5 Penyebab Akantosis Nigrikans yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Penyebab Akantosis Nigrikans yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Masalah kulit sebenarnya enggak hanya menyoal jerawat, alergi, ruam, atau gatal-gatal saja. Ada juga masalah kulit lainnya, seperti akantosis nigrikans yang berkaitan dengan pigmen kulit.

Akantosis nigrikans sendiri merupakan kelainan pigmentasi kulit. Untungnya, penyakit ini biasanya tak berbahaya dan tidak menular. Namun, dalam beberapa kasus, akantosis nigrikans bisa saja menandai adanya gangguan kesehatan ringan hingga berat. 

Lipatan-lipatan kulit pengidap akantosis nigrikans akan menebal, dan bertekstur, seperti kain beludru. Terkadang area ini bisa meninggalkan bau tak sedap dan gatal-gatal. Nah, dari banyaknya bagian tubuh, pangkal paha dan leher merupakan area yang paling terserang akantosis nigrikans.

Lantas, apa sih penyebab akantosis nigrikans?

Baca juga: Ini Alasan Pengidap Obesitas Bisa Kena Akantosis Nigrikans

Dari Resistensi Insulin hingga Kanker

Sampai saat ini penyebab akantosis nigrikans belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, terdapat beberapa kondisi yang diduga berkaitan dengan akantosis nigrikans. Misalnya:

  1. Resistensi Insulin. Kebanyakan orang yang mengidap akantosis nigricans juga mengalami keadaan resistensi insulin, yaitu ketika insulin yang diproduksi oleh tubuh tidak dapat bekerja atau dengan kata lain terjadi diabetes tipe 2.

  2. Kelainan Hormon. Akantosis nigrikans terjadi pada orang yang mengalami kista ovarium, penurunan fungsi kelenjar tiroid, dan masalah pada kelenjar adrenal.

  3. Obesitas. Akantosis nigrikans biasanya muncul akibat dari kelebihan berat badan atau obesitas. Semakin berat tubuh, semakin tinggi pula risiko mengidap akantosis nigrikans. 

  4. Obat-Obatan Tertentu. Niacin dosis tinggi, pil KB, prednison dan obat kortikosteroid lainnya dapat menyebabkan akantosis nigrikans.

  5. Kanker. Kadang akantosis nigrikan terjadi bersamaan dengan penyakit limfoma atau ketika adanya tumor atau kanker pada daerah perut, usus besar, atau liver.

Selain lima hal di atas, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa memicu akantosis nigrikans. Misalnya, ras dan riwayat keluarga. Menyoal ras, akantosis nigrikans lebih sering terjadi pada ras penduduk asli Amerika. Sementara itu, beberapa jenis akantosis nigrikans merupakan penyakit herediter.

Baca juga: Alami Akantosis Nigrikans, Ini Penyebabnya

Kenali Gejala-Gejalanya

Perubahan warna kulit merupakan satu-satunya gejala akantosis nigrikans. Pengidap akan mendapati penebalan dan perubahan warna kulit menjadi gelap di daerah lipatan. Perubahan biasanya akan berjalan perlahan. Selain itu, kondisi kulit yang mengalami perubahan akan menjadi kering, terasa gatal, dan kasar yang bertekstur, seperti beludru. 

Nah, berikut ini  area kulit yang umumnya mengalami akantosis nigrikans:

  • Lutut;

  • Bibir;

  • Leher;

  • Telapak kaki; 

  • Ketiak;

  • Lutut;

  • Siku;

  • Lipatan paha;

  • Buku-buku jari; dan

  • Telapak tangan.

Cara Mengobati Akantosis Nigrikans

Untuk mengobati akantosis nigrikans, pada dasarnya perlu mengobati masalah yang mendasarinya. Misalnya:

  • Menurunkan Berat Badan, jika akantosis nigrikan terjadi karena obesitas. Caranya dengan pola makan yang baik dan rutin berolahraga.

  • Berhenti Menggunakan Obat-Obatan Tertentu atau Suplemen. Terutama pada akantosis nigrikans yang muncul setelah konsumsi obat-obatan tertentu.

  • Pembedahan. Apabila akantosis nigrikans disebabkan oleh adanya kanker atau tumor, pembedahan untuk mengangkat tumor atau kanker dapat menghilangkan gejala dari akantosis nigrikans.

Yang perlu digarisbawahi, bila kulit mengalami perubahan warna dan bentuk, segeralah temui dokter spesialis kulit. Pasalnya, perubahan kecil pun juga bisa menandai gejala awal diabetes atau gangguan kesehatan lain.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!