5 Kandungan Kurma yang Bisa Cegah Kanker

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kandungan kurma, kurma bisa cegah kanker

Halodoc, Jakarta - Setiap bulan puasa, buah kurma menjadi salah satu yang paling dicari. Sayangnya, kebanyakan orang hanya memakan buah kurma pada saat tertentu saja, seperti saat bulan Ramadan. Padahal, buah kurma memiliki khasiat yang sangat baik untuk kebugaran dan nutrisi penunjang.

Sudah diakui bahwa salah satu manfaat buah kurma adalah untuk mencegah kanker lambung. Karenanya, mengonsumsi kurma sangat baik untuk kesehatan. Dengan mengonsumsi buah kurma, kamu tidak hanya mendapatkan pahala karena mengikuti ajaran sang rasul, tapi juga mendapatkan manfaat kesehatan. Inilah kandungan yang ada di dalam buah kurma yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Kandungan Kurma yang Bermanfaat Bagi Tubuh

  1. Tinggi Kalori

Buah kurma yang mudah dicerna mengandung jumlah kalori yang tinggi. Kurma dapat mengembalikan energi kamu dengan lebih cepat. Itulah alasannya kurma menjadi diet yang bagus untuk dikonsumsi setelah berbuka puasa.  Seperti yang diketahui bahwa makanan sehat setidaknya mengandung karbohidrat, protein, dan banyak vitamin esensial.

Baca Juga: Cara Detox Tubuh dengan Puasa

Apabila kurma dikonsumsi dengan pasta timun, kamu dapat menjaga berat badan pada tingkat normal dan seimbang (ideal). Satu kilogram kurma mengandung hampir 3.000 kalori. Kalori tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tubuh manusia. Kendati demikian, sebaiknya jangan hanya memakan kurma sepanjang hari.

Jika kamu ingin menambah berat badan, atau kamu sedang mencoba membangun otot agar terlihat lebih kekar, atau kamu menjadi lemah karena masalah medis yang serius, kamu bisa mengonsumsi kurma.

  1. Mengandung Mineral dan Vitamin

Kurma mengandung mineral zat besi yang mampu menjaga kandungan hemoglobin yang penting untuk mengedarkan oksigen dan menjaga detak jantung sehat. Vitamin A yang juga terkandung dalam buah kurma baik untuk menjernihkan penglihatan dan membantu perkembangan jaringan dan organ.

Baca Juga: Tips Sehat dan Bugar Selama Berpuasa

Berbagai kandungan mineral di dalam buah kurma seperti magnesium boron, kalsium, sulfur, dan potasium berperan penting dalam mencegah risiko kanker otak. Mineral yang ada dalam buah kurma ini cukup banyak. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah kurma sebanyak 15 butir per hari, dengan begitu, kebutuhan magnesium dan sulfur bisa terpenuhi dengan baik.

  1. Mengandung Gula Alami

Rasa manis kurma berasal dari kandungan gula alami yang tinggi seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Maka itu, kurma dapat dijadikan sebagai camilan sempurna untuk mengembalikan energi tubuh. Itulah alasannya kurma sangat disarankan untuk berbuka puasa dengan beberapa butir kurma, supaya kembali berenergi. Pada kondisi lain, misalnya setelah berolahraga atau latihan, kamu dapat mengunyah beberapa butir kurma  untuk segera mengembalikan tenaga.

  1. Sumber Antioksidan

Dalam kurma terdapat sumber antioksidan yang sangat baik untuk tubuh. Antioksidan bermanfaat melindungi tubuh dari radikal bebas yang merusak sel dan menyebabkan kanker. Zat-zat fitokimia yang termasuk sebagai antioksidan pada kurma di antaranya adalah polifenol, sterol, tanin, dan karoten.

Baca Juga: 6 Makanan yang Bantu Detoksifikasi Tubuh Saat Puasa

  1. Bebas Lemak Jenuh

Kamu tidak perlu khawatir dengan efek negatif lemak jenuh, seperti kegemukan, aterosklerosis, dan sebagainya saat mengonsumsi buah kurma. Sebab buah kurma mengandung serat tinggi dan tidak memiliki kandungan lemak jenuh, kolesterol, dan sodium. Tidak hanya sampai di situ, berbuka dengan kurma juga mampu menghindarkan kamu dari makan berlebihan, karena rasa kenyang yang muncul.

Kurma juga baik untuk sahur, saat tubuh mulai menyerap nilai gizi tinggi dari kurma, energi tetap terjaga dan perasaan lapar dapat diminimalisir saat berpuasa. Selain itu, sistem saraf juga mendapatkan manfaat dari buah kurma, karena kandungan potasium yang cukup besar.

Itulah kandungan dan manfaat yang ada dalam kurma. Jika kamu mengalami masalah kesehatan, sebaiknya hubungi dokter terpecaya di aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.