04 April 2018

5 Penyebab Depresi yang Sering Diabaikan

5 Penyebab Depresi yang Sering Diabaikan

Halodoc, Jakarta – Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang bisa menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat terus-menerus dan bisa memengaruhi pola pikir, perasaan, dan perilaku. Selain itu, depresi juga bisa memicu berbagai masalah fisik maupun emosional. Pengidap depresi biasanya akan merasa sedih, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang disukainya, putus asa, merasa tidak berharga, dan menyalahkan diri sendiri. Perasaan-perasaan tersebut sangat memengaruhi aktivitas sehari-harinya.

Depresi sebenarnya berbeda dengan perasaan tidak bahagia yang biasanya berlangsung sementara. Namun, banyak orang yang salah mengartikan depresi dan menganggapnya sama dengan rasa sedih biasa, sehingga tak jarang penyakit depresi dianggap sebagai penyakit sepele.

Bahkan, tak jarang muncul pikiran jika hidup sudah tidak ada gunanya lagi. Yang perlu diketahui adalah seseorang yang mengalami depresi tidak menandakan ia menjadi orang yang lemah. Karena, depresi termasuk penyakit yang bisa disembuhkan. Namun apabila depresi dibiarkan, bisa memicu komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan maupun jiwa pengidap depresi, seperti gangguan kecemasan, gangguan panik, atau fobia sosial. Pada umumnya, orang yang mengalami depresi akan merasa terkucilkan secara sosial, sehingga tak jarang muncul keinginan untuk menyakiti tubuhnya sendiri maupun menghilangkan nyawanya sendiri.

Penyakit depresi bisa dialami oleh siapapun dari berbagai usia. Namun, kebanyakan depresi akan terjadi ketika kamu sudah berusia dewasa. Penyebab depresi diduga terjadi karena kombinasi faktor genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan. Untuk faktor genetik diduga bisa berpengaruh jika memiliki saudara kembar yang mengidap depresi, sehingga memiliki kecenderungan untuk mengalami depresi. Patut diketahui, seseorang yang memiliki keluarga inti pernah mengalami depresi, maka dia tiga kali lebih rentan mengalami depresi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki keluarga yang pernah mengidap depresi.

Diperkirakan, 5 hal di bawah ini bisa menjadi pemicu kamu mengalami depresi. Di antaranya adalah:

  1. Mengalami peristiwa traumatis. Seseorang yang mengalami peristiwa traumatis seperti penyiksaan atau pelecehan, kematian seseorang, masalah dalam hubungan (pernikahan, persahabatan, keluarga, percintaan, dan rekan kerja), serta kesulitan ekonomi bisa menjadi penyebab depresi.
  2. Memiliki penyakit tertentu. Tak jarang, penyakit depresi akibat reaksi terhadap suatu penyakit yang sedang diidap, seperti mengalami cedera kepala dan gangguan hormon tiroid. Orang yang mengidap penyakit kronis dan mengancam nyawa seperti HIV/AIDS, penyakit jantung koroner, diabetes, atau kanker juga bisa menjadi penyebab depresi.
  3. Memiliki kepribadian tertentu. Bila kamu merasa rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, pesimis, atau terlalu bergantung kepada orang lain, secara tidak langsung bisa meningkatkan risiko untuk mengalami depresi.
  4. Ketergantungan alkohol dan narkoba. Ternyata, orang yang sering mengonsumsi alkohol dan narkoba bisa menjadi penyebab depresi. Biasanya orang yang sering mengonsumsi alkohol dan narkoba sedang berusaha melarikan diri dari permasalahan yang sedang dihadapi.
  5. Obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan tertentu seperti obat tidur dan obat hipertensi bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap depresi.

Itulah 5 penyebab depresi yang perlu kamu ketahui. Bila kamu sedang mengalami permasalahan yang berat dan tidak ada tempat untuk mencari solusi untuk menyelesaikan masalah, kamu bisa tanyakan pada dokter yang ada di Halodoc. Ada baiknya kamu membicarakan pada dokter yang ada di Halodoc melalui pilihan komunikasi chat, voice, atau video call melalui layanan Contact Doctor. Kamu juga bisa membeli keperluan medis seperti obat atau vitamin melalui layanan Pharmacy Delivery yang akan mengantarkan pesananmu tidak lebih dari satu jam.

Selain itu, kamu bisa melakukan pemeriksaan darah dan juga menentukan jadwal, lokasi, dan petugas lab yang akan datang ke lokasi tujuan melalui layanan Lab Service. Hasil lab bisa dilihat langsung pada aplikasi layanan kesehatan Halodoc.  Ayo download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

Baca juga: 5 Makanan Penyebab Depresi Makin Parah