02 November 2018

6 Hal yang Menyebabkan Angka Tensi Darah Rendah

6 Hal yang Menyebabkan Angka Tensi Darah Rendah

Halodoc, Jakarta - Banyak orang yang merasa resah dengan tekanan darah tinggi karena bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari penyakit jantung hingga stroke. Namun, bukan berarti hipotensi (tekanan darah rendah) merupakan kondisi kesehatan yang tak perlu diawasi.

Kata ahli, terhambatnya atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ lainnya karena tekanan darah yang terlalu rendah, juga bisa menyebabkan berbagai keluhan kesehatan. Lalu, apa saja sih penyebab tensi rendah atau turunnya tekanan darah?

1. Penyakit Jantung

Pada pengidap penyakit jantung biasanya ditemukan keluhan kesehatan lainnya, yaitu tekanan darah rendah. Kata ahli, kondisi ini juga lebih mungkin ditemukan pada gagal jantung dan serangan jantung. Kok bisa? Ketika jantung bermasalah, darah tak dapat dipompa dengan baik oleh jantung sehingga terjadi penurunan tekanan darah.

2. Kehamilan

Penyebab tensi rendah juga bisa dikarenakan kehamilan. Kata ahli, tekanan darah wanita hamil biasanya lebih rendah, sebab peredaran darahnya yang berkembang dengan cepat. Umumnya tekanan darah mulai turun di awal kehamilan dan terjadi pada usia kehamilan trimester kedua.

3. Dehidrasi

Kekurangan cairan alias dehidrasi juga bisa memicu terjadinya tekanan darah rendah. Ketika dehidrasi darah yang bergantung pada air enggak bisa memasok peredaran darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa menurunkan volume darah pada arteri dan vena, sehingga menyebabkan tekanan darah menjadi rendah.

4. Anemia

Anemia termasuk masalah kesehatan yang sering kali membuat pengidapnya mengalami tekanan darah rendah. Ketika seseorang mengalami anemia maka kadar hemoglobin dalam tubuh akan jauh di bawah angka normal. Hal inilah yang menyebabkan tekanan darah dalam tubuh juga menjadi sangat rendah.

5. Penyakit Saraf

Penyakit saraf juga bisa menjadi pemicu turunnya tekanan darah seseorang. Menurut ahli, keluhan saraf seperti penyakit parkinson bisa menyebabkan hipotensi ketika menjangkiti sistem saraf yang mengontrol fungsi tubuh otonom, seperti mengendalikan tekanan darah.

6. Infeksi Darah (Sepsis)

Tekanan darah bisa menurun drastis ketika sepsis atau infeksi yang terjadi dalam jaringan mulai memasuki aliran darah. Jangan abaikan masalah yang satu ini, sebab menurut ahli kondisi ini bisa mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis secepatnya.

Kenali Tanda-tandanya

Sama halnya dengan tekanan darah tinggi, hipotensi juga dapat dikenali dengan serangkaian gejala yang muncul pada tubuh. Berikut gejala yang bisa muncul ketika tubuh mengalami tekanan darah rendah.

1. Pusing atau Sakit Kepala Ringan

Kedua kondisi ini merupakan gejala yang paling umum dari hipotensi. Menurut ahli dari Pacific Heart Institute Women's Heart Center pada Providence Saint John's Health Center di Santa Monica, California, Amerika Serikat, hal ini sering dikaitkan dengan perubahan posisi seperti berdiri dengan cepat setelah bangun tidur di pagi hari dan dapat menyebabkan pingsan.

2. Konsentrasi Menurun

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan turunnya konsentrasi seseorang. Mulai dari stres, kurang tidur, hingga jadwal yang terlampau padat. Di samping itu, tekanan darah kronis juga bisa menyebabkan seseorang tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Sebab, tekanan darah kronis membuat darah tidak dapat mengalir ke otak secara optimal. Alhasil, menyebabkan sel-sel otak “kelaparan”.

3. Kulit Terasa Dingin dan Berkeringat

Kondisi tekanan darah rendah bisa mencegah tubuh untuk mendistribusikan darah ke seluruh tubuh. Hati-hati, hipotensi bisa mengganggu peredaran darah secara ekstrem. Nah ketika hal ini terjadi, kulit pun akan mengalami beberapa perubahan. Misalnya, terasa dingin dan berkeringat. Tak cuma itu, tekanan darah rendah juga bisa memunculkan tanda biru atau abu-abu pada kulit.

Punya keluhan tekanan darah rendah? Kamu bisa lho bertanya kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: