarang obat flu untuk meredakan sakit yang ada.

Biasanya istirahat yang cukup serta mengonsumsi obat untuk anak kecil adalah cara paling mujarab untuk meredakan sakit batuk dan pilek pada ibu hamil. Waspada kalau ibu hamil mengalami pilek dengan lendir berwarna kuning atau hijau, serta demam tinggi yang disertai dengan rasa dingin di ujung-ujung kaki dan tangan.

  1. Diabetes Gestasional

Di trimester ketiga, biasanya ada kecenderungan ibu mengalami diabetes gestasional. Peningkatan hormon-hormon seperti hormon progesteron, estrogen, dan laktogen plasenta telah membuat insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya. Belum lagi kenaikan indeks massa tubuh yang membawa ibu hamil pada obesitas.

Wanita hamil yang mengalami obesitas berpotensi untuk mengidap diabetes gestasional. Ibu hamil yang mengidap diabetes gestasional biasanya akan mengalami komplikasi pada saat persalinan. Risiko preeklampsia juga menjadi penyakit yang biasanya mengiringi pengidap diabetes gestasional.

Gejala-gejala dari preeklampsia adalah sakit kepala parah, berkurangnya volume urine, pembengkakan pada telapak kaki, tangan, dan wajah, serta gangguan fungsi hati.

  1. Sembelit

Sembelit pada masa kehamilan biasa dialami menginjak trimester ketiga. Biasanya, hal ini dipicu oleh berat badan bayi yang semakin besar yang tanpa disadari menekan kandung kemih serta saluran ekskresi lainnya. Peningkatan kerja hormon progesteron yang diproduksi selama kehamilan membuat kerja otot di saluran pencernaan melambat, sehingga makanan yang dicerna juga tidak diproses secara maksimal.

Kebutuhan konsumsi zat besi selama masa kehamilan juga sedikit banyak memberikan sumbangan terhadap sembelit yang dialami oleh ibu hamil. Malas bergerak saat hamil? Besar kemungkinan akan mengalami sembelit juga. Aktivitas fisik yang tertahan akan melambatkan proses pencernaan.

Persoalan sembelit ini jangan dianggap sebelah mata. Kalau ibu hamil kesulitan mengalami pembuangan dan menyebabkan kotoran tertahan di dalam usus, bisa-bisa janin di dalam kandungan ikutan menyerap kotoran yang membusuk di dalam saluran pembuangan tersebut.

  1. Insomnia

Insomnia bisa menjadi salah satu penyakit yang dialami oleh ibu hamil di trimester ketiga. Perubahan hormon serta ketidaknyamanan fisik dan posisi bayi membuat ibu hamil sulit mengalami tidur yang lelap. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, bisa-bisa ibu hamil tidak akan mendapatkan asupan tidur yang cukup. Ibu hamil yang kurang tidur bisa memicu potensi tekanan darah tinggi, serta kelelahan yang berimbas pada kekuatan janin dalam kandungan.

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai potensi penyakit yang bisa dialami di trimester ketiga kehamilan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: