29 June 2018

5 Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel

cara menyapih anak, menyapih anak

Halodoc, Jakarta – Bagi sebagian besar ibu, menyapih anak menjadi momen yang tidak mudah. Memang, membuat Si Kecil lepas dari ASI tidak gampang, terlebih jika anak menjadi rewel setelahnya. Sebenarnya, menyapih anak bukan menjadi hal yang sulit, asalkan ibu mengetahui dengan baik kapan waktu yang tepat untuk memulainya. Mudahnya, ibu cukup memperhatikan juga mengatur pola makan si kecil sebagai langkah awal untuk mulai menyapih.

The American Academy of Pediatrics menganjurkan kepada para ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan sejak kelahiran juga memberikan makanan padat kombinasi atau yang lebih dikenal dengan MPASI hingga anak menginjak usia satu tahun. Lalu, bagaimana cara menyapih anak yang tepat agar tidak rewel? Berikut beberapa tips yang bisa ibu coba:

Mengalihkan Perhatian Menjadi Cara Menyapih Anak yang Sering Dicoba

Sebagian besar ibu yang ingin memulai menyapih Si Kecil mengawalinya dengan mengalihkan perhatian anak saat ia menunjukkan tanda-tanda ingin menyusu. Menunjukkan pada Si Kecil makanan atau minuman baru dengan tampilan yang lebih menarik ternyata cukup efektif untuk membuatnya lupa jika ingin menyusu. Supaya lebih mudah, sebaiknya ibu menghindari beraktivitas bersama anak pada tempat yang biasa digunakan untuk menyusu.

Baca juga: Tips Agar Si Kecil Mau Berhenti Menyusu

Menyapih Tidak Boleh Dilakukan dengan Terburu-Buru

Memang, berhasil atau tidaknya menyapih anak juga bergantung pada cara yang ibu pilih. Ada beberapa ibu yang berhasil menyapih buah hatinya hanya dalam hitungan beberapa hari. Namun, tidak sedikit pula yang baru bisa menyapih Si Kecil setelah beberapa bulan. Pada dasarnya, ibu hanya perlu bersabar dan terus mencoba, karena menyapih anak memang tidak boleh dilakukan dengan terburu-buru. Membuat Si Kecil terbiasa justru jauh lebih efektif.

Kurangi Frekuensi Pemberian ASI

Cara menyapih anak selanjutnya adalah dengan mengurangi frekuensi pemberian ASI harian pada Si Kecil. Namun, ibu tidak boleh langsung menguranginya. Cobalah secara perlahan-lahan dengan mempertahankan jadwal pemberian ASI yang utama, seperti misalnya setiap pagi, siang menjelang sore, dan malam sebelum tidur. Dengan begitu, ibu bisa mengurangi tingkat ketergantungan anak terhadap ASI.

Penuhi Asupan Nutrisi Harian Si Kecil dengan Susu Formula

Menghentikan pemberian ASI tak berarti menghentikan pemberian susu pada anak. Justru, Si Kecil tetap membutuhkan asupan nutrisi harian yang biasanya ia dapatkan dari ASI. Oleh karena itu, ibu bisa mengganti ASI dengan susu formula yang kaya akan nutrisi penting untuk tubuh anak.

Namun, ibu juga perlu waspada, karena tidak semua anak cocok dengan berbagai produk susu formula. Seringnya, muncul reaksi alergi saat anak mengonsumsi susu formula. Jika terjadi, segera hentikan penggunaannya dan berikan penanganan pada Si Kecil, ya. Selanjutnya, berikan susu formula lain pada Si Kecil dan lihat reaksinya.

Baca Juga: 5 Tips Mengobati Puting yang Lecet Saat Menyusui

Perkenalkan Anak dengan Cangkir atau Botol Susu

Ternyata, mengenalkan gelas atau botol susu sejak dini pada anak juga berpengaruh terhadap mudahnya penyapihan, lho. Sebagai tahap awal, coba berikan cangkir atau botol susu yang memiliki dot, agar Si Kecil tetap merasa nyaman minum susu tanpa bergantung lagi pada payudara ibu. Selanjutnya, mulailah lepas dot dan berikan anak cangkir atau botol dengan gambar-gambar lucu untuk membuat anak lupa pada kebiasaannya dalam menyusu dengan dot.

 

Itu tadi beberapa cara menyapih anak yang bisa ibu coba tanpa membuat Si Kecil jadi rewel akibat tak bisa lagi menyusu. Tetap sabar dan tekun, ya, supaya anak lebih mudah disapih. Jika ibu menemukan gejala aneh pada anak, segera tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Para dokter ahli akan memberikan solusi terbaik untuk semua masalah kesehatan Si Kecil. Ibu bisa download aplikasi Halodoc di ponsel melalui Google Play Store atau App Store. Selamat menyapih!