5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mencoba Menstrual Cup

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mencoba Menstrual Cup

Halodoc, Jakarta – Penggunaan menstrual cup akhir-akhir ini gencar dikumandangkan terkait dengan isu lingkungan hidup. Apalagi setelah beredar kabar kalau sampah pembalut menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar. 

Diperkirakan setiap wanita menghabiskan 10.000–15.000 pembalut seumur hidupnya, dan pembalut bukan jenis sampah yang mudah terurai. Menstrual cup dianggap sebagai alternatif pengganti pembalut, karena bisa digunakan terus-menerus. Namun, tidak semua nyaman dan tidak semua suka. Berikut ini hal-hal yang perlu diketahui sebelum mencoba menstrual cup.

Baca juga: Ini Bahaya Tidak Membersihkan Menstruasi dengan Bersih

Menstrual Cup Lebih Higienis?

Terlepas dari beberapa komentar yang mengungkapkan kengerian karena harus memasukkan sesuatu ke vaginanya, komentar yang lain menyatakan kalau penggunaan menstrual cup lebih higienis dan menghindari iritasi pada area bokong dan selangkangan.

Terkadang buat kamu yang memiliki kulit sensitif, kerap mengalami iritasi di area bokong, selangkangan, bahkan gatal-gatal di area bibir vagina akibat tekanan pada permukaan pembalut. Nah, katanya penggunaan menstrual cup dapat membuat kamu terhindar dari pengalaman tidak menyenangkan tersebut.  

Tentang menjaga kebersihannya, menstrual cup hanya perlu dicuci dan direndam dengan air panas supaya bakteri dan kotoran darah menstruasi luruh, sehingga “kinclong” dan bisa dipakai kembali. 

Baca juga: Nyeri Saat Buang Air Kecil, Tanda Alami Infeksi Saluran Kemih?

Tidak perlu berganti-ganti pembalut dan tetap bisa beraktivitas normal tanpa takut tembus. Apa memang benar begitu?

  1. Bahan Menstrual Cup

Menstrual cup berbentuk cawan fleksibel terbuat dari silikon dan karet lateks dengan ujung meruncing sebagai pegangan untuk menariknya keluar dari vagina. Cara kerjanya tidak seperti pembalut ataupun tampon yang menyerap darah menstruasi, melainkan menampungnya.  

Bahan menstrual cup dianggap cukup aman untuk berada di dalam vagina, sedangkan diafragma ataupun cincin vagina saja dianggap aman sebagai alat kontrasepsi, kenapa tidak dengan menstrual cup? Toh, sama-sama dimasukkan ke dalam vagina.

  1. Bagaimana Cara Memasukkannya?

Cukup dengan melipatnya dan memasukkannya ke dalam vagina sampai yang tersisa hanya ujungnya saja. Ada beberapa teknik pemakaian, mulai dari dimasukkan sambil berdiri atau jongkok, tergantung kenyamanannya saja. 

Intinya jangan tegang, harus rileks supaya serviks tidak mengencang saat kamu memasukkan menstrual cup. 

  1. Kapan Harus Membuang Darah Menstruasi?

Umumnya, menstrual cup bisa digunakan 3–4 jam yang tergantung seberapa deras darah menstruasi yang keluar. Ini juga yang membuat beberapa orang enggan untuk menggunakan menstrual cup, karena kamu tidak bisa melihat seberapa banyak darah menstruasi, tidak seperti saat menggunakan pembalut. 

Namun, buat orang yang sudah pernah menggunakan, menstrual cup membuatnya menjadi lebih aware dengan tubuhnya. Sadar, kapan kira-kira volume darah menstruasi sudah maksimal, sehingga sudah saatnya dibuang.

Baca juga: Datang Bulan Tanpa Alami Dismenore, Wajarkah?

  1. Anti Tembus?

Butuh kurang lebih tiga kali siklus menstruasi untuk kamu benar-benar mengerti dalam menggunakan menstrual cup. Pemasangan menstrual cup yang tidak tepat juga bisa membuat “bocor”, sehingga darah menstruasi tetap merembes, keluar dari celah serviks. Namun, kalau kamu memasangnya dengan pas, cawan tersebut akan menampung tetesan darah menstruasi dengan sempurna.

  1. Aman untuk Segala Ukuran Vagina?

Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah menstrual cup aman digunakan buat wanita yang belum pernah melakukan hubungan seks? Jawabannya adalah aman. Vagina sifatnya elastis dan fleksibel. Menstrual cup juga terdiri dari beberapa ukuran yang disesuaikan dengan ukuran serviks. 

Kalau kamu ingin mencoba menggunakan menstrual cup ataupun tanya-tanya lebih lanjut mengenai plus minus menstrual cup, bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). What’s a Menstrual Cup?
Healthline (Diakses pada 2019).  Which Menstrual Cup is Right for You?
Sciencealert (Diakses pada 2019). The First Major Review of Menstrual Cups Has Just Given Its Verdict