• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Makanan Pantangan untuk Orang dengan Jerawat Batu
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Makanan Pantangan untuk Orang dengan Jerawat Batu

5 Makanan Pantangan untuk Orang dengan Jerawat Batu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 24 Agustus 2021
5 Makanan Pantangan untuk Orang dengan Jerawat Batu5 Makanan Pantangan untuk Orang dengan Jerawat Batu

“Jerawat batu terjadi akibat kombinasi bakteri, minyak, dan sel kulit kering yang terperangkap di pori-pori. Jerawat membandel ini akan sulit hilang dengan sendirinya. Selain memerlukan perawatan dari dokter kulit, pemilik jerawat batu juga perlu mengurangi konsumsi makanan pantangan seperti susu sapi, makanan manis, dan makanan olahan.”

Halodoc, Jakarta – Jerawat batu merupakan jenis jerawat yang paling serius. Kondisi ini berkembang ketika kista terbentuk jauh di bawah kulit. Jerawat batu bisa terjadi akibat kombinasi bakteri, minyak, dan sel kulit kering yang terperangkap di pori-pori. Siapapun berpotensi mengalami jerawat, tapi jerawat batu cenderung terjadi pada orang dengan kulit berminyak. 

Jerawat batu lebih sering terjadi pada remaja, wanita, dan orang dewasa yang lebih tua yang mengalami ketidakseimbangan hormon. Biasanya, jerawat batu dapat membaik seiring bertambahnya usia. Namun, benjolan yang membandel dan menyakitkan tidak akan hilang dengan sendirinya. Selain memerlukan perawatan dengan dokter kulit, pemilik jerawat batu juga harus menjauhi makanan pantangan yang memicu jerawat semakin parah dan bertahan lama. 

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Jerawat Batu Secara Alami dan Tanpa Bekas

Makanan yang Harus Dihindari Pemilik Jerawat Batu

Meskipun masih diperlukan penelitian lebih banyak, tapi konsumsi makanan tertentu  kemungkinan berperan dalam perkembangan jerawat. Beberapa bukti menunjukkan bahwa seseorang dapat mengurangi atau mencegah munculnya jerawat dengan mengonsumsi asam lemak omega-3, menghindari konsumsi susu, dan mengurangi makanan dengan indek glikemik tinggi. 

Berikut ini beberapa makanan yang dapat menyebabkan jerawat dan perlu dihindari:

  1. Susu Sapi

Kemungkinan terdapat hubungan antara susu sapi dan jerawat. Dilansir dari Medical News Today, orang yang minum susu 16 persen lebih mungkin memiliki jerawat dibandingkan mereka yang tidak minum susu. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), meskipun susu sapi mungkin menjadi pemicu jerawat bagi sebagian orang, saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa produk susu lainnya, seperti keju atau yogurt, juga menyebabkan jerawat.

  1. Cokelat

Banyak orang yang percaya bahwa cokelat adalah pemicu jerawat. Namun, tidak banyak bukti ilmiah yang menunjukkan hal ini. Memang beberapa penelitian menemukan hubungan yang lemah antara konsumsi cokelat dan jerawat. Hanya saja penelitian tidak mengontrol jenis produk cokelat yang dimakan, yang berarti ada produk cokelat yang menggunakan bahan tambahan seperti gula atau susu, yang bisa memengaruhi hasil penelitian. 

Baca juga: Makanan Berminyak Bisa Picu Jerawat, Ini Faktanya

Sebuah studi tahun 2018 yang melibatkan 33 pria menemukan bahwa mengonsumsi 10 gram cokelat hitam per hari selama 4 minggu, menyebabkan perubahan kulit yang bisa membuat jerawat lebih mungkin terjadi. Karena itu, kemungkinan dengan mengurangi asupan cokelat bisa mengurangi atau mencegah munculnya jerawat. 

  1. Pasta

Setiap makanan olahan, seperti pasta dan roti putih adalah makanan yang tinggi indeks glikemik. Kandungan gula di dalamnya menyebabkan kerusakan pada kulit, memicu peradangan, dan memperburuk jerawat, rosacea, dan gangguan kulit lainnya. 

  1. Hidangan Penutup

Tidak hanya kue-kue yang tinggi kalori dan rendah nilai gizi, tapi menurut sebuah penelitian, mengonsumsi makanan yang kaya lemak dan gula ternyata berkaitan dengan kemunculan jerawat. 

Baca juga: Perlu Tahu, Jenis Jerawat Batu Genetis

  1. Kopi yang Dikreasikan

Misalnya kopi yang dikreasikan menjadi frappuccino, moka, dengan tambahan whip cream, dan segala topping atau taburan di atasnya. Kopi seperti ini mengandung kafein, tinggi gula dan karbohidrat olahan yang menyebabkan lonjakan kortisol dalam tubuh. 

Kortisol adalah hormon stres dan itulah yang dilepaskan tubuh saat stres. Lonjakan kortisol dapat menyebabkan tubuh memproduksi minyak secara berlebihan, yang mengakibatkan munculnya jerawat. 

Perlu diketahui, selain menghindari konsumsi makanan pantangan, pemilik jerawat batu juga harus menemui dokter kulit untuk perawatan. Dokter akan memberikan obat resep atau penanganan khusus. Perawatan jerawat batu bisa dilakukan di rumah jika dokter meresepkan obat atau krim wajah khusus. Kamu bisa membuat jadwal kunjungan dokter kulit di rumah sakit terdekat dan beli obat resep melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Cystic Acne and How Is It Treated?
Medical News Today. Diakses pada 2021. Can you treat acne with a hormonal acne diet?