5 Jenis Anemia yang Diturunkan Secara Genetik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5-jenis-anemia-yang-diturunkan-secara-genetik-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sudah enggak asing lagi dengan penyakit bernama anemia. Penyakit ini sering ditandai dengan gejala yang khas, yaitu tubuh menjadi lemas dan lesu, sehingga pengidap anemia biasanya tidak bisa beraktivitas dengan normal. Nah, kondisi tersebut bisa terjadi karena saat anemia, tubuh kamu kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membantu menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. 

Baca juga: Wanita Lebih Rentan Terserang Anemia Ketimbang Pria, Kok Bisa?

Sebenarnya ada banyak sekali kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia, mulai dari kekurangan zat gizi hingga penyakit kronis. Namun, ada juga sebagian orang yang terlahir dengan kelainan genetik yang menyebabkannya mengalami anemia. Yuk, cari tahu jenis anemia apa saja yang bisa diturunkan secara genetik di sini.

1. Anemia Pernisiosa Kongenital

Merupakan jenis anemia yang jarang terjadi dan disebabkan oleh kelainan seseorang sejak lahir, yaitu tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi faktor intrinsik (protein di dalam lambung yang membantu penyerapan vitamin B12). Vitamin B12 berperan dalam pembuatan sel darah merah, tanpanya tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah baru yang mencukupi. Kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan komplikasi, seperti kerusakan saraf, hilang ingatan, dan pembesaran hati.

Baca juga: Pengidap Anemia Rentan Alami Perdarahan Postpartum

2. Defisiensi G6PD

Anemia ini disebabkan karena tubuh tidak bisa memproduksi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) yang cukup. Enzim G6PD merupakan enzim yang berfungsi untuk menjaga sel darah merah dari penghancuran akibat berbagai obat-obatan dan bahan kimia.

3. Sferositosis Kongenital

Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya sel darah merah abnormal yang disebut sferosit. Sel darah merah tersebut sangat tipis dan rapuh. Sferosit tidak bisa berubah bentuk layaknya sel darah merah saat menuju jaringan, sehingga sel tersebut bertahan lebih lama di dalam limfa yang sebenarnya adalah tempat penghancurannya. Penghancuran sel darah merah tersebut akhirnya mengakibatkan anemia.

4. Anemia Sel Sabit

Pengidap anemia sel sabit memiliki warisan gen yang menyebabkan hemoglobin terbentuk secara tidak normal. Normalnya, bentuk sel darah merah itu bundar dan lentur, sehingga mudah bergerak dalam pembuluh darah. Namun, pada pengidap anemia sel sabit, sel darah merahnya berbentuk seperti sabit, kaku dan mudah menempel pada pembuluh darah kecil. Akibatnya, sel darah merah tidak bisa membawa oksigen dengan baik serta mudah pecah.

Anemia sel sabit sebaiknya jangan disepelekan, karena bisa menyebabkan pengidapnya berisiko mengalami penyakit stroke, serangan jantung, pembengkakan di tangan dan kaki, hingga menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

5. Thalasemia

Thalasemia juga termasuk jenis anemia yang bisa diturunkan secara genetik. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin yang cukup, yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Thalasemia yang masih ringan biasanya menimbulkan gejala, seperti gejala anemia pada umumnya, yaitu tubuh terasa lemas. Namun, bila sudah parah, thalasemia bisa mengganggu pertumbuhan, menyebabkan pembesaran limfa, masalah tulang dan penyakit kuning.

Baca juga: Kasus Terus Meningkat, Kenali Tanda dan Gejala Thalassemia

Orang yang mengidap anemia akibat kelainan genetik biasanya membutuhkan pengobatan dalam jangka panjang. Pengobatannya pun berbeda-beda, tergantung jenis anemia yang dialami. Jadi, bila kamu memiliki keluarga dengan riwayat anemia, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui adanya kemungkinan mengalami anemia. Dengan demikian, pengobatan pun bisa dilakukan lebih awal.

Untuk membeli suplemen penambah darah untuk mengatasi anemia, belinya lewat aplikasi Halodoc saja. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi: 
Everyday Health (Diakses pada 2019). Hereditary Anemia.
Very Well Health (Diakses pada 2019). Inherited Anemias - Symptoms, Treatment, and More