• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Memilih Mainan Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Memilih Mainan Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal

5 Cara Memilih Mainan Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Mei 2022

“Mainan yang mendukung tumbuh kembang anak membantu anak berkembang secara emosional, sosial, mental, moral, juga intelektual. Begini cara memilih mainan anak yang tepat.”

5 Cara Memilih Mainan Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal

Halodoc, Jakarta – Pada dasarnya, mainan tidak hanya bisa menjadi media untuk menyenangkan anak-anak tetapi juga sebagai bagian dari proses belajar dan tumbuh kembangnya

Cara agar tumbuh kembang anak terjadi secara maksimal, orangtua wajib memberikan pembinaan yang  tepat. Hal ini termasuk dengan memberikan mainan anak yang dapat mendukung perkembangannya. 

Mainan yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Kemampuan Si Kecil untuk berkembang terjadi pada periode emas (golden age period), yaitu ketika usianya masih berada di bawah lima tahun. Golden age period adalah proses perkembangan otak pada anak yang mencapai 80 persen dan hanya terjadi sekali seumur hidup. 

Menurut jurnal ilmiah berjudul The influence of the number of toys in the environment on toddlers’ play disebutkan kalau pemilihan jenis mainan dapat memengaruhi kreativitas anak. 

Mainan yang mendukung tumbuh kembang anak dapat membantu anak  berkembang secara emosional, sosial, mental, moral, juga intelektual. Pastinya, tidak sembarang mainan, bisa diberikan untuk  Si Kecil. Lantas, bagaimana cara memilih mainan anak untuk tumbuh kembang optimalnya?

1.  Sesuaikan dengan Usia Anak

Sebelum membeli mainan untuk anak, orangtua perlu melihat pada kemasan mainan apakah sesuai dengan usia anak atau tidak. Biasanya, pada label mainan sudah diberikan keterangan anak usia berapa yang bisa memainkannya. 

Apabila ibu memiliki anak-anak dengan rentang usia yang cukup jauh, maka perhatikan ketika si bungsu yang usianya paling kecil bermain dengan kakak. Jangan sampai, mainan kakak berada pada jangkauan anak yang usianya tidak sesuai, ya.

2.  Perhatikan Ukuran

Anak-anak di bawah usia tiga tahun masih rentan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Jadi, mainan yang ukurannya kecil bisa berbahaya untuknya apabila tertelan. Ada baiknya untuk anak usia di bawah 3 tahun, orangtua memilihkan jenis mainan yang lebih besar atau setidaknya aman untuk dimasukkan ke dalam mulut.

3.  Waspada pada Bentuk Mainan

Tidak semua mainan aman untuk Si Kecil. Orangtua perlu memerhatikan bentuk mainan. Kalau bentuknya lancip atau bersisi tajam, ada kemungkinan bisa melukai anak. 

Selain itu, hindari juga mainan yang memiliki tali, benang, atau pita yang panjangnya lebih dari 30 sentimeter. Apabila orangtua tidak waspada ditakutkan mainan seperti ini dapat terlilit pada tubuh Si Kecil.

4.  Mainan yang Dapat Dicuci

Alangkah baiknya jika orangtua memilih mainan yang dapat dicuci sebelum digunakan kembali. Ini karena Si Kecil yang masih belum sadar betul cara menjaga kebersihan dan seringkali memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke mulut. 

Kalau sudah begini, kuman dan bakteri jadi lebih mudah menyebar. Makanya, material mainan yang dapat dicuci menurunkan risiko penularan kuman atau bakteri. 

5.  Memiliki Nilai Edukasi

Seperti yang sudah disinggung di atas, ada baiknya mainan tidak hanya bersifat menyenangkan tetapi juga mendidik. Pilihlah mainan yang dapat mengajarkan anak untuk berpikir, berkreasi dan berimajinasi. Misalnya seperti mainan tanah liat, puzzle, atau untuk anak yang lebih kecil bisa dengan mainan angka atau huruf. 

Itulah cara memilih mainan anak untuk tumbuh kembang optimal. Kalau punya pertanyaan seputar tumbuh kembang anak, tanyakan saja langsung lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Download aplikasinya sekarang juga, ya!

Referensi:
Better Beginnings.com. Diakses pada 2022. Choose the Right Toys
Zero to three.org. Diakses pada 2022. Tips for Choosing Toys for Toddlers
PsychCentral. Diakses pada 2022. 12 Tips for Choosing Toys for Your Child
Science Direct. Diakses pada 2022. The influence of the number of toys in the environment on toddlers’ play