• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Retardasi Mental Picu Autisme pada Anak?

Benarkah Retardasi Mental Picu Autisme pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Autisme merupakan gangguan perkembangan dan neurologis yang memengaruhi cara individu berkomunikasi dan berperilaku. Ini dikenal sebagai spectrum disorder (autism spectrum disorder atau ASD) karena ada spektrum yang luas dari gejala dan keparahan di antara orang dengan autisme. Dalam hal ini, ASD merupakan gangguan individual, sementara itu terdapat gejala umum, keparahan, dan persentase yang unik pada setiap orang. 

Autisme atau retardasi mental ditandai oleh perkembangan lambat pada keterampilan motorik, keterampilan bahasa, keterampilan sosial, dan keterampilan kerja. Individu dengan skor retardasi mental di bawah rata-rata pada tes kapasitas intelektual, khususnya memiliki skor 70 atau lebih rendah. Sekitar 70 persen orang dengan ASD juga akan memiliki gangguan lain, seperti ADHD, gangguan bahasa, atau keterbelakangan mental.

Baca juga: Kenali Gejala Munculnya Retardasi Mental

Hubungan Autisme dan Retardasi Mental

Sebenarnya tidak ada kaitan ataupun sebab akibat antara autisme dan retardasi mental. Autisme atau ASD dapat hidup berdampingan dengan gangguan lain, termasuk retardasi mental. Secara umum, anak-anak dengan ASD tidak mengalami penurunan fungsi kognitif dan dapat memperoleh skor rata-rata di atas rata-rata pada tes kapasitas intelektual. 

Kebingungan antara keduanya muncul karena anak-anak dengan autisme berjuang dengan komunikasi dan perilaku belajar. Mereka mungkin memiliki keterampilan verbal yang terbatas, mungkin tidak menanggapi dorongan verbal, atau mereka mungkin menunjukkan ketidaktertarikan umum di dunia di sekitar mereka yang semuanya bertepatan dengan indikasi keterbelakangan mental atau autisme. 

Retardasi mental juga bukan merupakan cabang atau hasil autisme. Sebaliknya, autisme lebih sering muncul pada orang dengan retardasi mental (sekitar 70 persen anak-anak dengan retardasi mental juga memiliki autisme). Sementara anak-anak dengan retardasi mental sering menunjukkan “perilaku autis”, mereka mungkin tidak memanifestasikan semua gejala dan sering menjadi orang lain yang unik dengan retardasi mental. 

Baca juga: 4 Jenis Autis yang Perlu Diketahui

Kriteria untuk Diagnosis Retardasi Mental

Tanda-tanda retardasi mental muncul pada usia dini. Untuk mendiagnosis retardasi mental, orang tersebut harus berusia di bawah 18 tahun dan menunjukkan keterlambatan perkembangan yang signifikan. Seorang praktisi kesehatan akan terlebih dahulu mengesampingkan gangguan pendengaran atau neurologis dan dapat melakukan pencitraan. 

Pemeriksaan perlu dilakukan untuk mencari masalah struktural di otak. Jika anak berjuang dengan perilaku adaptif, seperti komunikasi, interaksi, dan perawatan diri, dan memiliki IQ yang rendah, diagnosis mental mungkin dilakukan. Mendiagnosis keterbelakangan mental pada individu dengan autisme dapat menjadi rumit. 

Sekitar 50 persen anak autis memiliki IQ di bawah 50. Namun, standar untuk tes kecerdasan menggunakan keterampilan seperti menjawab pertanyaan, mengikuti arahan, dan mengidentifikasi item, yang dipelajari anak autis nanti atau melalui intervensi terapeutik. Oleh karena itu, bukan hal yang aneh bagi anak autis untuk tampil buruk pada tes IQ sejak dini, lonjakan nilai IQ akan terjadi ketika mereka semakin bertambah usia. 

Tingkat Retardasi Mental

Tingkat keparahan retardasi mental bervariasi dari orang ke orang.

  • Retardasi Mental Ringan. Sekitar 85 persen orang dengan retardasi mental termasuk dalam kategori ini. Mereka akan memiliki IQ mulai dari 50 hingga 70 dan mungkin akan mengalami kesulitan berbicara.

  • Retardasi Mental Sedang. Orang dengan keterbelakangan mental moderat akan memiliki IQ 35-55. Mereka mungkin nonverbal atau memiliki kesulitan yang nyata dengan bahasa dan komunikasi. Tanpa intervensi khusus, individu-individu ini akan berjuang dengan pengembangan motorik dan perawatan diri. 

  • Retardasi Mental Parah. Orang-orang ini dicirikan oleh tingkat IQ antara 20-40. Mereka menunjukkan kesulitan  yang signifikan dengan atau bahkan kurang keterampilan motorik. Sementara itu, mereka dapat mengembangkan berbicara dan komunikasi tingkat rendah. 

Baca juga: Anak Mengidap Autis, Orangtua Lakukan 5 Hal Ini

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai autisme dan retardasi mental. Jika anak memiliki gangguan serupa, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai perawatannya. Bertanya pada dokter kini lebih mudah hanya dengan aplikasi Halodoc karena dapat diakses kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Otsimo. Diakses pada 2020. Mental Retardation and Autism.
WebMD. Diakses pada 2020. Intellectual Disability.