• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Perilaku Umum yang Dimiliki Kucing Betina dan Jantan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Perilaku Umum yang Dimiliki Kucing Betina dan Jantan

5 Perilaku Umum yang Dimiliki Kucing Betina dan Jantan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 07 Desember 2021
5 Perilaku Umum yang Dimiliki Kucing Betina dan Jantan

“Perilaku kucing bisa mengindikasikan kondisi kesehatannya, apakah ia sedang sehat atau sakit. Jika kamu memelihara seekor kucing, kamu perlu memperhatikan setiap perilakunya, normal atau tidak. Nah, berikut perilaku umum yang dimiliki kucing jantan maupun betina.”

Halodoc, Jakarta – Saat ingin memelihara kucing, banyak orang yang mempertimbangkan jenis kelaminnya. Ada beberapa hal yang mungkin jadi pertimbangan. Misalnya, kucing betina lebih mudah berkembang biak jika tidak disteril, sehingga para pecinta kucing perlu berpikir dua kali jika nantinya kucing betina tersebut melahirkan. 

Sama seperti manusia, kucing betina dan jantan pun punya perilaku yang berbeda. Perbedaan perilaku ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan oleh pecinta kucing. Misalnya, kucing jantan cenderung lebih agresif dan kucing betina lebih penyayang. Meski punya beberapa perbedaan, ternyata ada beberapa perilaku umum yang dimiliki kucing betina maupun jantan lo. 

Perilaku Umum yang Dimiliki Kucing Betina dan Jantan

Kondisi kesehatan hewan bisa dilihat dari perilakunya. Perilaku yang ditunjukan kucing bisa menjadi indikasi kondisi kesehatannya, apakah ia sedang sakit atau baik-baik saja. Nah, berikut perilaku-perilaku yang umum dilakukan kucing betina maupun jantan:

1. Mengasah kukunya

Baik kucing betina maupun jantan sama-sama suka menggaruk benda apa pun yang ada disekitarnya. Biasanya, mereka mungkin lebih suka menggaruk-garuk sofa maupun gorden. Nah, supaya kucing tidak menggaruk benda sembarangan, kamu perlu membeli satu atau lebih tiang garukan kucing. Oleskan sedikit catnip pada tiang untuk menarik kucing menggaruk kukunya pada tiang. 

2. Agresif

Kucing betina atau kucing jantan bisa menjadi agresif karena berbagai alasan. Beberapa hal yang bisa membuat kucing agresif di antaranya sakit, stres, lapar, birahi lingkungan yang tidak nyaman, atau menyentuh anakan kucing dari ibunya.  

Pemicu keagresifan ini harus segera dicari tahu. Sebab, bila kucing yang agresif ternyata disebabkan oleh penyakit, maka penyakitnya harus segera diobati agar tidak semakin parah. 

Biasanya, kucing jantan cenderung lebih agresif terhadap kucing betina ketika teritorialnya diganggu. Di samping itu, kucing jantan juga bisa lebih agresif ketika mereka sedang birahi. Solusi yang paling tepat adalah mensterilkan kucing jantan. 

3. Aktif di malam hari

Kebanyakan kucing aktif di malam hari. Nah, perilaku yang satu ini mungkin bisa mengganggu istirahat kamu di malam hari.  Ada beberapa tips yang bisa kamu coba agar kucing mengurangi aktivitasnya di malam hari. Kucing juga cenderung tidur setelah makan besar. Nah, kamu bisa memberi makan kucing makanan utama mereka di malam hari untuk membuatnya tidur.

4. Mengeong

Saat kucing betina sedang birahi, mereka cenderung akan mengeong untuk memberi tahu lawan jenis bahwa mereka sedang dalam masa subur. Demikian juga kucing jantan, mereka akan mengeong ketika mendengar atau mencium bau kucing betina yang sedang berahi. Mengeong dan perilaku kawin lainnya dapat berulang setiap 18-24 hari. 

Cara yang paling efektif untuk mengatasi perilaku ini adalah dengan mengebirinya. Seekor kucing betina bisa hamil ketika masih berusia 4-7 bulan, tetapi untungnya mereka bisa dimandulkan paling awal 2 minggu di tempat penampungan hewan. Namun, biasanya lebih optimal jika dimandulkan pada usia 4-5 bulan yaitu sebelum dewasa kelamin (rata-rata kucing dewasa kelamin umur 6-7 bulan)

Jika kucing masih suka mengeong meski sudah dikebiri, artinya ada sesuatu yang salah dari dirinya. Kucing mungkin memiliki kutu, merasa kotor, lapar atau sakit. 

Itulah beberapa perilaku umum kucing yang perlu kamu ketahui. Jangan lupa berikan vitamin untuk kucing kesayangan kamu agar daya tahan tubuhnya terjaga. Segera cek kebutuhan vitamin hewan di Halodoc. Jangan tunda memberikan vitamin sebelum kucing sakit. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi :
The People’s Dispensary for Sick Animals. Diakses pada 2021. Battle of the sexes.
Hill’s Pet. Diakses pada 2021. Differences Between Male and Female Cats.