5 Kondisi Ini Bisa Dideteksi Melalui Cek Pranikah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Kondisi Ini Bisa Dideteksi Melalui Cek Pranikah

Halodoc, Jakarta - Cek pranikah atau premarital check up merupakan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh pasangan sebelum menikah. Cek pranikah berguna untuk mengetahui apakah pasangan mengidap penyakit menular yang berisiko menularkannya ke pasangan maupun keturunannya kelak. Nah, cek pranikah bertujuan untuk menghindari dan mencegah komplikasi di kemudian hari. Lantas, kondisi seperti apa yang bisa dideteksi melalui cek pranikah? Ini contohnya

Baca Juga: Ini Pemeriksaan Medical Check Up yang Dilakukan Pra Nikah

1. Rhesus Darah

Mengetahui golongan darah pasangan sangat diperlukan guna mengetahui apakah golongan darah pasangan cocok dengan golongan darah kamu. Sebab, perbedaan rhesus yang dimiliki pasangan bisa memengaruhi kondisi anak di masa depan. Selama kehamilan, sel darah merah ibu bisa memasuki plasenta  dan menghasilkan antibodi yang justru menyerang janin. 

Hal ini sering menyebabkan ikterus yang berisiko menyebabkan keguguran maupun kerusakan otak pada bayi. Untuk itu, cek pranikah dilakukan untuk menghindari komplikasi, seperti ini. Satu-satunya cara untuk mengetahui golongan darah pasangan adalah dengan melakukan cek darah. Umumnya, tes darah sudah termasuk ke dalam prosedur cek pranikah. 

2. Infeksi Menular Seksual

Kondisi lain yang bisa dideteksi melalui cek pranikah adalah penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonore, kutil, bakteri vaginosis dll. Nah, manfaat dari cek pranikah adalah mencegah agar pasangan pengidap IMS belum terlanjur tertular dari pasangannya. Selain itu, cek pranikah juga berfungsi agar penyakit lebih efektif diobati jika didiagnosis lebih awal. Perawatan dini IMS juga mengurangi risiko keguguran dan masalah ketidaksuburan selama pernikahan. 

3. Hepatitis dan HIV

Hepatitis dan HIV merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui cairan tubuh, seperti darah, cairan Miss V, dan air mani. Umumnya, ibu yang mengidap HIV, hepatitis B dan C dapat menularkan kepada bayinya melalui darah lewat plasenta dan jalan lahir.

Penyakit seperti Hepatitis B dan C, HIV akan berlanjut sepanjang hidup dan perlu dikelola dengan benar. Oleh sebab itu, cek pranikah sangat penting dilakukan guna mencegah komplikasi maupun dampak yang bisa diberikan kepada pasangan maupun calon bayi.

Baca Juga: Sebelum Lakukan Cek Pra Nikah, Siapkan 3 Hal Berikut

4. Infertilitas

Hampir semua pasangan pasti mendambakan momongan dalam pernikahannya. Ketika pasangan berencana memiliki anak, maka faktor kesuburan adalah kunci utamanya. Tes kesuburan adalah jenis tes yang sangat esensial di dalam premarital check up. 

Ini penting dilakukan guna memberi pasangan waktu untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan infertilitas sedini mungkin. Sebab, apabila kondisi infertilitas baru diketahui setelah menikah, hal tersebut bisa menyebabkan  tekanan psikosomatik, genetik, emosional dan sosial

Tes kesuburan mencakup analisis semen untuk memeriksa kesuburan pria sementara tes ovulasi untuk menguji kesuburan pada wanita. Ada pun USG panggul untuk memeriksa kelainan genetik atau yang berkembang pada organ reproduksi. Berbagai tes hormon seperti Prolaktin, FSH, LH, Testosteron, Estrogen, dan Progesteron juga bisa digunakan untuk pria dan wanita.

5. Sel Sabit

Penyakit sel sabit adalah kondisi kesehatan yang disebabkan oleh kelainan genetik menyebabkan sel darah merah berbentuk seperti sabit, kaku, dan mudah menempel pada pembuluh darah kecil, sehingga mengganggu fungsinya untuk membawa oksigen keseluruh tubuh.

Apabila pasangan mengidap kondisi ini, anak yang hadir di kemudian hari berpeluang 50 persen mengidap penyakit yang sama. Namun, pengidap sel sabit sebenarnya tetap dapat menikahi seseorang yang tidak memiliki sifat genetik penyakit yang berarti bahwa keturunannya hanya akan menjadi pembawa gen.

Baca Juga: Pasangan Mengidap Suatu Penyakit Saat Cek Pranikah, Bagaimana Menghadapinya?


Kalau kamu berencana untuk melakukan cek pranikah, biar lebih praktis sekarang bisa lho buat janji dengan rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Mudah bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!