• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Tips bagi Orangtua untuk Menghadapi Retardasi Mental

5 Tips bagi Orangtua untuk Menghadapi Retardasi Mental

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Tips bagi Orangtua untuk Menghadapi Retardasi Mental

Halodoc, Jakarta – Retardasi mental atau dulunya sering disebut keterbelakangan mental adalah kondisi di mana seseorang memiliki kesulitan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif. Fungsi intelektual meliputi berkomunikasi, pembelajaran, penyelesaian masalah. Sedangkan perilaku adaptif, yaitu seperti keterampilan sosial sehari-hari, rutinitas, kebersihan. Anak dengan retardasi mental biasanya membutuhkan lebih banyak dukungan di sekolah. 

Bagi orangtua, memang tidak mudah untuk menghadapi anak yang mengalami retardasi mental. Butuh ketabahan, keikhlasan dan kesabaran dalam merawat anak-anak ini. Meski begitu, ada sejumlah tips yang mungkin bisa orangtua lakukan dalam menghadapi retardasi mental anak. Berikut ulasan selengkapnya. 

Baca juga: Benarkah Retardasi Mental Picu Autisme pada Anak?

Tips Menghadapi Retardasi Mental 

Melansir dari laman Healthy Children, berikut sejumlah tips untuk orangtua dalam mengasuh anak yang mengidap retardasi mental :

  • Pelajari segala hal yang berhubungan dengan retardasi mental. Semakin banyak orangtua tahu mengenai kondisi ini, maka akan semakin baik pula orangtua memahami kondisi yang dialami Si Kecil.
  • Dorong kemandirian Si Kecil. Biarkan anak mencoba hal-hal baru dan mendorong mereka untuk melakukan sesuatu sendiri layaknya anak pada umumnya. Berikan panduan saat dibutuhkan dan berikan umpan balik positif ketika anak melakukan sesuatu dengan baik atau menguasai sesuatu yang baru.
  • Libatkan anak dalam kegiatan kelompok. Mengambil kelas seni atau berpartisipasi dalam Pramuka akan membantu anak membangun keterampilan sosialnya.
  • Tetap terlibat. Dengan tetap berhubungan dengan guru Si Kecil, orangtua dapat mengikuti kemajuan yang telah diperoleh anak dan memperkuat apa yang dipelajari anak di sekolah melalui latihan di rumah.
  • Kenali orang tua lain dari anak-anak dengan retardasi mental. Mereka dapat menjadi sumber nasihat dan dukungan emosional yang baik.

Itulah sejumlah tips yang bisa ayah dan ibu lakukan dalam menghadapi retardasi mental anak. Apabila ayah dan ibu punya pertanyaan lain mengenai kondisi ini, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc saja. Lewat aplikasi, ayah dan ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Baca juga: Pemeriksaan untuk Diagnosis Retardasi Mental

Penyebab Retardasi Mental yang Perlu Orangtua Ketahui

Retardasi mental umumnya dipengaruhi oleh perkembangan otak selama kehamilan. Namun, penyebab spesifik retardasi mental hanya dapat ditunjukkan sekitar sepertiga dari waktu. Berikut sejumlah penyebab retardasi mental yang perlu orangtua ketahui:

  • Kondisi genetik. Masalah genetik, seperti seperti sindrom Down dan sindrom X bisa menjadi penyebab retardasi mental.
  • Masalah selama kehamilan. Hal-hal yang mengganggu perkembangan otak janin seperti alkohol atau penggunaan narkoba, kekurangan gizi, infeksi tertentu, atau preeklampsia.
  • Masalah saat melahirkan. Retardasi mental dapat terjadi akibat bayi kekurangan oksigen saat melahirkan atau dilahirkan sangat prematur.
  • Penyakit atau cedera. Infeksi seperti meningitis, batuk rejan, atau campak dapat menyebabkan kecacatan intelektual. Cedera kepala yang parah, hampir tenggelam, malnutrisi ekstrim, infeksi di otak, paparan zat beracun seperti timah, dan pengabaian atau penyalahgunaan parah juga bisa menyebabkannya.

Baca juga: Ini Fakta-Fakta Lengkap Mengenai Retardasi Mental

Melansir dari WebMD, ada dua pertiga dari semua anak yang memiliki retardasi mental penyebabnya tidak diketahui. Untuk mencegah hal-hal di atas, penting untuk memenuhi nutrisi dan memeriksakan diri secara rutin selama kehamilan.

Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2020. Children with Intellectual Disabilities.
WebMD. Diakses pada 2020. Intellectual Disability.