09 April 2019

5 Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Gangguan Bicara Disartria

5 Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Gangguan Bicara Disartria

Halodoc, Jakarta – Disartria merupakan gangguan yang menyerang sistem saraf seseorang. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya mengalami masalah dalam berbicara, karena gangguan yang terjadi menyerang sistem saraf yang berfungsi untuk berbicara. Meski begitu, disartria tidak memengaruhi tingkat kecerdasan atau pemahaman pengidapnya. Meski tidak menutup kemungkinan pengidap disartria juga mengalami gangguan pada kecerdasan.

Kabar buruknya, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan kualitas hidup. Gangguan bicara bisa memengaruhi emosi dan perilaku pengidap disartria yang kemudian menyebabkan perubahan kepribadian, gangguan dalam interaksi sosial, serta gangguan emosi yang terjadi tiba-tiba. Hal tersebut ternyata bisa terjadi karena pengidap penyakit ini sering merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Tak hanya itu, kesulitan dalam berkomunikasi juga bisa menyebabkan pengidap penyakit ini merasa terisolasi dan sulit merasa nyaman di lingkungan sekitarnya. Lantas, bisakah penyakit ini dicegah? Bagaimana caranya?

Baca juga: 13 Penyebab Gangguan Bicara Disartria

Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Disartria

Salah satu gejala khas dari disartria adalah kesulitan dalam mengontrol otot-otot bicara. Itu terjadi karena bagian otak serta saraf yang bertugas mengontrol pergerakan otot-otot tersebut tidak bisa berfungsi secara normal. Faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini di antaranya cedera kepala, infeksi otak, tumor otak, stroke, penyakit Parkinson, penyakit lyme, distrofi otot, bell’s palsy, lumpuh otak, serta cedera pada lidah.

Baca juga: Mengapa Stroke Bisa Sebabkan Gangguan Bicara Disartria?

Selain kesulitan berbicara dan berkomunikasi, penyakit ini juga sering menimbulkan beberapa gejala lain, seperti suara serak, nada bicara yang monoton, irama bicara yang tidak biasa, serta bicara terlalu cepat atau malah terlalu lambat. Selain itu, penyakit ini juga bisa memicu gejala, seperti tidak mampu bicara dengan volume yang keras, cadel, kesulitan menggerakkan lidah, serta kesulitan menelan. Disartria bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Pada dasarnya, ada beragam penyebab yang bisa memicu disartria. Tapi, ada beberapa jenis penyebab gangguan bicara ini yang bisa dicegah dengan kebiasaan dan pola hidup sehat, seperti:

  1. Rutin Berolahraga
  2. Membatasi atau menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol
  3. Hindari kebiasaan mengonsumsi obat-obatan tanpa ada rekomendasi atau resep dari dokter
  4. Berhenti merokok secara aktif
  5. Perbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Untuk mengobati penyakit ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan yang tergantung pada beberapa faktor, yaitu penyebab, tingkat keparahan gejala, serta jenis disartria yang menyerang. Pada dasarnya, disartria dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu disartria spastik, disartria ataksik, disartria hipokinetik, disartria diskinetik dan distonik, serta disartria flaksid.

Salah satu cara pengobatan penyakit ini adalah dengan mengatasi penyebabnya, misalnya disartria yang terjadi karena tumor, maka dibutuhkan operasi untuk mengangkat tumor. Selain itu, pengidap penyakit ini juga disarankan untuk menjalani terapi guna memperbaiki kemampuan bicara, sehingga bisa berkomunikasi dengan lebih baik.

Baca juga: Sulit Bicara, Ini 5 Terapi untuk Pengidap Disartria

Masih penasaran tentang gangguan bicara yang satu ini? Cari tahu lebih jauh seputar penyakit disartria dan cara mengobatinya dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!