• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara untuk Orangtua agar Anak Bahagia selama Karantina

5 Cara untuk Orangtua agar Anak Bahagia selama Karantina

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kasus pandemi COVID 19 di Indonesia, saat ini masih menunjukkan angka peningkatan setiap harinya. Berbagai hal dilakukan pemerintah untuk menurunkan dan menghentikan penyebaran virus COVID 19, salah satunya dengan membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah, termasuk kegiatan perkantoran dan belajar mengajar di sekolah. Pembatasan kegiatan di luar ruangan dan belajar mengajar yang dilakukan dari rumah tentunya membatasi akses anak-anak untuk melakukan kegiatan di luar ruangan. 

Baca juga: Pentingnya Imunitas dan Protokol Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Meskipun hal ini baik untuk pencegahan penyebaran penularan, tetapi menghabiskan waktu selama 24 jam di rumah secara terus-menerus dapat berdampak buruk bagi anak. Tidak hanya kurangnya aktivitas fisik, anak-anak juga dapat mengalami rasa bosan yang dapat memengaruhi kondisi mentalnya. Lalu, adakah cara bagi orangtua untuk membuat anak kembali merasa bahagia selama karantina? Simak ulasannya, di sini.

Lakukan Ini Agar Anak Tetap Bahagia Selama Karantina

Pembatasan aktivitas untuk mencegah penyebaran COVID 19 membuat hampir seluruh aktivitas dilakukan dari rumah. Tidak hanya aktivitas perkantoran, kegiatan belajar mengajar di sekolah pun dipindahkan dalam rumah. Tentunya hal ini dirasakan sangat berbeda dan membuat aktivitas fisik anak-anak menjadi lebih terbatas.

Situasi ini kerap membuat anak-anak merasa bosan dengan rutinitas yang sama setiap harinya. Selain rentan alami gangguan kesehatan fisik, kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental pada anak-anak akibat rasa bosan yang dirasakan. Untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan yang dapat dialami anak, sebaiknya orangtua ketahui beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak tetap bahagia selama karantina.

1.Buat Jadwal Setiap Harinya

Melansir Forbes, orangtua perlu membuat jadwal untuk kegiatan anak setiap hari. Mulai dari kegiatan sekolah yang dilakukan di rumah hingga anak-anak kembali istirahat pada malam hari. Buatlah kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan membuat anak tidak bosan selama karantina. Jangan lupa menyiapkan waktu istirahat untuk anak agar kondisi kesehatan ia tetap terjaga dengan baik.

Agar anak-anak lebih antusias dengan jadwal yang dibuat, ibu dapat membuat jadwal bersama-sama dengan anak. Hal ini membuat anak akan lebih merasa bertanggung jawab dan senang melakukan kegiatan yang sudah direncanakan bersama.

2.Biarkan Anak Mengutarakan Isi Hatinya

Melansir Today, saat anak-anak mengeluhkan perasaannya, sebaiknya orangtua dengarkan apa yang menjadi keluhan anak. Pastikan ibu memberikan dukungan pada anak-anak terkait perasaan yang dialaminya dan buatlah anak merasa nyaman dengan kondisi tersebut. 

Baca juga: Ini Tips Menemani Anak Belajar dari Rumah Selama Pandemi

3.Buatlah Waktu Istirahat yang Menyenangkan

Sebaiknya buatlah waktu istirahat yang menyenangkan setelah anak menyelesaikan kewajiban sekolahnya. Ibu bisa ajak anak untuk siapkan makan siang bersama atau bermain permainan kesukaan anak. 

Lakukan hal ini secara bergantian setiap harinya agar anak memiliki kegiatan yang berbeda dan terhindar dari rasa bosan. Dengan begitu, anak akan merasa lebih bahagia. Tidak hanya dampak positif pada anak, melakukan kegiatan menyenangkan bersama anak, ternyata dapat memperkuat ikatan emosional antara anak dengan orangtua.

4.Ajarkan Hal Baru pada Anak

Tidak ada salahnya ibu mengajarkan hal-hal baru pada anak. Selain dapat mengisi waktu luang, mengenalkan berbagai hal baru pada anak dapat membuat wawasan dan kemampuan anak bertambah. Ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan bersama anak, misalnya mengajak anak memasak, berkebun sekaligus mengenalkan jenis sayuran, dan membereskan rumah.

5.Perhatian Kondisi Kesehatan Anak

Selama masa pandemi, jangan lupa untuk selalu perhatikan kondisi kesehatan anak. Berikan anak asupan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi agar sistem imun tubuhnya dapat bekerja dengan optimal. Dengan begitu, anak akan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang dapat dialami, termasuk COVID 19.

Selain itu, pastikan ibu dan anak mengurangi aktivitas di luar ruangan agar terhindar dari penularan COVID 19. Jika sangat diperlukan, jangan lupa untuk menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan selalu cuci tangan saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak tetap merasa bahagia selama menjalani karantina. Namun, tidak hanya kondisi anak, orangtua pun perlu merasakan perasaan bahagia yang sama. Melansir Psychology Today, orangtua perlu membahagiakan dirinya terlebih dahulu untuk membuat anak bahagia. Jadi, para orangtua jangan lupa untuk tetap kelola stres di masa pandemi ini agar dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bahagia.

Baca juga: Ini Peran Ayah Dalam Pembelajaran Virtual saat Masa Pandemi

Tentunya, perubahan yang terjadi dalam masa pandemi membuat sebagian orang merasa stres. Jika kondisi ini sudah mengganggu hubungan orangtua dengan anak, sebaiknya gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai penanganan dan pengelolaan kondisi stres yang baik. Stres yang dapat dikelola dengan baik berdampak pada kondisi kesehatan fisik serta kualitas hidup seseorang.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Happy Parents, Happy Kids.
Today. Diakses pada 2020. How to Keep Your Kids Physically and Mentally Afloat During Quarantines.
Forbes. Diakses pada 2020. 18 Tips on How To Cope With Children During Quarantine.