• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Tipe Autisme yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Tipe Autisme yang Perlu Diketahui

5 Tipe Autisme yang Perlu Diketahui

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 April 2022

“Gangguan spektrum autisme adalah penyakit bawaan yang membuat pengidapnya kesulitan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi. Ternyata, autisme memiliki beberapa jenis yang dibedakan atas gejalanya.”

5 Tipe Autisme yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Gangguan spektrum autisme adalah sebuah kondisi di mana pengidapnya mengalami ketidakmampuan dalam berkomunikasi, bersosialisasi, dan masalah perilaku. Biasanya, gejala awal autisme ditandai dengan kurangnya atau keterlambatan berbahasa lisan saat usianya menginjak 1–6 tahun. 

Tanda lainnya penggunaan bahasa yang berulang-ulang serta memainkan permainan yang itu-itu saja, menghindari kontak mata, dan tidak ada minat berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Tak banyak yang tahu jika autisme memiliki beberapa bentuk. Jenis-jenis autisme ini dibedakan atas gejala yang dialami pengidap. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

Jenis-Jenis Spektrum Autisme

Gangguan spektrum autisme dibedakan menjadi 5 tipe, yaitu:

1. Autistic Disorder

Sering juga disebut dengan Kanner’s syndrome atau mindblindness, anak yang mengidap jenis penyakit autis ini tidak memiliki kemampuan memahami permasalahan dari sudut pandang orang lain. Hidup di dunianya sendiri dan tidak memahami peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Sebagian dikarenakan ketidakmampuan untuk menafsirkan emosi. Anak-anak dengan ciri sikap seperti ini bukan berarti tidak memiliki keunggulan, malahan banyak yang punya kemampuan berhitung, seni, musik dan memori yang lebih tinggi dibanding anak-anak kebanyakan.

2. Asperger Syndrome

Tidak seperti autistic disorder, asperger syndrome lebih bisa berinteraksi dengan orang lain dan tidak memiliki masalah dalam keterlambatan berbahasa. Bahkan, beberapa anak justru memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik, tetapi hanya pada bidang yang memang disenanginya. Sekilas orang melihat kalau asperger syndrome ini tidak memiliki empati.

Mereka memiliki empati, memahami sebuah peristiwa tapi tidak bisa memberikan respons yang umum dilakukan orang-orang. Kalau secara penampakan fisik, anak-anak yang mengidap jenis penyakit autis tipe ini masih bisa berkomunikasi secara normal tapi tidak menampakkan ekspresi, kecenderungan mendiskusikan diri sendiri, ataupun hal-hal yang dianggapnya menarik.

3. Childhood Disintegrative Disorder

Sebuah kondisi saat anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, bahasa, dan fungsi sosialnya. Biasanya anak yang mengidap jenis penyakit autis ini mengalami perkembangan normal sampai di usia dua tahun. Setelah dua tahun, anak akan kehilangan keterampilan yang diperolehnya secara perlahan menginjak usia tiga atau empat bahkan 10 tahun.

Penyebab gangguan ini karena terjadi ketidaksinkronan kerja sistem saraf di dalam otak. Banyak para ahli yang menganggap childhood disintegrative disorder adalah sebagai bentuk perkembangan dari autis itu sendiri. Tidak seperti dua jenis autis sebelumnya, justru anak sempat memiliki kemampuan-kemampuan verbal, motorik, dan interaksi sosial, tetapi seiring pertambahan usia malah mengalami kemerosotan.

4. Pervasive Developmental Disorder

Biasanya syndrome ini menjadi hasil diagnosis terakhir ketika ada tambahan dari gejala-gejala yang dialami anak, salah satunya adalah interaksi dengan teman-teman imajinatif anak. Gejalanya lebih kompleks ketimbang tiga jenis autis yang diuraikan sebelumnya. Contohnya, tidak bisa menanggapi perilaku orang baik secara lisan maupun non-lisan, tahan terhadap perubahan dan sangat kaku dalam rutinitas, sulit mengingat sesuatu, dan sebagainya.

5. Sindrom Rett

Gangguan spektrum autisme ini umumnya didiagnosis pada usia 6–18 bulan, lebih tepatnya saat anak gagal mencapai tonggak perkembangan atau kehilangan kemampuan yang diperoleh sebelumnya. Sindrom Rett adalah salah satu tipe autisme yang dapat menyulitkan setiap elemen kehidupan anak. Gejalanya termasuk:

  • Kehilangan mobilitas atau kelainan gaya berjalan.
  • Tonus otot berkurang.
  • Mikrosefali (ukuran kepala lebih kecil).
  • Gangguan bicara.
  • Tangan kehilangan fungsinya.
  • Gerakan tangan yang tidak disengaja.
  • Kejang.
  • Sulit bernafas.
  • Masalah tidur.
  • Skoliosis.

Bagaimana Autisme Ditangani?

Sudah banyak para ahli, salah satunya dari Autism-Society yang menegaskan kalau autis bukanlah sebuah kekurangan seperti gangguan berpikir ataupun kecerdasan. Di mata orang-orang “normal” akan ada yang salah ataupun tidak biasa dari koordinasi indera-indera anak autis, padahal sebenarnya justru kemampuan mereka mengolah informasi lebih mumpuni ketimbang orang pada umumnya. 

Kesadaran pengetahuan dan penanganan autis yang perlu semakin digalakkan agar anak-anak pengidap autis dapat punya kesempatan mengembangkan diri dan menjadi mandiri seperti anak-anak lainnya. Meskipun autisme adalah penyakit bawaan yang tidak bisa disembuhkan, tetapi ada sejumlah perawatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pengidapnya, seperti:

  • Terapi perilaku dan komunikasi. Jenis terapi ini bertujuan untuk mendidik pengidap tentang cara berperilaku dan meningkatkan keterampilan komunikasi. 
  • Terapi pendidikan. Program pendidikan yang sangat terorganisir dapat meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, dan perilaku.
  • Terapi keluarga. Jenis terapi ini membutuhkan dukungan keluarga untuk berinteraksi dengan anak-anak dan mengajari mereka keterampilan sosial, disiplin, kehidupan sehari-hari, dan komunikasi.
  • Terapi lain. Psikolog dapat memberi tahu keluarga maupun pengasuh tentang cara menangani perilaku pengidap yang bermasalah. Terapi wicara dan terapi fisik dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan meningkatkan mobilitas yang membantu kehidupan sehari-hari pengidap autisme.
  • Obat-obatan. Tidak ada obat untuk menyembuhkan autisme. Namun, pengidap autisme dapat diberikan obat-obatan tertentu seperti obat antipsikotik dan antidepresan tergantung pada gejalanya.

Apabila punya pertanyaan lain seputar gangguan spektrum autisme, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Jangan tunda menghubungi dokter agar pertumbuhan anak tetap terpantau, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2022. What Are the 5 Different Types of Autism?
Medical News Today. Diakses pada 2022. What are the types of autism?
WebMD. Diakses pada 2022. What Are the Types of Autism Spectrum Disorders?