Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Masa kehamilan bagi wanita bisa menjadi momen yang tak terlupakan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari kesehatan, perawatan, hingga masalah hubungan intim. Oleh karena itu, penting bagi ibu tahu semua informasi lengkap seputar kehamilan untuk menjaga kandungan tetap sehat hingga Si Kecil lahir.

Baca juga: Mengonsumsi Durian ketika Hamil, Amankah?

 

Proses Pembuahan

Dimulai dari pembuahan, di mana jutaan sel sperma akan bersaing menuju sel telur sambil mengeluarkan enzim yang dapat membuat salah satu sperma berhasil sampai tujuan, yaitu sel telur. Disaat pembuahan, akan terjadi perubahan kimiawi yang mencegah sperma lainnya memasuki sel telur.

Di saat salah satu sperma berhasil masuk ke dalam sel telur, maka proses kehamilan selanjutnya adalah sperma masuk kedalam inti sel yang membawa kode genetik, kemudian menyatu dengan kode genetik sel telur yang telah dibuahi. Selanjutnya, sperma melakukan penentuan jenis kelamin bayi oleh 46 kromosom yang menyusun karakteristik genetik.

Sel telur yang telah dibuahi kemudian akan membelah menjadi 2 sel, dan selanjutnya berkembang menjadi 4 sel. Sel telur tersebut akan selalu berkembang. Ketika pembelahan sel telur terus terjadi, begitu juga dengan sel akan bergerak meninggalkan tuba falopi menuju rahim. di hari ketujuh ini, di mana setelah terjadinya proses pembuahan.

Maka sel yang terbelah telah mencapai 30 dan kumpulan sel ini dinamakan dengan nama morula. Adapun morula yang telah mencapai lapisan rahim akan tertanam pada lapisan endometrium. Kelompok sel yang berkembang ini akan semakin matang dan menjadi blastokista, sekaligus akan menstimulasi terjadinya perubahan dalam tubuh calon ibu, termasuk berhentinya siklus menstruasi.

 

Trimester Pertama

Perhitungan tanggal kehamilan bisa dimulai dari hari pertama siklus menstruasi normal terakhir ibu. Sementara itu, pembuahan biasanya terjadi pada minggu kedua. Trimester pertama berlangsung dari minggu pertama sampai minggu ke-13 masa kehamilan.

Meskipun secara fisik perubahan pada ibu belum jelas terlihat, tetapi pastinya terjadi perubahan besar dalam tubuh ibu, seperti kadar hormon yang berubah secara signifikan. Rahim akan mulai mendukung pertumbuhan plasenta dan janin. Tubuh akan menambah suplai darah untuk membawa oksigen dan nutrisi ke janin yang sedang berkembang.

Pada trimester pertama ini, janin akan mengembangkan semua organnya pada akhir bulan ketiga. Makanya, momen-momen ini sangat penting untuk mempertahankan pola makan sehat, termasuk menambahkan jumlah asam folat yang cukup untuk membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin.

Selama trimester pertama, risiko keguguran biasanya cukup tinggi. Oleh sebab itu, ibu harus menjaga kondisi dan vitalitas tubuh. Tanyakan kondisi kesehatan ibu hamil kepada dokter untuk penanganan kehamilan yang tepat.

Baca juga: Hamil di Usia Muda Risiko Keguguran Tinggi, Benarkah?

 

Trimester Kedua

Trimester kedua (minggu 13-27) adalah periode paling nyaman bagi mayoritas ibu hamil. Sebagian besar gejala kehamilan awal akan menghilang. Perut akan mulai terlihat membesar karena rahim akan tumbuh dengan cepat pada masa-masa ini. Walaupun gejala mual perlahan hilang, tetapi ada beberapa keluhan umum yang akan dirasakan ibu, termasuk kram kaki, nyeri di ulu hati, selera makan tinggi, muncul varises, sakit punggung, dan terkadang hidung tersumbat.

Trimester kedua adalah masa ketika ibu hamil dapat merasakan janin bergerak untuk pertama kalinya. Biasanya, pergerakan ini terjadi pada minggu ke-20 masa kehamilan. Pada momen ini, janin bahkan bisa mendengar dan mengenali suara ibu.

Beberapa tes screening biasanya dilakukan pada trimester kedua. Pastikan untuk membicarakan riwayat medis pribadi dan keluarga kepada dokter untuk mengetahui masalah genetik yang dapat memberikan risiko pada janin.

Trimester kedua juga menjadi momen ketika bagian-bagian tubuh janin terbentuk seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan otak. Ibu juga bisa mengetahui jenis kelamin bayi di trimester kedua. Biasanya selama trimester kedua, dokter menguji diabetes gestasional yang umumnya dideteksi antara minggu ke-26 dan 28 masa kehamilan.

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Ibu Hamil

 

Trimester Ketiga

Trimester ketiga berlangsung dari minggu ke-28 kehamilan sampai masa kelahiran bayi. Pada trimester ketiga, janin sudah bisa membuka, menutup mata, dan menghisap jempolnya. Janin bisa menendang, merenggangkan badan, dan merespon cahaya.

Memasuki bulan kedelapan, pertumbuhan otak akan berlangsung terus dan cepat. Ibu mungkin bisa mendapatkan bentuk siku atau tumit di perut. Di bulan ke 9 atau usia kehamilan 34-36 minggu paru-paru sudah matang dan siap bekerja sendiri.

Untuk ibu sendiri akan ada pemeriksaan teratur seperti tes urine untuk mengetahui kadar protein di dalam tubuh, memeriksa tekanan darah, memantau detak jantung janin, dan persiapan-persiapan lain menuju proses persalinan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala - gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc.

Referensi:
Healthline.com (Diakses pada 2019). Pregnancy

 

Pertanyaan Seputar Kehamilan

Bagaimana cara menghilangkan guratan pada perut setelah melahirkan?

Ditanyakan oleh: liemoonica

Dijawab oleh: dr.  Verury Verona Handayani

Stretch mark dapat diakibatkan oleh adanya peregangan kulit. Pada umumnya, kondisi ini dialami oleh ibu hamil atau orang yang mengalami peningkatan maupun penurunan berat badan dalam waktu singkat. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan stretch mark, antara lain:

• Obat-obatan topikal (oles), seperti:

 Krim asam hialuronat (HA), yang dapat merangsang produksi kolagen pada kulit, sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan stretch mark. Namun demikian, keamanan dalam menggunakan asam hialuronat pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui dengan pasti.

 Krim retinoid, yaitu produk turunan dari vitamin A, contohnya obat oles yang mengandung tretinoin. Krim ini dapat membantu menghilangkan stretch mark yang baru terbentuk, meningkatkan produksi kolagen, serta membantu kulit tetap kencang dan tidak kusam, sehingga kulit dapat kembali mulus. Namun demikian, krim ini tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita hamil dan menyusui, karena dapat menyebabkan kecacatan pada bayi.

• Prosedur untuk menghilangkan stretch mark, seperti:

Microneedling, yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa dermaroller. Prosedur ini menggunakan jarum-jarum berukuran sangat kecil, untuk membuat titik-titik luka yang sangat halus pada permukaan kulit. Tujuannya untuk memicu produksi kolagen dan elastin, sehingga memperbaiki tekstur kulit yang mengalami stretch mark.

 Mikrodermabrasi, yang dapat dilakukan untuk mengangkat sel kulit mati atau eksfoliasi, sehingga akan memicu pertumbuhan lapisan kulit baru yang lebih elastis. Selain sering digunakan untuk wajah, prosedur ini juga efektif digunakan untuk menghilangkan stretch mark.

 Terapi laser, yang menggunakan sinar laser, untuk merangsang produksi kolagen dan elastin pada kulit. Terapi ini berguna untuk meregenerasi sel-sel kulit dan memperbaiki struktur kulit.

 

Apakah gatal2 pada payudara & perut pada ibu hamil 6 bulan itu wajar? Gatal2 nya sampe merah2 & digaruk jd hitam?

Ditanyakan oleh:  fitarizqilailiyah

Dijawab oleh: dr.  Verury Verona Handayani

Payudara dan perut gatal pada ibu hamil merupakan salah satu kondisi yang umum dialami, yang umumnya diakibatkan oleh hormon kehamilan dan pertambahan berat badan saat hamil. Payudara dan perut gatal juga dapat disebabkan oleh iritasi kulit terhadap bahan pakaian, sabun, hingga detergen yang digunakan untuk mencuci pakaian. Hindari menggaruk kulit yang gatal, karena dapat menyebabkan kulit iritasi, kulit terluka, dan terasa perih.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi payudara dan perut yang gatal saat hamil, antara lain:

• Memakai pakaian yang longgar, nyaman, serta terbuat dari katun untuk mengurangi rasa gatal pada payudara dan perut.
• Memilih sabun mandi yang bebas parfum dan detergen. Ganti sabun mandi dengan yang mengandung emolien atau pelembap.
• Menggunakan bra menyusui atau nursing bra yang terbuat dari bahan katun yang lembut dan tidak ada jahitan pada bagian puting, untuk mencegah puting lecet dan gatal.
• Menggunakan losion pelembap yang mengandung vitamin E dan emolien secara rutin. Gunakan losion pada kulit yang telah dikeringkan dengan menggunakan handuk lembut, segera setelah mandi.
• Menggunakan petroleum jelly untuk menjaga dan mengembalikan kelembapan kulit, sehingga dapat mengurangi rasa gatal pada payudara dan perut.
• Mengoleskan minyak esensial, seperti minyak kelapa, zaitun, chamomile, dan pohon teh (tea tree) untuk mengatasi rasa gatal pada payudara dan perut. Sebaiknya berkonsultasi dahulu ke dokter sebelum menggunakan minyak esensial
• Mengompres dengan es atau air dingin untuk mengurangi rasa gatal.

 

Mau tanya apa bahaya bagi ibu hamil yang terkena penyakit jantung koroner saat melahirkan?

Ditanyakan oleh: dessi_lestari05

Dijawab oleh: dr. Rizal Fadli

Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh nadi yang menyediakan darah dan oksigen untuk jantung. Jika sedang mengandung dan mengalami penyakit tersebut dikhawatirkan adalah anda akan mengalami serangan jantung selama proses melahirkan. Serangan jantung ini bisa membahayakan anda dan bayi anda. Sebaiknya sebelum melahirkan, anda harus berkonsultasi dulu kepada dokter jantung. Jika dokter jantung tidak menganjurkan anda melakukan persalinan yang normal operasi caesar dapat dilakukan demi keselamatan anda dan bayi.