01 December 2018

5 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Ketahui Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Kronis

Halodoc, Jakarta – Gagal ginjal adalah penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal, baik secara mendadak (gagal ginjal akut) maupun secara bertahap (gagal ginjal kronis). Akibatnya, ginjal tidak bisa menyaring dan membersihkan darah dari berbagai racun yang akan dibuang melalui urine. Kamu perlu berhati-hati karena kalau tidak segera ditangani, gagal ginjal bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti serangan jantung dan stroke.

Ketahui Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Kronis

Gagal ginjal akut terjadi saat ginjal berhenti menyaring limbah dalam darah. Sementara gagal ginjal kronis terjadi akibat gejala awal gagal ginjal yang tidak segera diobati dan berangsur-angsur memburuk. Komplikasi dapat dicegah dengan mendeteksi gejala awal gagal ginjal, yaitu sebagai berikut:

  • Perubahan warna urine. Saat terjadi gangguan pada ginjal, frekuensi urine cenderung meningkat dan urine yang keluar memiliki banyak gelembung. Urine yang dikeluarkan juga akan mengalami perubahan warna, yakni berwarna lebih pucat hingga merah karena disertai darah.

  • Bau mulut. Jika mulut mengeluarkan bau yang tidak sedap, ini dapat menandakan banyaknya racun dan kotoran dalam darah yang tidak tersaring dan terbuang akibat rusaknya ginjal.

  • Mudah lelah. Gagal ginjal bisa ditandai dengan penurunan nafsu makan yang disertai mual dan muntah, sehingga pengidapnya rentan mengalami kelelahan.

  • Pembengkakan. Penumpukan cairan dalam tubuh (edema) bisa menyebabkan pembengkakan pada tungkai dan kaki. Gejala lain yang juga perlu diwaspadai adalah dehidrasi, kejang, tremor, serta nyeri punggung.

Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Gagal Ginjal

Gagal ginjal dapat terjadi faktor kebiasaan yang mungkin selama ini tak kamu sadari, di antaranya adalah:

1. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Ringan Kemasan

Makanan ringan kemasan cenderung banyak mengandung garam. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kebiasaan ini membuat ginjal kelebihan kalsium saat mengolah urine sehingga meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal.

2. Tekanan Darah Tidak Terkendali

Tekanan darah perlu dicek secara rutin agar tetap terkendali. Sebab tekanan darah yang terlalu tinggi (hipertensi) bisa berdampak negatif pada ginjal. Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada arteri, sehingga darah tidak tersaring dengan baik oleh ginjal.

3. Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok ternyata bisa membuat tekanan darah menjadi tidak terkendali dan meningkatkan risiko gagal ginjal. Merokok bisa memperlambat aliran darah ke organ-organ vital tubuh (termasuk ginjal), serta memperburuk gangguan ginjal yang sudah terjadi.

4. Kurang Minum Air Putih

Kebiasaan kurang minum air putih dapat berdampak buruk. Kurang minum menyebabkan dehidrasi yang ditandai dengan rasa haus, warna urine lebih pekat atau gelap, mulut kering, frekuensi buang air kecil menurun, sakit kepala, mudah lelah, hingga pusing.

Dehidrasi yang terjadi secara berulang bisa meningkatkan risiko gagal ginjal akut hingga kronis. Jangan malas dan lupa untuk minum air putih setiap hari, ya!

5. Terlalu Banyak Konsumsi  Minuman Berenergi

Minuman berenergi umumnya dikonsumsi untuk meningkatkan energi dan performa otak. Bahan utamanya terdiri dari kafein, taurin, gula, dan ginseng. Jika dikonsumsi secara berlebihan, minuman berenergi bisa meningkatkan risiko dehidrasi (karena bersifat dieuretik) dan penumpukan taurin. Kombinasi taurin dan kafeina dalam minuman berenergi ini diduga bisa meningkatkan tekanan darah, sehingga konsumsi berlebihan bisa memicu terjadinya gagal ginjal.

Itu lima kebiasaan yang bisa sebabkan gagal ginjal. Kalau kamu mengalami gejala awal gagal ginjal di atas, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: