25 January 2019

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Wanita tentang Menopause

menopause

Halodoc, Jakarta - Wanita manapun tentu akan menghadapi dan melalui fase menopause dalam hidupnya. Meski begitu, setiap wanita akan memiliki pengalaman berbeda dalam melewati fase menopause. Fase menopause tidak terjadi pada usia yang sama atau dalam periode waktu tertentu. Hal ini pun dapat menyebabkan gejala berbeda, baik fisik dan emosional. Menopause dapat membuat kehidupan wanita tidak tenang, tetapi bagi beberapa wanita lainnya mereka dapat melaluinya tanpa masalah.

Menopause adalah waktu ketika siklus menstruasi bulanan wanita berhenti. Hal ini terjadi karena pertambahan usia dan secara perlahan sel telur akan habis. Beberapa ilmuwan percaya hal ini terjadi untuk melindungi wanita dan anak mereka dari bahayanya hamil di usia tua. Agar semakin siap untuk menghadapi menopause, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan.

Baca juga:  4 Cara Hadapi Menopause Bagi Wanita Berusia 40-an

  1. Usia Gejala Menopause

Umumnya, usia wanita mengalami menopause adalah 52 tahun. Namun, seorang wanita bisa mengalami gejala menopause antara usia 45-55 tahun. Gejala dapat bertahan antara dua sampai lima tahun. Kondisi medis bisa menyebabkan menopause terjadi lebih awal. Terkadang, menopause dapat terjadi pada wanita usia 20-an, atau kasus ekstrem pada masa kanak-kanak. Kasus ekstrem tersebut dikenal sebagai kegagalan rahim dini (premature ovarian failure/POF).

  1. Gejala-gejala Menopause

Perubahan tingkat hormon dapat menghasilkan gejala yang berbeda. Diperkirakan sekitar dua pertiga dari wanita mengalami gejala umum, seperti rasa panas dan berkeringat di malam hari. Namun, ada juga beberapa wanita yang melaporkan gejala psikologis, termasuk depresi, lelah, kurangnya energi, dan kekeringan Miss V yang dapat memengaruhi penurunan hasrat seksual. Efek jangka panjang dari menopause termasuk peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Ternyata Hubungan Intim Saat Menopause Tetap Menyenangkan

  1. Munculnya Osteoporosis Setelah Menopause

Kekuatan tulang bergantung pada kepadatan dan struktur jaringan tulang. Penurunan jumlah mineral dalam tulang dan lambatnya produksi atau pergantian sel tulang dapat melemahkan tulang. Hal ini terjadi pada banyak orang saat usia semakin bertambah. Namun, perubahan ini terjadi lebih cepat pada wanita setelah menopause. Inilah mengapa satu dari tiga wanita di atas usia 50 tahun lebih rentan mengalami osteoporosis, dibandingkan pada pria yang hanya 1 berbanding 12.

Osteoporosis meningkatkan risiko patah tulang, terutama di pergelangan tangan, pinggul, atau tulang belakang. Karena estrogen penting bagi kesehatan pertumbuhan tulang, terapi pergantian hormon atau hormone replacement therapy (HRT) dapat membantu melindungi tulang wanita dari osteoporosis.

  1. Muncul Penyakit Jantung Pasca Menopause

Gangguan kardiovaskular merupakan penyakit pada jantung atau pembuluh darah, termasuk serangan jantung dan stroke. Biasanya, kondisi tersebut disebabkan oleh penyumbatan arteri. Penyebab kematian paling umum pada wanita di atas usia 60 tahun adalah karena wanita lebih rentan mengalami penyumbatan arteri setelah mengalami menopause.

Baca juga: Cara Melewati Masa Menopause Tanpa Rasa Cemas

  1. Gejala Menopause Dapat Diringankan

Selain melindungi wanita dari osteoporosis, terapi hormon juga baik dalam mengendalikan gejala menopause. Meski begitu, terapi ini dapat sedikit meningkatkan risiko perkembangan kondisi seperti kanker payudara, deep vein thrombosis (DVT), stroke, dan penyakit jantung. Mengubah pola makan dan sering berolahraga juga dapat membantu meringankan gejala menopause.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan mengenai menopause. Sebelum menghadapi menopause, sebaiknya kamu mulai berdiskusi dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!