5 Cara Agar Anak Suka Berhitung dan Matematika

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5 Cara Agar Anak Suka Berhitung dan Matematika

Halodoc, Jakarta - Berhitung atau pelajaran matematika untuk sebagian orang merupakan pelajaran yang rumit atau bahkan membosankan. Alasannya berbagai sebab, salah satunya bisa karena banyaknya pemahaman yang harus dimengerti, sehingga anak-anak pun enggan, atau malas untuk mempelajarinya. Lantas, bagaimana sih cara agar anak suka berhitung atau matematika? 

Memang tak bisa disangkal, meski terlihat membosankan dan rumit, keterampilan matematika sangat berguna ketika anak beranjak dewasa. Paling tidak pengetahuan tentang metematika dasar yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bertransaksi ekonomi dengan orang lain (penjual-pembeli), hingga bersinggungan dengan pekerjaan. 

Sayangnya, tidak semua anak muda untuk jatuh cinta dengan matematika sejak usia dini. Lalu, bagaimana sih untuk menumbuhkan antusiasme anak-anak terhadap pelajaran matematika atau berhitung?

1. Jangan “Menyerah” di Depan Anak

Menurut Maya Thiagarajan, seorang guru di The United World College of South East Asia (UWC), sekaligus konsultan pendidikan, orangtua sebenarnya bisa membesarkan anak-anak mereka untuk menyukai matematika, meski ibu atau ayah tak menyukai subjek pelajaran tersebut.

Maya yang juga penulis buku Beyond the Tiger Mom: East-West Parenting for the Global Age mengatakan, pertama-tama orangtua harus menahan diri untuk menyerah atau membuat pernyataan yang pesimis. Misalnya, “Ibu tidak pernah menyukai matematika”, atau “Ibu tidak pandai matematika” di depan anak-anak mereka. 

Ingat, anak-anak suka meniru sikap kita dalam segala macam cara. Oleh sebab itu, orangtua perlu berupaya menunjukkan berbagai sikap positif pada Si Kecil.

Baca juga: 7 Ciri Anak Cerdas Menurut Psikolog

2. Terapkan Dalam Kegiatan Sehari-hari

Masih menurut ahli di atas, cara agar anak suka matematika cobalah mulai dengan menciptakan suasana yang melibatkan subjek ini. Dengan kata lain, terapkan matematika ke dalam percakapan atau kegiatan sehari-hari bersama anak. 

Menurut Thiagarajan yang pernah mengajar di Singapura, di sana banyak ibu yang menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk angka, bentuk, atau pola sejak anaknya di usia dini. Contoh kecilnya, mereka memainkan permainan matematika, seperti tebak angka, teka-teki, atau menghitung jarak tempuh ketika berada di mobil.

Nah, ibu bisa kok menerapkan kebiasaan ini dalam kehidupan sehari-hari bersama anak. Misalnya, ketika mengajak Si Kecil berbelanja, coba masukan matematika dalam kegiatan tersebut. Contohnya, tanyakan pada anak “Bila satu apel berharga Rp10.000 berapa harga enam apel?”. Nah, cukup mudah dan sederhana, bukan? 

3. Pilih Metode Belajar yang Efektif

Ingat, tak semua anak dikarunia ingatan yang sempurna. Dengan kata lain, mempelajari angka bukanlah hal yang mudah dipahami dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, jangan heran bila anak membutuhkan proses belajar yang mungkin lebih panjang.

Nah, di sini ibu seharusnya bisa memilih metode belajar yang tepat untuk Si Kecil. Ibu bisa kok bertanya langsung pada guru di sekolah, psikolog anak, atau mencari referensi dari berbagai buku atau internet. Hal yang perlu digarisbawahi, matematika lebih membutuhkan latihan dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Singkat kata, carilah metode yang tepat dan bisa membuatnya lebih antusias terhadap matematika. 

4. Jangan Memaksa Dirinya

Andaikan Si Kecil mulai merasa bosan atau jenuh, cobalah jangan memaksa dirinya. Ingat, paksaan justru akan menimbulkan efek negatif bagi dirinya. Beri mereka waktu untuk beristirahat atau memalingkan perhatian sejenak dari matematika. 

Setelah itu, buatlah proses belajar jadi lebih menarik dan menyenangkan. Jangan gunakan metode belajar yang membosankan atau konservatif. Cobalah lakukan kegiatan ringan bersama anak sambil menyisipkan unsur matematika.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Anak yang Banyak Bertanya Berarti Cerdas

5. Kembangkan Motivasinya

Cara agar anak suka matematika, cobalah berikan mereka arahan agar termotivasi untuk mempelajari subjek tersebut. Alasannya simpel, tanpa motivasi yang cukup, matematika menjadi pelajaran yang justru bisa membebani diri mereka. Oleh karena itu, buatlah diri mereka termotivasi lewat berbagai cara. 

Misalnya, menceritakan kisah tokoh-tokoh atau orang yang sukses dalam menekuni bidang matematika. Bisa juga menceritakan atau memberikan gambaran pada berapa betapa pentingnya matematika dalam hidup mereka, ketika sudah beranjak dewasa. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Independent.co.uk. Diakses pada 2019. How to raise your children to love maths even if you don’t.
Huffington Post. Diakses pada 2019. How to Make Your Child Truly Love Math.