04 April 2018

5 Makanan Penambah Darah

5 Makanan Penambah Darah

Halodoc, Jakarta – Anemia adalah kondisi dimana tubuh tidak menghasilkan sel darah merah yang cukup sehingga kamu tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup dan cepat merasa lelah. Beberapa tanda umum anemia adalah cepat merasa lelah, kulit pucat bahkan kekuningan, detak jantung tidak teratur, sesak napas, kepala sakit atau pusing, sakit dada serta tangan dan kaki yang berasa dingin.

Beberapa penyebab anemia adalah kekurangan sel darah merah karena tubuh tidak menghasilkan sel darah merah yang cukup, pendarahan serta tubuh yang menghancurkan sel darah merah.

Selain kondisi tubuh yang tidak sehat karena mengidap penyakit tertentu, ada beberapa faktor pendukung yang menyebabkan timbulnya anemia. Sebagai contoh diet yang menyebabkan kurangnya vitamin B-12, asam folat dan juga zat besi. Haid yang membuat wanita cenderung mengalami gejala anemia ringan dan juga faktor usia dimana mereka yang berusia 65 tahun ke atas juga memiliki kecenderungan untuk mengidap anemia. (Baca juga: Nasi Putih Bikin Ketagihan, Kok Bisa?)

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai anemia ataupun problem kesehatan lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Anemia ini dapat dibantu juga lewat mengonsumsi makanan penambah darah. Beberapa contoh makanan penambah darah yang bisa konsumsi adalah sebagai berikut:

  1. Sayuran Berdaun Hijau Gelap

Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin yang berfungsi membawa dan menyimpan oksigen di dalam tubuh. Selain itu zat besi juga membantu menjaga sel-sel tubuh kamu untuk menyimpan oksigen. Salah satu sumber makanan yang dapat menambah asupan zat besi di dalam tubuh adalah sayutan berdaun hijau gelap seperti bayam dan kale. Supaya tidak kehilangan nutrisi maksimal dari bayam dan kale, cukup direbus sebentar saja dan konsumsi dua kali sehari kalau kamu mengidap anemia berat.

  1. Daging Merah

Terutama daging sapi dapat meningkatkan produksi darah merah. Disarankan untuk pengidap anemia untuk memakan daging sapi 2-3 kali seminggu untuk hasil dan proses penyembuhan maksimal. Menurut National Diet and Nutrition Survey, 27 persen wanita berusia 19-64 tahun tidak mendapatkan cukup zat besi karena menghindari makan daging dan tidak menggantinya dengan makanan lain untuk asupan zat besi. Tentunya ketika memilih daging merah untuk dimakan, hindari mengonsumsi bagian lemaknya.

  1. Buah Bit

Satu lagi makanan penambah darah yang berasal dari kalangan buah adalah bit. Cara yang paling simple dan enak untuk mengonsumsi bit sebagai penambah darah adalah dengan menjusnya. Kamu bisa mencampurkannya dengan nenas untuk rasa yang lebih nikmat, apalagi kalau pilihanmu adalah nenas madu. Tapi ada juga yang memanggang bit di microwave kemudian menjadikannya sebagai salah satu ingredients dari salad. Kalau ini yang menjadi pilihanmu, tambahkan rebusan dada ayam yang dipotong dadu untuk santapan lebih lezat dan “berisi”.

  1. Telur

Ternyata telur tidak hanya sumber protein yang tinggi dan murah tetapi juga bisa menjadi pilihan untuk makanan penambah darah lainnya. Kandungan zat besi yang tinggi demikian juga gizi seperti kalsium, karbohidrat, vitamin B1, vitamin B2 yang sangat disarankan untuk dikonsumsi untuk pengidap anemia. Menjadikan telur sebagai sarapan pembuka hari sangat dianjurkan pakar kesehatan. Bisa direbus, dibuat telur mata sapi ataupun diorek. Makanya kalau kamu ngeh, sehabis mendonorkan darah, para pendonor selalu diberi telur rebus.

  1. Susu

Susu juga mengandung banyak manfaat, selain sumber kalsium tinggi juga kaya zat besi yang sangat bermanfaat untuk menambah darah. Konsumsi susu sekali sehari dapat meningkatkan jumlah zat besi dalam tubuh sehingga kamu terhindar dari anemia.