5 Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Hiperkalemia

5 Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Hiperkalemia

Halodoc, Jakarta - Hiperkalemia terjadi ketika tubuh mengalami peningkatan kadar kalium (K+) dalam serum darah. Kadar kalium yang normal berada antara 3,5 dan 5,0 mmol/L dan kadar di atas 5,5 mmol/L didefinisikan sebagai hiperkalemia. Hiperkalemia adalah sebuah gangguan yang umum terjadi.

Walau begitu, sebagian besar orang yang didiagnosis gangguan tersebut mengidap jenis yang ringan. Kondisi apapun yang menyebabkan hiperkalemia, bahkan yang ringan sekalipun, harus ditangani untuk mencegah perkembangan menjadi hiperkalemia yang lebih parah.

Keparahan dibagi menjadi jenis yang ringan (5,5-5,9 mmol/L), sedang (6,0-6,4 mmol/L), dan berat (> 6,5 mmol/L). Pada jenis yang tinggi, gangguan tersebut dapat dideteksi dengan elektrokardiogram (EKG). Selain itu, pseudohyperkalemia, gangguan yang terjadi karena kerusakan sel selama atau setelah mengambil sampel darah, harus disingkirkan.

Umumnya, gangguan ini tidak menimbulkan gejala. Walaupun kadang-kadang ketika sedang parah, kondisi ini dapat menyebabkan jantung berdebar, nyeri otot, kelemahan otot, atau mati rasa. Detak jantung abnormal dapat terjadi yang dapat menyebabkan henti jantung dan kematian.

Baca Juga : Ini Penyebab Pengidap Gagal Ginjal Terkena Hiperkalemia

Cara Hiperkalemia Memengaruhi Tubuh

Kalium sangat penting untuk fungsi normal otot, jantung, dan saraf. Zat tersebut memainkan peran penting dalam mengendalikan aktivitas otot polos, otot rangka, serta otot-otot jantung. Hal ini juga penting untuk transmisi sinyal listrik yang normal ke seluruh sistem saraf di dalam tubuh.

Kadar kalium dalam darah normal sangat penting untuk menjaga ritme listrik jantung normal. Baik kadar kalium darah rendah (hipokalemia) dan tingkat kalium darah tinggi (hiperkalemia) dapat menyebabkan irama jantung yang tidak normal.

Apa Saja Gejalanya?

Hiperkalemia yang terjadi bisa asimptomatik, artinya tidak menimbulkan gejala. Terkadang, seseorang yang mengidap hiperkalemia merasakan gejala yang tidak jelas, termasuk:

  • Mual.
  • Kelelahan.
  • Kelemahan otot.
  • Sensasi kesemutan.

Gejala hiperkalemia yang lebih serius termasuk detak jantung lambat dan denyut nadi lemah. Hiperkalemia berat dapat menyebabkan kemacetan jantung fatal. Secara umum, tingkat potasium yang meningkat perlahan, seperti gagal ginjal kronis, lebih dapat ditoleransi daripada peningkatan kadar potasium secara tiba-tiba. Gejala hiperkalemia biasanya tidak terlihat sampai kadar kalium sangat tinggi (biasanya 7,0 mEq/l atau lebih tinggi).

Baca Juga : Terlalu Banyak Kalsium, Hati-Hati Batu Ginjal

Alami Hiperkalemia, Inilah Cara Pengobatannya

Pengobatan hiperkalemia harus dilakukan secara individual berdasarkan penyebab hiperkalemia yang mendasari, keparahan gejala, dan status kesehatan secara keseluruhan dari pengidapnya. Hiperkalemia ringan biasanya diobati tanpa dirawat di rumah sakit, terutama jika orang tersebut dinyatakan sehat, EKG normal, dan tidak ada kondisi terkait lainnya seperti asidosis dan memburuknya fungsi ginjal.

Perawatan darurat diperlukan jika hiperkalemia parah dan telah menyebabkan perubahan EKG. Hiperkalemia berat paling baik dirawat di rumah sakit, sering kali di unit perawatan intensif, serta di bawah pemantauan irama jantung secara terus-menerus. Pengobatan hiperkalemia dapat mencakup tindakan berikut, baik salah satu cara atau kombinasi:

  1. Diet rendah potasium untuk kasus ringan.
  2. Hentikan pengobatan yang meningkatkan kadar kalium darah.
  3. Pemberian glukosa dan insulin intravena, yang mendorong pergerakan kalium dari ruang ekstraseluler kembali ke sel.
  4. Kalsium intravena untuk sementara melindungi jantung dan otot dari efek hiperkalemia.
  5. Pemberian natrium bikarbonat untuk menetralkan asidosis dan untuk mempromosikan pergerakan kalium dari ruang ekstraseluler kembali ke sel.

Baca Juga : Persendian Sakit dan Kulit Menggelap? Bisa Jadi Sakit Addison

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati hiperkalemia yang terjadi pada tubuh. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!