01 August 2018

4 Tahap Perkembangan Motorik Anak Usia 0-12 Bulan

perkembangan motorik bayi

Halodoc, Jakarta – Dalam satu tahun pertama, bayi akan mengalami perkembangan kemampuan yang pesat dan menakjubkan. Pertumbuhan fisik dan kekuatannya pun akan bertambah yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan motorik kasar dan halusnya. Sebagai orangtua, ibu perlu mengetahui tahapan perkembangan motorik bayi berikut agar bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang sang buah hati.

Perkembangan motorik anak menjadi salah satu hal penting yang butuh perhatian khusus dari orangtua karena berhubungan dengan kemampuan anak mengendalikan gerak tubuhnya. Kemampuan anak untuk bergerak ini dipengaruhi  oleh perkembangan kekuatan otot, tulang, dan koordinasi otak untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Baca juga: 6 Latihan Keseimbangan untuk Anak

Kemampuan motorik anak dibagi menjadi dua kategori, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar berhubungan dengan gerakan otot besar yang ditandai dengan kemampuan Si Kecil dalam duduk, berjalan, berlari, melompat, dan sebagainya. Sedangkan motorik halus berhubungan dengan gerakan otot-otot kecil seperti jari-jemari tangan yang ditunjukkan dengan kemampuan Si Kecil memindahkan benda, mencorat-coret, dan menyusun balok.

Berikut beberapa perkembangan motorik bayi secara umum:

0-3 bulan

Selama tiga bulan pertama kehidupannya, bayi akan mulai mengembangkan kemampuan dan kekuatan yang mereka butuhkan untuk bergerak nantinya. Pada masa ini, Si Kecil akan berusaha untuk mengangkat kepalanya. Ibu juga dapat membantu melatih kemampuan Si Kecil yang satu ini agar otot lehernya semakin kuat. Bila kekuatan leher dan tubuh bagian atasnya sudah semakin kuat, Si Kecil tidak hanya mampu mengangkat kepala, tapi ia juga bisa menengok ke kanan dan ke kiri. Selain itu, bayi di usia ini juga mulai suka menendang-nendangkan kakinya. Hal ini bermanfaat untuk memperkuat otot-otot kakinya.

Baca juga: Cara Meningkatkan Kekuatan Otot Leher Bayi

Di usia 0-3 bulan, bayi masih menggenggam erat jemarinya. Nah, ibu bisa melatih motorik halusnya dengan memberikan benda yang dapat digenggam atau menyilangkan tangannya dengan lembut untuk menguatkan otot lengannya.

4-6 bulan

Pada usia ini, Si Kecil sudah mampu mengangkat kepala dan dadanya ketika dibaringkan dalam posisi telungkup. Kemampuan mendorong kepala dan dadanya pun sudah lebih jauh ke atas. Bukan cuma itu saja, Si Kecil juga mulai bisa memiringkan badan ke sisi kanan dan kiri dan menggulingkan badan. Dengan kekuatan leher dan tubuhnya yang sudah semakin berkembang, ia pun sudah bisa belajar duduk dengan bantuan ibu. Latihlah Si Kecil duduk dengan bersandar pada tubuh ibu atau bantal.

Selain itu, motorik halus Si Kecil juga semakin berkembang. Ia sudah bisa mulai mengeksplorasi mainan dengan menggenggam dan menggapainya.

7-9 bulan

Pada usia ini, kekuatan kaki Si Kecil sudah semakin kuat, dan ibu bisa membantu meningkatkan kekuatan otot kakinya dengan melatihnya berdiri sambil menopang tubuhnya. Namun, jangan paksa Si Kecil untuk berdiri bila ia tampak belum siap dan kuat. Cara melatih bayi berdiri, pertama-tama bantulah Si Kecil berdiri dari posisi duduk dan topang badannya dalam 3 hitungan. Biarkan ia memantul-mantulkan tubuhnya beberapa kali sampai ibu mengembalikannya lagi ke posisi duduk. Kebanyakan bayi berusia 7 bulan sangat suka berdiri dan memantul-mantulkan tubuhnya naik turun (bouncing).

Kemampuan motorik halus bayi juga mengalami perkembangan di usia ini. Ia sudah bisa menggunakan tangannya sebagai penyangga keseimbangan saat duduk. Si Kecil pun mulai bisa mengambil benda yang ada di jangkauannya tanpa terjatuh. Ia bahkan bisa mengambil benda yang lebih kecil dengan ibu jari dan telunjuknya.

10-12 bulan

Tidak terasa Si Kecil sudah hampir berusia satu tahun! Saat ini, Si Kecil sudah bisa mengubah posisi sendiri, misalnya dari tengkurap ke posisi merangkak. Jadi ketika tengkurap, Si Kecil bisa mendorong tangan dan lututnya ke posisi dasar merangkak dan bergerak maju mundur tanpa melangkah. Gerakan ini sangat bermanfaat melatih otot tangan dan kakinya hingga ia siap untuk merangkak. Latihlah kemampuan merangkak Si Kecil dengan cara meletakkan mainan di depannya untuk diraih.

Seiring mendekati usia satu tahun, kaki Si Kecil sudah bertambah kuat, sehingga ia bisa mulai melangkah sambil berpegangan pada benda apa saja yang ada di sekitarnya untuk membantu menjaga keseimbangannya. Si Kecil juga sudah bisa mengambil benda-benda kecil, melempar bola, dan bertepuk tangan sebagai perkembangan motorik halusnya. Baca juga: 7 Cara Melatih Anak Berjalan

Si Kecil sakit? Enggak usah panik, bu, gunakan saja aplikasi Halodoc untuk minta saran kesehatan dari dokter. Hanya lewat Video/Voice Call dan Chat, ibu sudah bisa terhubung dengan dokter dan curhat soal masalah kesehatan yang dialami anak. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.