5 Faktor Risiko Kanker Laring

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 kanker laring, sakit tenggorokan

Halodoc, Jakarta - Kanker laring merupakan salah satu penyakit yang mengerikan. Pasalnya, pengidap kanker satu ini bisa saja kehilangan nyawanya jika terlambat melakukan penanganan. Pengidap kanker laring akan mengalami serangkaian gejala berupa kesulitan bernapas, suara serak, serta sakit tenggorokan. 

Pengidap kanker laring yang telah memasuki tahap yang parah akan membutuhkan prosedur penanganan berupa pengangkatan laring. Namun, prosedur pengangkatan laring yang dilakukan akan membuat pengidapnya mengalami kendala ketika berbicara. Berikut faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kanker laring.

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Tenggorokan

Faktor Risiko Terjadinya Kanker Laring

Kanker laring terjadi ketika sel-sel sehat dalam kotak suara mengalami kerusakan dan tumbuh secara tidak terkendali. Sel-sel ini kemudian akan berubah menjadi tumor. Sel-sel yang rusak ini dapat terjadi karena adanya beberapa faktor yang menjadi pemicu dari mutasi sel-sel di dalam kotak suara. Beberapa faktor risiko tersebut, antara lain:

1. Alkohol dan Rokok

Alkohol dan rokok merupakan dua penyebab utama terjadinya kanker laring. Keduanya mengandung bahan kimia yang dapat merusak sel-sel dalam laring. Semakin banyak kamu mengonsumsi alkohol dan rokok, maka akan semakin tinggi pula risiko mengidap kanker laring.

Faktanya, orang yang merokok lebih dari 25 batang per hari, atau orang yang merokok selama lebih dari 40 tahun, mempunyai risiko 40 kali lebih banyak mengidap kanker laring. Sedangkan orang yang rutin mengonsumsi alkohol akan memiliki risiko 3 kali lebih tinggi mengidap kanker laring. Dengan berhenti mengonsumsi kedua bahan berbahaya ini, kamu sudah mengurangi risiko mengidap kanker laring secara signifikan.

2. Riwayat Keluarga

Seseorang yang memiliki orangtua, saudara kandung, atau anak yang mengidap kanker pada area kepala atau leher akan memiliki risiko dua kali lebih besar mengidap kanker laring. 

Baca juga: Hentikan Kebiasaan Merokok untuk Mencegah Kanker Tenggorokan

3. Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat

Seseorang yang sering mengomsumsi makanan olahan, daging merah, dan makanan yang diolah dengan cara digoreng akan memiliki risiko lebih tinggi mengidap kanker laring. Dalam hal ini, sebaiknya kamu melakukan diet sehat dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur untuk mencegah terjadinya kanker laring.

4. Terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV)

HPV merupakan sekelompok virus yang memengaruhi kulit dengan menurunkan kelembapan alami tubuh pada area leher, anus, mulut, dan tenggorokan. Parahnya, HPV dapat menyebabkan perubahan pada sel-sel serviks yang dapat menyebabkan kanker serviks. Sama halnya dengan area serviks, virus ini juga memiliki efek yang serupa pada sel-sel tenggorokan. HPV sendiri menyebar ketika berhubungan seks, termasuk seks oral.

5. Paparan Zat Berbahaya

Seseorang yang sering terpapar zat-zat berbahaya seperti debu asbes, debu kayu, asap diesel, cat, atau nikel memiliki risiko lebih tinggi mengidap kanker laring. Untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut, gunakan masker penutup hidung dan mulut saat melakukan aktivitas atau bekerja di tempat yang berisiko menyebabkan paparan racun.

Baca juga: Bukan Cuma Menyanyi, Penyebab Laringitis Juga Bisa Bakteri

Untuk mencegah kanker laring semakin parah, segera diskusikan dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc jika kamu menemukan serangkaian gejalanya untuk mengetahui langkah apa yang harus kamu lakukan. Gejala pada pengidap kanker laring akan ditandai dengan suara serak, batuk berdarah, sakit pada telinga, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, kesulitan bernapas, berat badan menurun, serta terdapat benjolan pada leher.

Referensi:
Medical News Today (Diakses pada 2019). What to Know about Laryngeal Cancer.
NHS (Diakses pada 2019). Laryngeal (Larynx) Cancer.