• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Tips Gunakan Minyak Goreng yang Sehat

4 Tips Gunakan Minyak Goreng yang Sehat

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sebagai bahan utama untuk memasak, minyak goreng wajib selalu tersedia di dapur. Hampir sebagian besar jenis makanan dimasak dengan menggunakan minyak goreng, seperti tumis sayur, ayam goreng, telur dadar, dan masih banyak lagi. Cara mengolah makanan yang paling sering dilakukan adalah menggoreng dan menumis.

Jadi, penggunaan minyak goreng sehari-hari memang tidak bisa dihindari. Tahukah kamu, memasak dengan menggunakan minyak goreng sebenarnya tidak baik untuk kesehatan. Cara untuk meminimalkan dampak negatif minyak goreng, kamu bisa menyiasatinya dengan beberapa tips ini.

Baca Juga: Kiat Mengurangi Kebiasaan Makan Gorengan Pasca Puasa

Tips Sehat Menggunakan Minyak Goreng

Melansir dari American Heart Foundation, berikut ini aturan menggunakan minyak goreng yang sehat:

  1. Hindari memanaskan minyak goreng dengan suhu terlalu tinggi

Temperatur saat menggoreng harus tepat. Bila minyak belum panas tapi makanan sudah dimasukkan, akan menyebabkan makanan terlalu banyak menyerap minyak.

Sedangkan bila terlalu panas, makanan juga menjadi cepat gosong sementara bagian dalamnya mungkin masih belum matang. Selain itu, gunakan minyak secukupnya, agar senyawa yang terbentuk dari pemanasan tidak terlalu banyak.

  1. Tiriskan makanan setelah digoreng

Setelah digoreng, ada baiknya makanan ditiriskan dulu dan serap minyak dengan menggunakan tisu kertas untuk mengurangi kelebihan minyak.

  1. Ganti minyak baru

Idealnya penggunaan minyak goreng hanya sekali saja dengan suhu di bawah 120 derajat Celcius. Namun, minyak goreng sebenarnya masih bisa digunakan hingga tiga kali. Hindari menggunakan minyak yang sama berkali-kali.

Sebab, minyak yang semakin sering dipanaskan dapat mengalami kerusakan karena adanya oksidasi yang membuat makanan menjadi bau. Sebaiknya ganti minyak dengan yang baru bila:

  • Minyak berubah warna menjadi kecokelatan bahkan menghitam.
  • Minyak mengeluarkan bau yang sangat kuat, apalagi sampai tengik.
  • Minyak mengeluarkan asap berlebih bahkan pada suhu normal.
  • Muncul buih berlebihan di sekitar makanan yang sedang digoreng.
  1. Simpan minyak dengan baik

Simpan minyak dalam wadah tertutup, tidak terkena cahaya, dan di tempat yang sejuk agar kandungan pada minyak tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: Perlu Tahu 3 Ciri-Ciri Kolesterol Mulai Naik

 

Kriteria Minyak Goreng Sehat

Saat ini, tersedia beragam jenis minyak untuk memasak dengan berbagai merek yang dijual di pasaran. Semuanya menawarkan keunggulannya masing-masing.

Nah, cara untuk dapat memilih minyak goreng yang baik, kamu perlu tahu kriteria minyak goreng yang sehat:

  • Kandungan Lemak Jenuh yang Rendah

Minyak goreng yang sehat adalah memiliki kadar kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit dibandingkan lemak tak jenuh yang ada dalam komposisi minyak tersebut. Hampir semua minyak mengandung lemak jenuh maupun lemak tidak jenuh, hanya komposisi kadarnya yang berbeda.

Perlu diketahui, minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang sangat tinggi, yaitu 91 persen. Sedangkan lemak jenuh pada minyak sawit hanya 51 persen dan minyak tak jenuhnya cukup tinggi, yaitu 49 persen.

Selanjutnya, minyak kacang tanah memiliki kandungan lemak tak jenuh yang lebih tinggi dari lemak jenuhnya, yaitu 81:19. Sedangkan komposisi kandungan lemak tak jenuh dan lemak jenuh pada minyak kedelai dan minyak zaitun, yaitu 85:15.

  • Titik Asap Tinggi

Minyak goreng yang berkualitas baik juga memiliki titik asap tinggi. Artinya, pada temperatur tinggi, minyak tidak mudah berasap. Titik asap adalah temperatur ketika minyak dipanaskan sebelum keluar asap dan berubah warna, yang menandakan berubahnya komposisi dalam minyak.

  • Tidak Cepat Berubah Warna

Ciri-ciri minyak yang baik adalah yang berwarna bening dan tidak cepat menghitam, sehingga meminimalkan risiko kanker.

  • Memiliki Karakter Seperti Air

Selain itu, minyak goreng yang bagus juga harus memiliki karakter seperti air, yaitu tidak lengket, mudah mengalir, dan tidak menempel di makanan, karena apabila terlalu menyerap di makanan, maka bisa menimbulkan risiko obesitas dan penyakit lainnya.

Baca Juga: Tips Sehat Buat yang Suka Makan Gorengan

Walaupun sudah memilih dan menggunakan secara sehat, bukan berarti kamu bisa mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan. Sebaiknya tetap batasi menyantap makanan gorengan, ya!

Kalau kamu masih ingin tahu lebih mendalam seputar minyak goreng dan kandungan-kandungannya, kamu bisa bertanya ke ahli gizi melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

 

Referensi :
American Heart Foundation. Diakses pada 2020. Healthy Cooking Oils
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Heart-Healthy Cooking: Oils 101
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Choosing oils for cooking: A host of heart-healthy options